Rom 10:4-13 Keselamatan bagi semua

Dalam kitab Roma, peran bangsa-bangsa muncul sejak awalnya: dalam Rom 1:5 Paulus bercerita bahwa “kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya”. Injil itu untuk semua bangsa, bukan hanya orang Yahudi. Hal itu sesuai dengan harapan PL itu sendiri (Rom 1:2; dalam 15:9-12 ada serangkaian kutipan PL yang membuktikan hal itu). Injil itu dibangun atas dasar PL, di mana Israel adalah penerima awal berkat-berkat Allah, seperti dikatakan dalam Rom 9:4-5 bahwa “mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu”. Yang dipersoalkan Paulus dalam pp.9-11 ialah, mengapa dari bangsa yang dikhususkan oleh Allah ini hanya sedikit yang percaya kepada Mesias mereka, yakni Yesus? Jawaban Paulus dimulai dalam pasal 9 dengan memperlihatkan kedaulatan Allah, yang memilih Isaak di atas Ismael dan Yakub di atas Esau. Pada akhir p.9 (aa.24-29) Paulus memperlihatkan dari PL bahwa Israel menolak Allah tetapi bangsa-bangsa akan menerima Allah, dan dalam p.11 dia sampai kesimpulan bahwa Allah menegarkan sebagian Israel “sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk” (11:25), tetapi pada akhirnya Israel juga akan bertobat. Sungguh benar bahwa jalan-jalan Allah tak terselami (11:33).

Namun, kedaulatan Allah tidak berjalan lepas dari kehendak manusia, melainkan di tengah kehendak-kehendak manusia (di situlah misteri kedaulatan Allah yang tidak meniadakan kehendak bebas manusia). Mulai dari 9:30 Paulus menguraikan masalah ketidakpercayaan Israel dari pihak Israel sendiri. Mereka mengejar kebenaran melalui usaha sendiri, daripada menerima pembenaran dari Allah (9:30-10:4). Perikop kita (10:4-13) menjelaskan keselamatan yang dinikmati bangsa-bangsa (dan sebagian Israel), dan aa.14 dst menjelaskan bagaimana keselamatan itu sampai pada bangsa-bangsa—karena ada yang membawa dan memberitakan Injil. Jadi, kedaulatan Allah yang mengerjakan maksud-Nya sampai “Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua” (11:32) diterapkan melalui manusia yang memberitakan Injil dan manusia yang menerima atau menolak pesan keselamatan itu.

Rom 10:4 menyimpulkan argumentasi Paulus bahwa cara Israel mengejar keselamatan itu salah, karena mereka tidak melihat bahwa Kristus adalah kegenapan hukum Taurat. Ayat itu juga menjadi dasar untuk penguraian Paulus yang berikut. Paulus memperlihatkan dari Taurat sendiri bahwa pembenaran terdapat dengan percaya. A.5, yang mengutip dari kitab Imamat, merujuk pada ritus-ritus yang dilakukan supaya Israel yang najis karena dosa dapat beroleh penyucian. Cara itu tepat pada waktunya (sebelum Kristus menjadi jalan pendamaian, 3:25), seandainya dilakukan dengan iman (9:32). Tetapi Taurat sendiri tidak menyembunyikan soal iman. Dalam aa.6-7 Paulus mengutip dari Ul 30:11-14 yang mengatakan bahwa firman Allah itu dekat, di dalam mulut dan hati. Maksud Musa ialah bahwa makna Taurat bukan sesuatu yang terlalu jauh atau tinggi untuk dipahami, dan hanya menuntut pengakuan di mulut dan hati yang mengasihi Allah. Mengapa Paulus menganggap bahwa firman yang dimaksud Musa sama dengan Injil? Karena Ul 30:11-14 menyusul Ul 30:1-10 yang berbicara tentang pemulihan Israel setelah dihukum Allah, termasuk pembaruan hati (Ul 30:6). Hal-hal itu yang digenapi oleh Kristus (bnd. di sini). Jadi, firman yang dimaksud Musa termasuk firman tentang Kristus.

Kedekatan firman itu dalam konteks Injil dijelaskan Paulus dalam kedua hal itu, yakni mulut dan hati. Pengakuan adalah pengakuan bahwa Kristus adalah Tuhan. Mengasihi Allah dalam hati disamakan dengan percaya bahwa Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati; hal itu sudah dibahas berkaitan dengan Abraham dalam p.4. Kesimpulan Paulus diteguhkan dengan dua nas dari para nabi dalam aa.11, 13. Dalam a.12, Paulus mengingatkan kita tentang konteks jalan keselamatan ini, yakni rencana Allah yang dimaksudkan untuk semua orang, Yahudi dan non-Yahudi.

Kita adalah penerima jalan kesemalatan itu. Kita percaya dan mengandalkan bahwa Allah bertindak untuk menyelamatkan dunia dalam Kristus, dan kita mengaku di hadapan dunia bahwa Dialah Tuhan dan Juruselamat. Kita dapat bersukacita karena kita tahu bahwa pada akhirat kita tidak akan dipermalukan melainkan diselamatkan. Oleh karena itu, kita bersyukur bahwa ada yang membawa berita Injil itu kepada kita, dan kita juga ingin supaya berita itu dibawa kepada semua orang, bukan hanya kepada kalangan sendiri. Kita juga bersyukur bahwa di balik semua kegiatan kita, Allah yang satu berkarya, yaitu Allah yang kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Roma dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s