1 Sam 10:1-16 Bergerak dalam Kerajaan Allah

1 Sam 8-12 menyangkut pencangkokan sistem kerajaan pada Israel yang semestinya di bawah Tuhan sebagai Raja. Untuk hal itu, p.8 dan p.12 menegaskan bahwa nabi Tuhan membawa firman Tuhan, dan bahwa raja berada di bawah firman itu, bukan di atasnya. Pemilihan Saul oleh Allah diceritakan panjang lebar dalam p.9, dan akhirnya Saul diurapi oleh Samuel dalam ayat 10:1. Tetapi otoritas firman Allah melalui nabi-Nya Samuel tetap berjalan. Aa.2-6 menubuatkan tahap-tahap berikut, dan aa.7-8 mengakhiri perkataan Samuel kepada Saul dengan dua perintah. Allah adalah raja di atas raja Saul.

Menarik bahwa tahap pertama adalah Saul dikuasai oleh Roh Kudus, seperti seorang nabi (aa.9-10). Fenomenanya mirip dengan orang yang kerasukan roh, sehingga disebut “berubah menjadi manusia lain” (a.6). Dengan dikuasai Roh Kudus, Saul akan siap untuk bergerak untuk menyelamatkan umat Israel, dan hal itu yang terjadi pada pasal berikut (11:6). Tetapi sebelum semua itu terjadi, bahkan pas setelah Saul pergi, hatinya diubah menjadi lain. Hati yang baik dan kuasa Roh Kudus membuatnya siap—semestinya—untuk tugas sebagai raja.

Soalnya, setelah dikuasai oleh Roh, yang berikut bukan yang diharapkan. Orang yang mengenal Saul mengejeknya, melihat dia menjadi seperti nabi (a.11), bahkan mereka mempertanyakan rombongan nabi itu (a.12). (Mereka mengenalnya dari dahulu karena tempat itu kurang lebih enam kilometer dari kampung halaman Saul.) Kemudian, Saul tidak langsung melakukan “apa saja yang didapat oleh tanganmu” (a.7). Sebaliknya, dia pulang (a.13). Mendengar tentang Samuel (a.14), pamannya berupaya mengorek info dari Saul—mungkin dia tahu tentang pengurapan Saul, tetapi paling sedikit dia tahu bahwa Samuel akan memilih raja Israel—tetapi Saul diam, tidak ada upaya untuk menggalangkan dukungan dari keluarga sendiri.

Apakah kita menilai Saul sabar, atau pasif, orang yang menunggu waktu Tuhan, atau orang yang takut bergerak? Karena kita tahu bahwa mulai dari p.13 dia bermasalah, mungkin yang terakhir adalah yang benar. Tetapi pada saat ini dalam penceritaan naratif belum jelas. Yang jelas ialah bahwa Tuhan memberinya semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjadi raja di bawah kuasa Tuhan, Raja yang sejati. Dalam kerajaan Kristus, sifat perjuangan berubah, tetapi hati yang diubah dan kuasa Roh Kudus tetapi dibutuhkan.

Pos ini dipublikasikan di 1 Samuel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s