Luk 18:31-34 Pola Allah bekerja

Di antara pemberitahuan yang kedua di Luk 9:43-45 dan perikop ini ada perjalanan Yesus menuju ke Yerusalem. Di dalamnya banyak ajaran yang menguraikan bagaimana murid yang mengikuti Mesias yang menderita itu harus hidup. Pas sebelum perikop ini ada pembahasan tentang “meninggalkan segala kepunyaan” yang disusuli dengan hidup kekal (Luk 18:28-30). Perikop kita menunjukkan bahwa Yesus sendiri akan merintis jalan itu: dibunuh lalu dibangkitkan.

Unsur yang baru dalam pemberitahuan ini adalah penggenapan. Yang akan terjadi sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Kadangkala orang mempertanyakan mengapa Yesus tidak menunjukkan nas mana yang Dia maksud. Jawaban yang pertama ialah bahwa ada dalam ajaran Yesus di tempat yang lain dan kemudian dalam ajaran para rasul. Misalnya, Mzm 118:22 disebutkan oleh Yesus (Luk 20:17) dan juga oleh Petrus (Kis 4:11). Nas itu mengandung penolakan oleh penguasa-penguasa yang disusuli oleh pembenaran. Dalam Kis 2:25-28 Petrus membuktikan kebangkitan Yesus dari Mzm 16:8-11. Dalam Kis 8:32-35 Filipus menerapkan Yes 53:7-8 kepada Yesus.

Jawaban yang kedua ialah bahwa Yesus tidak hanya menggenapi beberapa nas, tetapi pola yang terdapat dalam seluruh nabi-nabi. Pola itu dibentuk oleh pembuangan Israel sebagai hukuman dan oleh janji keselamatan bahwa mereka akan kembali ke tanah perjanjian. Yeh 37:1-14 berbicara tentang kebangkitan Israel sebagai kiasan untuk pengembalian itu, dan dalam Yes 53 nasib Israel disimpulkan dalam sosok Hamba Tuhan (bnd. Yes 49:3). Jadi, kematian dan kebangkitan Yesus menggenapi pola itu (lihat penjelasan saya di sini). Jika demikian, Yesus diserahkan kepada bangsa-bangsa (artinya orang Romawi, diwakili Pilatus) untuk menggenapi bahwa Israel dibuang kepada bangsa-bangsa. Kemudian, soal “pada hari ketiga” diambil dari Hos 6:1-2 yang berbicara tentang kebangkitan bangsa Israel.

Sekali lagi, para murid Yesus tidak dapat menangkap maksud Yesus. Mereka belum memahami bahwa rencana Allah akan dicapai melalui penderitaan dan kematian Sang Mesias yang Dia utus. Minggu yang lalu saya menyoroti kerendahan berdasarkan unsur penderitaan yang disebutkan Yesus (diserahkan ke dalam tangan manusia) dan konteks perikopnya. Minggu ini, saya mau menyoroti pemahaman kita tentang rencana Allah. Pola kematian dan kebangkitan Yesus menyatakan cara Allah bekerja dalam dunia ini. Kehilangan dan kemiskinan seperti yang disebutkan dalam Luk 18:28-30 dengan mudah dilihat sebagai kegagalan, tetapi jika terjadi dalam ketaatan bisa menjadi cara Allah untuk mengerjakan rencana-Nya. Jadi, kita tidak usah merasa gagal jika demi kesetiaan kepada Kristus kita kehilangan sebagian jemaat, dukungan pemerintah, atau berbagai kenyamanan yang lain.

Pada perikop yang berikut, ada orang buta yang melihat kembali dan mengikuti Yesus. Dia menjadi perbandingan dengan para murid yang tidak paham. Bagaimana dengan kita?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Lukas dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Luk 18:31-34 Pola Allah bekerja

  1. Ping balik: Yoh 19:16b-30 & 20:1-10 Kematian dan Kebangkitan « To Mentiruran

  2. penuai berkata:

    nice blog broooo….
    tukeran link yuk
    GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s