Ezra 3 Pendamaian dan Persekutuan dengan Allah

Israel mulai kembali dari pembuangan ketika Darius, raja Persia, mengalahkan Babel (539 sM). Persia memiliki kebijakan yang ramah terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Pengungsi dibantu untuk pulang, dan budaya (termasuk agama) di setiap daerah dihargai, agak seperti hukum adat diakui di Indonesia. Ezra 1-6 menceritakan pembangunan Bait Allah di Yerusalem oleh rombongan yang pertama yang kembali dari pembuangan. (Ezra sendiri hidup hampir seabad kemudian, dan baru diceritakan pada p.7.)

Pada awal p.3 rombongan itu sudah menetap di kota-kota masing-masing sehingga siap untuk berkumpul dan memulai proyek yang besar itu. Kegiatan utama Bait Allah ialah persembahan-persembahan di mezbah. Mezbah itu berada di luar gedung Bait Allah, sehingga mezbah itu dapat dibangun sebelum gedungnya dan persembahan-persembahan langsung dimulai. Itulah yang diceritakan dalam aa.2-6. Persembahan utama ialah korban bakaran (aa.2, 6). Korban yang dibakar habis itu bermaksud untuk “mengadakan pendamaian” (Im 1:4). Korban itu dipersembahkan secara teratur pada waktu pagi dan waktu petang (a.3) untuk menyatakan kehadiran Tuhan di tengah Israel yang dimungkinkan oleh pendamaian itu (Kel 29:38-43). Persekutuan dengan Allah begitu penting bagi mereka sehingga mereka tidak menghiraukan rasa takut karena penduduk di sekitarnya (a.3). Ada juga yang membawa persembahan sukarela untuk menyatakan rasa syukur kepada Allah (a.4).

Namun, tujuannya adalah pembangungan seluruhnya, dan hal itu dilanjutkan dengan pemberian untuk materi pembangunan (a.7). Dalam aa.8-13 ada acara terkait dengan perletakan dasar Bait Allah. Masih ada banyak pergumulan yang akan dihadapi yang diceritakan dalam pp.4-6, tetapi mereka memuji Allah oleh karena pertanda awal ini.

Bait Allah merupakan tempat pendamaian dan tempat persekutuan dengan Allah dan dengan sesama orang percaya. Kristus sendiri berbicara tentang Bait Allah yang dirombak dan didirikan kembali dalam tiga hari, yakni tubuh-Nya sendiri yang mati dan dibangkitkan (Yoh 2:19-20). Dan memang, Dia adalah tempat pendamaian dan persekutuan kita dengan Allah. Perkumpulan jemaat juga disebut “tubuh Kristus”, karena di dalam Kristus kita bersekutu dengan sesama orang percaya untuk menyembah Allah (1 Kor 3:16-17).

Oleh karena itu, kita dapat memuji Allah karena pendamaian sudah diadakan dan kita dapat bersekutu dengan Allah dalam Kristus. Dalam persekutuan jemaat kita juga dapat membawa persembahan sukarela, dalam bentuk apapun yang cocok, entah pemberian atau syukur atau nyanyian. Dari satu segi tidak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk membangun Bait Allah, karena Kristus sudah bangkit. Hanya ini yang dapat kita lakukan, yaitu membangun jemaat-jemaat di mana Kristus dipercaya dan dipuji (1 Kor 3:9-15). Semoga keberanian dan semangat rombongan Israel pada saat itu mendorong kita untuk mendirikan persekutuan-persekutuan baru dan menguatkan persekutuan-persekutuan lama supaya pujian kepada Allah makin bertambah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Ezra dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s