2 Kor 8:1-15 Memberi demi Allah

Dalam pasal berikut (9:1) menjadi jelas bahwa yang dibahas di sini adalah pemberian kepada jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami kelaparan (bnd. juga Rom 15:26). Dari pasal berikut juga nampak bahwa Paulus memakai semangat awal jemaat-jemaat di Akhaya (Korintus adalah ibu kota propinsi Akhaya) untuk “merangsang” jemaat-jemaat di Makedonia (9:2; termasuk Tesalonika dan Filipi) untuk menyumbang dengan semangat. Makedonia menyambut usulan Paulus di luar harapan, dan sekarang Paulus memakai sambutan itu untuk merangsang kembali jemaat di Korintus, yang semangatnya mungkin terganggu oleh masalah yang muncul di antara Paulus dengan beberapa tokoh di jemaat, tetapi menurut 2 Kor 7:8-9 sudah diselesaikan.

Respons Makedonia seperti mereka menyumbang kepada keluarga sendiri—mereka mendesak untuk memberi di luar kemampuan (a.3)—padahal jemaat di Yerusalem tidak dikenal secara pribadi. Sambutan mereka adalah karena Allah (a.5). Karena Injil yang membawa mereka untuk mengenal Allah berasal dari jemaat di Yerusalem maka mereka mau mendukung jemaat itu.

Selain contoh jemaat-jemaat di Makedonia, Paulus juga menyebutkan kelebihan mereka untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki karakter untuk melakukan pelayanan kasih itu (aa.7-8). Contoh terutama adalah Kristus (a.9). Tetapi yang diminta kepada mereka tidak sebanyak yang dilakukan Kristus. Kristus menjadi miskin supaya mereka menjadi kaya. Kepada jemaat hanya kelebihan yang diminta, supaya ada keseimbangan (aa.12-13). Keseimbangan juga berarti bahwa yang menerima tidak menjadi kaya atas pemberian orang lain. Paulus mengangkat pengalaman Israel di padang gurun sebagai contohnya. Manna yang dikumpulkan menjadi sama cukupnya untuk semua.

Pengorbanan Kristus memang sungguh luar biasa, dan kita tidak mampu, dan juga tidak diminta, untuk menjadi sehebat Dia. Namun, contoh jemaat-jemaat di Makedonia tidak di luar kemampuan kita. Jika pemberian tidak seperti itu, bagaimana jalan keluarnya? Paulus jelas bahwa yang diberikan harus dengan sukarela. Jadi, yang dibutuhkan adalah jemaat yang menyadari bahwa mereka dijadikan kaya oleh pengorbanan Kristus sehingga ada kerinduan untuk memberi demi kebutuhan orang lain.

Perhatikan bahwa uang yang dikumpulkan Paulus bukan untuk kebutuhan jemaat setempat, melainkan untuk jemaat di tempat yang lain. Pemberian untuk pelayanan setempat adalah fungsi “rasa memiliki” jemaat terhadap pelayanan jemaat. Jika rasa itu kuat (dan sebaiknya demikian), jemaat sadar bahwa mereka membantu diri sendiri melalui pemberian kepada jemaat sendiri. Pemberian kepada saudara-saudara di luar lingkungan kita membuktikan bahwa kita memberi demi Allah (a.5).

Pos ini dipublikasikan di 2 Korintus dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s