Mzm 104:10-23 Memuji Allah Sang Pemelihara

Mazmur 104 adalah pujian Allah yang tidak hanya menjadikan dunia ini dengan hikmat (a.24) dan mengokohkannya (a.5), tetapi juga memeliharanya. Pemeliharaan bumi dalam konteks sukacita Allah (a.31), yang berdiam di atas cakrawala dan bergerak di langit (a.3—air dalam ayat ini adalah air di atas cakrawala, bnd. Kej 1:7).

Pemeliharaan Allah digambarkan terkait dengan air (aa.10-13), makanan (aa.14-15), pegunungan sebagai tempat perlindungan (aa.16-18) dan siklus hidup (aa.19-23). Dalam Kejadian 1, mahkota ciptaan adalah manusia, dan seluruhnya dapat dilihat berkaitan dengan menjadikan tempat yang cocok untuk manusia. Tema itu muncul di sini juga: pemeliharaan Allah memungkinkan manusia hidup dan bersukacita (misalnya, a.15). Tetapi sebagian besar penguraian ini tidak langsung dikaitkan dengan manusia. Allah bersukacita bukan hanya atas manusia yang benar (aa.34-35) tetapi juga atas segala perbuatan-perbuatan-Nya (a.31). Ciptaan tidak hanya berarti sejauh ada manfaatnya bagi manusia.

Selayaknya kita memuliakan dan memuji Allah karena ciptaan-Nya, bersama dengan si pemazmur. Jika demikian, semestinya kita menghargai ciptaan-Nya, bukan hanya memanfaatkannya. Sekarang, manusia berhasil begitu tidak menghargainya sehingga manfaatnya juga terancam! Pantasan pemazmur berdoa supaya orang-orang fasik tidak ada lagi (a.35). Doa itu karena tindakan-tindakan mereka mengancam sukacita Tuhan atas bumi. Lebih lagi sekarang ketika akibat-akibat ulah manusia begitu dahsyat. Kita dapat bersyukur bahwa perhatian Allah terhadap ciptaan-Nya akan berpuncak pada langit dan bumi yang baru. Hal itu adalah harapan kita, bukan upaya-upaya kita untuk mempedulikan lingkungan hidup. Apakah hal itu berarti kita dapat masa bodoh terhadap masalah-masalah lingkungan? Hanya jika kita sudah lupa bahwa Allah bersukacita atas ciptaan ini. Hanya jika kita sudah berhenti memuji-Nya karenanya.

Pos ini dipublikasikan di Mazmur dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s