Yoh 11:45-57 Karya Allah di tengah kejahatan manusia

Kebangkitan Lazarus yang telah mati merupakan tanda terdahsyat yang dibuat oleh Yesus sebelum Dia sendiri bangkit. Seperti biasa dengan tanda-tanda Yesus, ada pembedaan antara yang percaya dan yang tidak (aa.45-46). Kali ini, ada dari yang menolak Yesus yang pergi kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi untuk melaporkan apa yang terjadi. Oleh karena itu, ada rapat khusus Mahkamah Agung Yahudi. Mereka mengambil keputusan yang masuk akal, yaitu bahwa Yesus mengancam keamanan bangsa yang dikuasai orang Romawi. Kekhawatiran Kayafas cukup dibuktikan hampir empat puluh tahun kemudian ketika Yerusalem dihancurkan oleh tentara Romawi karena orang-orang Yahudi memberontak. Tentu, kita sebagai pembaca tahu bahwa Yesus tidak bermaksud untuk memberontak terhadap kuasa Romawi. Juga, ada petunjuk dalam kata “bagimu” (a.50) bahwa sebenarnya kepentingan satu kelompok yang dijaga. Kayafas serta Mahkamah Agung dapat berkuasa karena dukungan orang Romawi, walaupun kuasanya juga terbatas. Oleh karena kepentingan itu, mereka menolak Yesus meskipun mereka menerima bahwa Yesus melakukan banyak mujizat (a.47).

Namun, di tengah maksud jahatnya, Kayafas tetap mengerjakan kehendak Allah. Pernyataannya menjadi salah satu penjelasan yang penting tentang makna kematian Kristus (a.51), yaitu bahwa kematian-Nya adalah cara Allah untuk keselamatan. Penjelasan itu diperluas oleh penulis Injil dalam a.52. Kematian Kristus akan berlaku bukan hanya untuk Israel melainkan untuk semua anak Allah, yaitu “mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh 1:12). Di sini kita melihat misteri kedaulatan Allah. Kristus diutus untuk menyelamatkan dunia melalui kematian-Nya. Hal itu menuntut bahwa Israel akan membunuh Dia. Apakah dengan demikian Allah menguasai para pemimpin Yahudi untuk membunuh Kristus? Ternyata tidak. Alasan mereka untuk membunuh Kristus sangat masuk akal. Tidak ada pemaksaan atau manipulasi oleh Allah. Kedaulatan Allah bekerja di tengah kehendak manusia, bukan melawan kehendak manusia.

Perikop berakhir dengan pembedaan kembali. Ada murid Yesus yang bersama dengan-Nya (a.54), orang Yahudi yang tertarik kepada-Nya (a.55-56), dan pemimpin Yahudi yang mau menangkap-Nya (a.57). Kita ditantang untuk merenungkan tempat kita. Jika kita adalah orang yang berkuasa, kita perlu merenungkan kepentingan apa yang kita berhalakan di atas Kristus. Kepentingan yang paling berbahaya adalah kepentingan lembaga gereja, di mana, misalnya, kita mendiamkan kebenaran untuk menjaga keamanan. Jika kita berada bersama dengan Kristus, kita dikuatkan bahwa Allah tetap bekerja di tengah niat jahat manusia.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Yohanes dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Yoh 11:45-57 Karya Allah di tengah kejahatan manusia

  1. Ping balik: Yoh 12:30-36 Jalan yang diajarkan kepada bangsa-bangsa « To Mentiruran

  2. abuchanan berkata:

    Saya bersyukur kalau perikop ini dapat menguatkan teman-teman dalam perjuangan. Saya setuju dengan pernyataan pak Pdt, bahwa jika anugerah dijadikan alasan untuk berdosa maka anugerah itu belum dipahami. Selamat melayani.

  3. Karya Allah tetap berlangsung di tengah kejahatan manusia atau Karya Alah di tengah kejahatan manusia. Pernyataan ini sungguh menguatkan iman, ini diungkapkan oleh teman-teman dalam persiapan kemarin di Klasis Makale Tengah. Mengapa? karena dengan demikian setiap orang percaya akan selalu kuat dan mampu berpikir positif untuk menghadapi segala kenyataan hidup termasuk hal-hal yang membuatnya menderita karena imannya kepada Yesus Kristus. Tetapi juga harus jelas bahwa Allah sama sekali tidak pernah kompromi dengan tindakan kejahatan manusia atau Allah tidak pernah kompromi dengan dosa. Jadi celakalah orang yang selalu merancang tipu muslihat bagi sesamanya, seperti yang selalu dirancang dan dilakukan oleh para teroris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s