Yoh 3:22-36 Meresponsi Anak Allah yang ada di atas semuanya

“Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya”—dua kali Yohanis mengucapkan pernyataan ini dalam a.31. Pernyataan ini meneguhkan penerimaan Yohanis bahwa Kristus harus makin besar dan Yohanis makin kecil (a.30), seperti digambarkan dalam aa.22-26. Yohanis tidak muncul lagi dalam Injil ini (hanya kesaksiannya disebutkan beberapa kali), dan aa.31-36 ini merupakan kesaksian terakhir sang saksi Terang yang sesungguhnya (1:7, 9).

Dalam aa.31-34 Yohanis berbicara tentang Yesus sebagai nabi, tetapi nabi yang datang dari sorga sehingga kesaksian-Nya tentang hal-hal sorgawi adalah sebagai saksi mata, beda dari Yohanis yang hanya dapat berbicara sebagai orang yang berasal dari bumi. Dalam a.34 Yesus adalah utusan Allah yang menyampaikan firman Allah, sama seperti Yohanis, sehingga menolak kesaksian Yesus adalah menolak kejujuran Allah sendiri (a.33). Hanya, Yesus melebihi nabi-nabi yang lain karena Dia dikaruniakan Roh Allah tanpa batas (bnd. 1:32-33). Hal itu terjadi karena Yesus juga adalah anak Allah yang kepada-Nya Allah memberi “segala sesuatu” tanpa batas (a.35). Istilah “anak Allah” dari satu segi sama dengan Mesias, yaitu utusan Allah yang mewakili kerajaan Allah di bumi. Sebagai Mesias Yesus dapat menerima bukan hanya Roh Kudus tetapi juga “segala sesuatu” yang diperlukan dalam rangka mewujudkan damai sejahtera Allah dalam dunia-Nya (bnd. Yes 9:1-6; 11:1-10). Dari “segala sesuatu” itu, Injil ini berfokus pada hidup yang kekal, yaitu kuasa untuk menjadi pewaris kerajaan Allah itu. Yang diberikan kepada Yesus bukan hanya firman Allah, tetapi juga hidup kekal itu (bnd. 10:28-29).

Namun, karena anak Allah ini datang dari sorga, artian keanakan-Nya melebihi apa yang diharapkan dari PL tentang Mesias. Hal itu sudah diangkat dalam 1:14-18 dan diuraikan lebih jauh dalam 5:19-47. Melihat Yesus adalah melihat Bapa-Nya. Kuasa untuk menjadi pewaris kerajaan Allah adalah kuasa untuk menjadi anak Allah di dalam Sang Anak itu (1:12-13). Dengan demikian, akibat dari dua respons terhadap Yesus masing-masing dahsyat. Orang yang percaya kepada Anak menerima hidup kekal (a.36a), artinya bukan hanya hidup tanpa batas tetapi hubungan dengan Allah sebagai anak, suatu hubungan yang akan menyatakan dan menyempurnakan harkat kita sebagai manusia. Sebaliknya, orang yang menolak kesaksian Yesus tidak hanya menolak seorang nabi tetapi menolak Anak Allah, sehingga tidak melihat hidup (alias berada dalam kegelapan dan kemanusiaannya makin lama makin hancur), karena berada di bawah murka Allah (a.36b).

Semoga Natal ini membawa penerimaan Yesus yang terwujud dalam cara hidup yang sudah mulai beraroma kekekalan. Sampai jumpa kembali dalam tahun baru.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Yohanes dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Yoh 3:22-36 Meresponsi Anak Allah yang ada di atas semuanya

  1. menemani berkata:

    Menurut saya, bahkan lebih dari “beraroma”, kalahiran dan kehadiran Yesus dalam hidup kita mewujud dalam cara hidup yang sudah “bernilai kekal”! Benar, seperti lirik sebuah lagu… hidup kita bagai buku yang terbuka, dan tiap orang pembacanya.Tuhan memberkati!

    :)eva kristiaman

  2. abuchanan berkata:

    Terima kasih, bapak, selamat Natal dan sampai jumpa.

  3. Marthen Lius berkata:

    “Semoga Natal ini membawa penerimaan Yesus yang terwujud dalam cara hidup yang sudah mulai beraroma kekekalan” ungkapan yang sungguh luar biasa ini kiranya mengubah cara hidup saya dan setiap orang yang membacanya/mendengarnya. selamat Natal untuk semua, selamat Natal buat bapak Andrew, Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s