Im 25:1-13 Hari Sabat untuk tanah

Perikop ini berbicara tentang tahun ketujuh dan tahun kelimapuluh, yang disebut tahun Yobel. Tahun-tahun ini adalah perluasan hari Sabat. Waktu-waktu perhentian itu merayakan berkat perhentian Allah pada penciptaan dunia (Kej 2:2). Perhentian itu dinikmati oleh manusia pada hari Sabat, dan oleh tanah pada tahun ketujuh dan tahun Yobel. Tahun Yobel juga berarti perbaikan struktur sosial Israel yang dirongrong oleh kemiskinan (Im 25:13). Demikian berkat Allah sebagai tujuan penciptaan disimbolkan dan dinikmati oleh Israel. Berkat itu yang kita harapkan dan yang untuknya kita berjuang dalam iman kepada Kristus (Ibr 4:11).

Hari Sabat menunjukkan bahwa kehidupan lebih dari pekerjaan. Makanya, pada hari Minggu kita beribadah dan juga berekreasi. Tahun ketujuh menunjukkan bahwa tanah lebih dari manfaatnya bagi manusia. Salah satu tujuan pembuangan Israel adalah supaya tanah Israel dapat menikmati tahun-tahun sabatnya (Im 26:33-35; pasal 26 menubuatkan hukuman bagi Israel jika tidak taat). Ketidakadilan yang mewarnai kehidupan Israel sebelum pembuangan juga ada dampaknya pada tanah itu.

Kehidupan modern melihat semua—manusia dan juga tanah—sebagai komoditas, sebagai sesuatu yang berguna sejauh ada manfaatnya, biasanya disebut “produktivitas”. Tahun ketujuh menunjukkan, antara lain, bahwa tanah lebih dari itu, dan perlu dihargai sebagai ciptaan Allah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Imamat dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s