Bil 1:1-16 & 26:52-65 Peringatan untuk percaya

Bil 1:1 terjadi dalam tahun yang kedua sesudah Israel keluar dari tanah Mesir. Israel sudah menjadi umat Tuhan melalui perjanjian (Keluaran 19-24), Kemah Pertemuan sudah dibuat sebagai tempat hadirat Tuhan (Keluaran 25-40), dan sistem persembahan sudah diatur supaya Tuhan dapat hadir di tengah umat yang berdosa (kitab Imamat). Sudah waktunya Israel berangkat ke tanah perjanjian untuk menerima janji-janji Tuhan. Untuk hal itu Musa disuruh untuk menghitung jumlah orang yang dapat berperang (aa.2-3). Israel berperang sebagai bagiannya dalam menikmati janji Allah. Pemberian tanah itu bukan upah dari perang, seperti uang adalah upah dari pekerjaan. Perang itu bukan andil Israel, seakan-akan Allah tidak sanggup untuk memberikan tanah itu tanpa pertolongan dari Israel. Sebaliknya, perang Israel hanya dapat berhasil jika Allah berperang bagi Israel. Perang adalah cara Israel terlibat dalam pemberian itu. Israel tidak dapat menikmati tanah Israel kecuali mereka masuk ke dalamnya, dan mereka tidak dapat memasukinya tanpa memerangi bangsa-bangsa yang ada di sana. Sama halnya untuk kita sekarang. Kita menuju tanah perjanjian kita, yaitu langit dan bumi yang baru. Hal itu hanya mungkin karena Kristus sudah berperang bagi kita pada salib. Cara kita terlibat dalam janji itu sekarang adalah perjuangan rohani seperti dalam Ef 6:10dst. Hanya, bukan hanya laki-laki yang dewasa yang dicatat, tetapi semua: suami dan isteri, orang tua dan anak, tuan dan hamba (bnd. Ef 5:21-6:9).

Bil 26:52 terjadi sesudah 40 tahun pengembaraan di padang gurun. Penggenapan janji Allah dalam bentuk pembagian tanah kepada suku-suku menjadi alasan untuk pencatatan lagi (a.53). Tetapi yang dicatat kali ini dan yang dicatat di atas lain. Satu angkatan mati di padang gurun (aa.64-65). Dalam pp.13-14 kita membaca bagaimana Israel takut menaati perintah Allah untuk memasuki tanah perjanjian. Karena ketakutan itu, pemberian Allah tidak dinikmati oleh angkatan itu. Apakah hal itu berlaku dalam PL saja? Tidak. Penulis kitab Ibrani mengangkat kejadian itu sebagai peringatan untuk kita juga (Ibr 3:16-19). Dalam PB juga tidak ada jalan yang lain untuk menikmati janji Allah kecuali melibatkan diri di dalamnya, yaitu dengan hidup yang tertuju pada taat dan percaya. Meskipun kita mengaku menerima janji Allah, pencatatan oleh Allah bukan jaminan mutlak jika secara tersirat kita menolaknya, dalam sikap dan tindakan yang sama seperti Israel dalam Bilangan 13-14 tidak percaya pada Allah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Bilangan dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bil 1:1-16 & 26:52-65 Peringatan untuk percaya

  1. kristanto berkata:

    Untuk mengerti amanat teks dan relevansi/amanat khotbah dari perikop ini butuh penguasaan PL dan PB, dan bpk memiliki itu sehingga mudah menemukan dan mengertinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s