Mk 7:24-30 Mencari tempat di meja Yesus

Cerita ini mendapat tempat yang menarik dalam alur cerita Markus. Yesus baru berdebat dengan para Farisi tentang kenajisan, dan Yesus mengajar mereka bahwa dosa yang menajiskan, bukan hal-hal lahiriah (7:14-23). Dalam perikop ini, ternyata kebangsaanpun tidak menajiskan, karena permohonan perempuan non-Yahudi ini bisa dikabulkan. Hanya, jika maksud Yesus adalah mengajarkan hal itu, mengapa Yesus sendiri menyusahkan pendekatan perempuan itu?

Dalam perikop yang sejajar dalam Injil Matius (15:21-28) soal kebangsaan memang menonjol. Kebangsaan perempuan adalah informasi pertama yang disebut tentang orangnya, dan Yesus mengabaikannya serta mengulang apa yang Dia katakan pada para murid sebelum mereka diutus ke desa-desa Israel bahwa Dia datang untuk domba-domba yang hilang dari bangsa Israel (Mt 10:5-6; 15:24). Sikap-Nya terhadap perempuan itu adalah soal fokus, tetapi oleh karena imannya yang kuat Yesus bisa memberi pengecualian baginya. Dalam Injil Matius fokus itu menyangkut sejarah keselamatan. Berdasarkan nas seperti Yes 49:5-6 Yesus harus memulihkan Israel dulu, baru menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Jadi, dalam kematian dan kebangkitan-Nya, sang Israel sejati, yaitu Yesus, memulihkan Israel. Baru setelah itu Yesus menyuruh murid-murid-Nya pergi ke seluruh dunia. Sebagai catatan, bagi saya harapan yang luas dalam PL (dan dalam kalangan orang Yahudi juga, bnd. Mt 23:15) bahwa bangsa-bangsa akan masuk ke dalam Kerajaan Allah membuat satu tafsiran yang populer kurang meyakinkan, yaitu tafsiran bahwa Yesus baru menjadi sadar dalam peristiwa ini bahwa Kerajaan Allah dapat merangkul orang-orang non-Yahudi. Sikap Yesus adalah soal strategi teologis, bukan kekurangan kesadaran.

Dalam penyampaian Injil Markus yang pertama muncul tentang perempuan itu adalah soal anaknya yang kerasukan. Soal kebangsaan muncul hanya sebagai latar belakang untuk jawaban Yesus yang mengejutkan itu. Soal anak dan anjing memang merujuk ke Israel dan bangsa-bangsa, tetapi tema yang menonjol dalam Injil Matius itu hanya sedikit dalam Injil Markus. Mungkin yang lebih relevan dalam Injil Markus adalah redefinisi Yesus tentang “keluarga Allah” pada akhir p.3, di mana keluarga Yesus adalah orang-orang yang duduk belajar daripada-Nya untuk melakukan kehendak Allah. Dengan demikian pernyataan Yesus tentang hak anak untuk mendapat makanan bermaksud untuk menguji iman perempuan itu. Apakah dia bertanya sekadar untuk mendapatkan sesuatu, atau apakah dia menganggap diri bagian dari keluarga yang dibentuk Yesus? Jawabannya cerdik. Tanpa menyangkali statusnya sebagai non-Yahudi dia menempatkan diri sebagai anjing peliharaan yang tetap adalah bagian dari keluarga (dan dalam versi Markus mendapat sisa dari bagian anak-anak). Yesus yang melihat imannya dalam kata-kata itu mengabulkan permintaannya.

Memang, untuk kita pasca-kebangkitan jelas bahwa Injil terbuka untuk semua bangsa. Tinggal apakah kita datang kepada Yesus sekadar untuk mendapatkan sesuatu, atau karena kita mau mendapat tempat di meja-Nya, biarpun kedudukan kita di dalam-Nya serendah anjing.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Markus dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mk 7:24-30 Mencari tempat di meja Yesus

  1. Abi Tandiseru berkata:

    Saya senang dengan Uraian Ambe’. jadi semakin bertambah deh kajian perikop ini. menarik!!!.
    Secara pribadi, saya saluut dengan sang Ibu yang diceritakan dalam perikop ini. dia punya iman yang penuh semangat yang tidak mau mendengar jawaban ”tidak”. Di sini ada seorang perempuan yang mengalami tragedi karena anak perempuannya sedang sakit di rumah, namun masih saja ada cukup terang di dalam hatinya untuk menjawab dengan senyum. Imannya diuji dan ternyata imannya sungguh-sungguh sejati dan doanya dijawab.
    ini menjadi permenungan tersendiri buatku:
    Ketika saya menghadapi ujian iman, apakah saya teguh berdiri seperti perempuan yang tidak disebutkan namanya ini? Walaupun keberhasilan sepertinya sulit tergapai, apakah saya bisa mengandalkan Tuhan dan bukan berdasar kemampuanku sendiri? Jika demikian, pada akhirnya saya juga akan menikmati berkat-berkat Tuhan yang melimpah atasku. Amen….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s