Kel 23:10-12 Hari Sabat untuk manusia

Perikop ini termasuk bagian pertama (Kel. 20:22-23:33) perincian Hukum Taurat setelah perjanjian diadakan dengan Israel (p.19) dan kesepuluh firman disampaikan (p.20). Artinya bahwa aturan-aturan ini termasuk cara Israel meresponsi anugerah Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir (20:2). Bagian ini merupakan satu kali Musa menaiki gungung Sinai. Struktur bagian ini sebagai berikut:

A. Peringatan terhadap penyembahan ilah-ilah lain (20:22-23)

B. Cara menyembah Allah yang sah (20:24-26)

C. Peraturan-peraturan untuk diajukan (21:1)

D. Peraturan dimulai dengan rujukan ke tahun ketujuh (21:2)

E. Macam-macam aturan (21:3-23:9)

D’. Peraturan berakhir dengan rujukan ke tahun ketukuh (23:10-12)

C’. Peringatan untuk taat, serta peringatan terhadap ilah-ilah yang lain (23:13)

B’. Cara menyembah Allah yang sah (23:14-19)

A’. Peringatan terhadap pemyembahan ilah-ilah lain (23:20-33)

Apa gunanya analisis seperti ini? Kita melihat bahwa apa yang disebut peraturan, yang menyangkut kehidupan Israel bersama, berada dalam konteks relasi mereka dengan Tuhan. Jika dibaca dari awal sampai akhir (dan jarang hal itu dilakukan!), kita akan mulai dengan peringatan tentang ibadah kepada Allah, baru masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, kemudian diingatkan kembali tentang ibadah kepada Allah. Pembacaan demikian akan membentuk kita untuk memahami kasih kepada sesama dalam konteks kasih kepada Allah.

Dalam renungan minggu yang lalu diusulkan bahwa hari ketujuh menyimbolkan kenikmatan Allah atas ciptaan-Nya, yang ke dalamnya Israel diajak masuk dengan memelihara hari dan tahun Sabat. Ciptaan yang baik itu ditawarkan kembali kepada Israel dalam bentuk tanah perjanjian. Jadi, bahwa peraturan-peraturan ini dimulai dan diakhiri dengan rujukan pada tahun dan hari ketujuh memaknai peraturan-peraturan itu sebagai cara Israel menikmati pemberian itu sebagai berkat Allah. Israel yang menaati Kel. 23:2-23:12 akan menikmati taman Eden yang kedua. Ul 5:12-15 membawa makna yang mirip. Ayat-ayat itu menafsir hukum keempat dalam Ul 20:8-11. Pembebasan dari Mesir terjadi supaya Israel dapat menikmati berkat Allah dalam tanah perjanjian. Dalam Kel 23:10-12 dan Ul 5:12-15 kenikmatan itu termasuk perhatian kepada kaum miskin dan kaum bawah.

PB tidak mengharuskan istirahat pada hari tertentu ataupun menganggur setiap tahun ketujuh, walaupun istirahat pada satu hari adalah disiplin yang berguna, untuk mengingatkan kita bahwa tujuan hidup lebih dari pekerjaan dan kesibukan kita. Namun, dalam Kristus dan oleh kuasa Roh Kudus, kita menikmati kehidupan bersama yang semestinya mencerminkan berkat Allah, walaupun kebaikan hidup seperti dalam taman Eden belum dinikmati sampai pembaruan segala sesuatu ketika Kristus kembali. Dalam kehidupan itu ada tempat untuk semua, bukan hanya yang menonjol atau dianggap penting, tetapi juga yang miskin dan rendah.

Pos ini dipublikasikan di Keluaran dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kel 23:10-12 Hari Sabat untuk manusia

  1. kristanto berkata:

    Usulan tentang Sabat sebagai berkat karena bagian dari (tata tertib) penciptaan (Kej.2:2) sangat berkesan. Sebab jika orang memahami makna sabat itu maka sabat akan dinikmati dan dirindukan sama seperti berkat-berkat lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s