Yoh 12:30-36 Jalan yang diajarkan kepada bangsa-bangsa

Setelah perikop minggu yang lalu, Yesus tidak bersembunyi lama di kota Efraim (11:54). Pada awal p.12 diceritakan bagaimana Yesus diurapi “mengingat hari penguburan-Ku” (12:7) lalu Yesus memasuki Yerusalem dielu-elukan orang banyak. Menurut Injil ini, besarnya orang banyak yang menyongsong Yesus itu karena kebangkitan Lazarus (12:17-18). Dalam kecemasan, orang-orang Farisi mengeluh bahwa “seluruh dunia datang mengikuti Dia” (12:19). Perkataan itu ternyata merupakan nubuatan juga, sebagaimana dilihat dalam perikop kita. Bukan hanya orang Yahudi, tetapi semua manusia, akan datang mengikuti Dia.

Wakil manusia non-Yahudi itu muncul dalam a.20. Mereka mau bertemu dengan Yesus, dan mereka dibantu oleh dua murid yang memiliki nama Yunani (Filipus dan Andreas), walaupun mereka adalah orang Israel. Di antara para murid pun ada unsur dunia non-Yahudi. Yesus menanggapi permintaan itu dengan pernyataan bahwa “telah tiba saatnya Anak Manusia dipermuliakan” (a.23). Mengapa permintaan orang Yunani menimbulkan respons itu?

Di balik perikop ini ada perikop Yes 2:1-5, yang berbicara tentang “hari-hari terakhir”, ketika “segala bangsa akan berduyun-duyun” ke gunung Tuhan. Nubuatan itu menjadi kerangka perkataan Yesus. Yoh 12:23-26 menjawab datangnya bangsa-bangsa, dan menguraikan jalan Tuhan yang disebut dalam Yes 2:3. Kemudian, dalam aa.27-33 Yesus ditinggikan, sama seperti “gunung tempat rumah Tuhan” menjulang tinggi (istilahnya sama dalam bahasa Yunani Injil Yohanes dan terjemahan Yesaya dalam bahasa Yunani). Yesus sudah menyamakan tubuh-Nya dengan Bait Allah (Yoh 2:21). Di sini peninggian Bait Allah menjadi pusat dunia digenapi dalam peninggian tubuh Yesus pada salib. Akhirnya, dalam aa.34-36 ada seruan untuk berjalan dalam terang, sama seperti Yes 2:5.

Hal itu berarti bahwa ada definisi ulang kemuliaan (alias hormat). Yesaya pun sudah menafsir kemenangan Israel yang dinantikan sebagai kemenangan damai (Yes 2:4). Yesus lebih ke akar (radikal = ke akar) lagi. Anak Manusia akan dimuliakan dengan mati seperti biji, supaya menghasilkan banyak buah (Yoh 12:24). Bahwa Yesus mendefinisikan ulang kemuliaan secara umum dijelaskan dalam kedua ayat berikut. Kita juga harus siap mati atau berkorban demi hidup yang sejati, yaitu hidup kekal, hidup pada zaman yang akan datang (a.25). Jalan Yesus adalah jalan yang harus kita tempuh; tempat Yesus pada salib adalah tempat kita (a.26). Dengan demikian hormat kita datang dari Allah, bukan dari manusia (a.26b). Demikian jalan yang akan diajarkan kepada bangsa-bangsa yang berduyun-duyun kepada Yesus.

Jalan itu sama sekali tidak mudah. Yesus sendiri terharu (a.27, mungkin lebih tepat “gelisah”, seperti terjemahan kata yang sama pada Yoh 14:1, 27). Tetapi Dia sadar bahwa demikian tugas-Nya dari Allah Bapa. Allah meneguhkan maksud Yesus dengan perkataan dari sorga, bukan karena Yesus ragu tetapi karena konsepnya menjungkirbalikkan pehamanan manusia yang biasa. Kematian Yesus akan menghasilkan banyak buah: Iblis akan dikalahkan (a.31) dan bangsa-bangsa akan datang kepada Yesus (a.32).

Dalam a.34 orang banyak tetap bingung, sekarang tentang identitas “Anak Manusia”, yang memang bukan istilah yang sebiasa istilah “Mesias”. Yesus menjawab bahwa Dia (sebagai Anak Manusia) adalah terang, dan yang penting adalah percaya kepada-Nya dan berjalan di dalam-Nya.

Cara Yesus menantang kita semua. Kuasa dan hormat menurut Yesus berbeda dengan konsep yang berlaku di masyarakat. Gereja dianggap “berhasil” ketika dipuji pemerintah atau koran, atau ketika ada sesuatu yang kelihatan (gedung yang besar dsb). Terang menurut Yesus berbeda dengan akal yang berlaku di dunia modern. Gereja dianggap “berhasil” jika melalui analisis yang tajam ada program yang meningkatkan jumlah orang, pendapatan dari persembahan, atau ukuran-ukuran yang lain. Tetapi sejarah gereja membuktikan perkataan Yesus. Yang sangat berdampak bagi misi Allah dan dianggap paling terhormat adalah orang yang menderita, mati, dihina (seringkali oleh gereja sendiri pada awalnya). Di dalam pelayanan jemaat pun hal itu sudah jelas: kasih yang sejati akan siap berkorban.

Tetapi Yesus, sesuai dengan firman Allah dalam nubuatan Yesaya, mengharapkan pelayanan kepada semua manusia, termasuk yang di luar jangkauan Injil, entah karena jauh atau karena terpinggir. Hal itu tidak akan terjadi karena hormat atau kepintaran manusia. Hormat dan akal sangat mendasar dalam kehidupan kita, dan cara kita menghadapi dunia tidak akan sama setelah kita datang kepada Dia yang ditinggikan pada salib itu.

Pos ini dipublikasikan di Yohanes dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Yoh 12:30-36 Jalan yang diajarkan kepada bangsa-bangsa

  1. Ping balik: Yoh 14:1-14 Jalan kepada Bapa « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s