Mk 5:35-43 Maut dikalahkan

Musibah seperti yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia mengingatkan kita bahwa maut adalah musuh. Jika kita berdukacita atas meninggalnya orang yang sudah lanjut usia, lebih lagi ketika ada orang yang masih muda. Jadi, kita langsung beridentifikasi dengan Jairus yang mendekati Yesus dengan harapan yang besar bahwa Yesus bisa menyembuhkan anaknya yang sakit parah (aa.22-23). Cerita berikut cukup dikenal, bagaimana Yesus dihalangi oleh perempuan yang sakit (aa.24-34) sehingga anak itu sudah meninggal, tetapi Yesus sanggup membangkitkannya. Juga cukup jelas bagaimana pembawa berita maupun para peratap tidak percaya kepada Yesus, sedangkan Jairus percaya, atau cukup percaya sehingga dia menerima semua usulan Yesus. Kepercayaan mungkin didukung oleh melihatnya perempuan yang sakit parah itu disembuhkan, tetapi tentu membangkitkan orang mati melebihi menyembuhkan.

Tema yang akan saya soroti adalah kebangkitan itu. Tema itu disinggung dalam perkataan Yesus bahwa anak itu hanya tidur. Yesus ditertawakan karena sepertinya orang menafsir-Nya secara harafiah. Dugaan saya bahwa Yesus merujuk ke Dan 12:2. Walaupun dalam pasal-pasal awal kitab Daniel kita melihat Allah menyelamatkan Daniel dan teman-temannya dari maut, dalam Dan 11:33-35 tidak semua orang bijaksana yang selamat. Tetapi dalam Dan 12:2 Allah akan membangkitkan mereka. Dengan dibangkitkan mereka tidak kehilangan bagian mereka dalam pembaruan pada akhir zaman. Banyak orang Yahudi menerima harapan itu. Tetapi harapan itu menyangkut akhir zaman, bukan masa kini.

Apakah Yesus memajukan kebangkitan pada akhir zaman menjadi hal yang masa kini? Bukan dalam peristiwa ini. Anak itu bangkit dari kematian, tetapi akan mati kembali. Kebangkitan ini hanya mendapat artian yang sebenarnya ketika Yesus sendiri bangkit, bukan untuk mati kembali melainkan memulai hidup kekal. Mujizat ini adalah pertanda bahwa Dia berkuasa atas maut, pertanda yang merujuk ke kebangkitan-Nya di mana kuasa itu terbukti dan digenapi. Cukup banyak cerita dalam Markus mengandung pesan yang sama, misalnya pada awal p.5 orang yang kerasukan itu tinggal di pekuburan, tempat orang mati.

Karena maknanya hanya akan jelas pada kebangkitan, Yesus melarang peristiwa ini diceritakan. Sama seperti identitas-Nya sebagai Mesias, orang banyak belum sanggup menafsirnya dengan tepat. Mereka akan rindu supaya keluarga mereka yang sudah meninggal dibangkitkan, daripada menaruh pengharapan pada zaman mendatang. (Apakah Dia mengatakan kepada orang banyak bahwa perempuan itu hanya tidur supaya peristiwa itu ditafsir sebagai penyembuhan saja? Jika demikian, menurut Mt 9:26 usaha itu tidak berhasil.)

Menurut tafsiran yang saya paparkan di atas, penerapan dari peristiwa ini adalah percaya pada janji pembaruan pada akhir zaman berdasarkan kebangkitan Yesus. Cerita ini mengingatkan kita akan kepedihan kematian sehingga kita memahami bahwa kebangkitan Yesus menjawab masalah utama dalam dunia ini. Anggaplah tafsiran ini adalah tafsiran “eskatologis”, yaitu menyangkut akhir zaman (yang mulai dengan kebangkitan Yesus). Saya juga bisa membayangkan tafsiran “kuasa” dan juga tafsiran “etis”. Tafsiran kuasa mengatakan bahwa percaya berarti mengharapkan mujizat sekarang juga. Tafsiran etis mengatakan bahwa percaya berarti melawan kuasa-kuasa maut dalam dunia ini sama seperti Yesus. Kedua tafsiran ini adalah implikasi yang sejati dari perikop ini, asal dilihat dalam rangka eskatologis tadi, yaitu dengan harapan yang terbatas untuk zaman ini. Maksudnya bahwa tidak semua yang percaya akan luput dari kesakitan dan maut sebelum kebangkitan pada akhir zaman, dan juga bahwa betapa kuat perlawanan kita terhadap kuasa-kuasa maut (misalkan perdagangan perempuan atau materialisme) kemenangan hanya akan lengkap dan kokoh ketika Yesus datang kembali. Jadi, jika ada mujizat atau perlawanan yang ada hasilnya (misalnya keadilan bagi rakyat kecil dalam perkara tertentu—itu juga sebuah mujizat!), hal itu juga merupakan pertanda akan harapan eskatologis itu.

Mari kita percaya akan kebangkitan Yesus, supaya kita siap untuk berjuang dalam harapan kita, dan menyaksikan kuasa Allah dalam perjuangan kita.

Pos ini dipublikasikan di Markus dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Mk 5:35-43 Maut dikalahkan

  1. Pongdodo' berkata:

    Senang pagi ini bisa baca bagian ini….
    saya sangat setuju, bahwa bagian ini justru memperlihatkan kuasa Tuhan Yesus atas kematian… dan tidak ditarik ke tema yang lain, misalnya menghubungkannya secara langsung dengan anak muda yang harus bangkit karena sudah dianggap “mati” oleh sebagian besar “orang tua”… karena yang dibangkitkan adalah anak Yairus yang masih muda…

    saya justru melihat bahwa kesinambungan penyembuhan ibu sakit perdarahan dengan kebangkitan anak Yairus ini semakin mengokohkan dan memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus tidak hanya berkuasa atas sakit tetapi juga atas kematian…

    salam Om Andrew…
    Pongdodo’

  2. abuchanan berkata:

    Oh, jadi ada yang mau menyuruh pemuda-pemudi untuk bangkit? Padahal di sini anak itu tidak membangkitkan diri melainkan dibangkitkan Yesus. Semoga kuasa Yesus yang bisa menonjol dalam pemberitaan kita. Terima kasih.

  3. Pongdodo' berkata:

    ya… itu masalahnya….
    karena memang melihat bahwa pemuda itu “sudah mati”..
    tidak heran kalu akhirnya pemuda lebih banyak mendapat sorotan….
    kalau memang pemuda ” sudah mati” tentu juga orang tua seperti Yairus akan tetap berusaha dan berdoa kepada Tuhan Yesus karena hanya Dia yang sanggup membangkitkan yang mati….
    terlalu banyak yang mengeluh tentang kegelapan tetapi tidak mau nyalakan lilin, walau hanya kecil…

    Anak Yairus tidak ada kuasa untuk bangkit pada dirinya… hanya oleh kasih karunia Tuhan…
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s