Mazmur 122 Doa bagi umat Allah demi sesama

Mengapa ada sukacita ketika ada usulan untuk pergi ke rumah Tuhan (a.1)? Ketika peziarah sampai di Yerusalem (a.2) jawabannya jelas. Yerusalem “bersambung rapat”, artinya, biar semua yang lain di dunia ini hancur, Yerusalem akan tetap berdiri (a.3). Rumah Tuhan juga adalah tempat yang ditentukan Allah untuk bersyukur kepadanya (a.4). Yang disyukuri ialah pengadilan Tuhan, yaitu bahwa melalui raja-Nya Allah menata kembali dunia yang kacau (a.5). Jadi, boleh disimpulkan bahwa dalam Mazmur ini Yerusalem adalah pusat dunia dan benteng terhadap kehancuran dunia.

Oleh karena kedudukan Yerusalem yang demikian, ada kerinduan untuk mendoakan Yerusalem (a.6a). Yerusalem adalah pusat sentosa dan kesejahteraan (syalom), sehingga mendoakan Yerusalem berarti mendoakan semua yang mencintai Yerusalem dan yang ada di dalam lingkungannya (a.6b-7). Dalam a.8 saudara-saudara si peziarah barangkali termasuk pencinta Yerusalem, tetapi teman-teman (= sesama, Ibrani rea’) yang belum tentu orang Israel juga akan beruntung dari kesejahteraan Yerusalem. Di balik semuanya, Allah hadir di tengah Yerusalem, sehingga kebaikan bagi Yerusalem berarti Allah tetap hadir dan memberkati (a.9).

Bagaimana memahami Mazmur yang Yerusalem-sentris ini? Kita perlu mengingat bahwa fungsi Rumah Tuhan sudah diambil alih oleh Kristus sebagai tempat Allah hadir dan menata kembali dunia yang kacau ini. Sekarang jemaat adalah umat yang tinggal di sekitar Rumah Tuhan itu. Jadi, berdoa bagi Yerusalam berarti berdoa untuk jemaat. Hal itu bukan hanya untuk kebaikan jemaat. Sebagai sarana pembaruan dunia, jemaat yang sentosa, artinya, yang hidupnya mencerminkan Kristus yang hadir di tengahnya, adalah harapan semua orang, entah di dalam atau di luar lingkup gereja. Kita mendoakan gereja karena Kristus hadir di tengahnya sebagai sumber berkat bagi dunia.

Sukacita dan doa kita mencerminkan di mana pusat cinta kita. Dalam mazmur ini pusat cinta si peziarah adalah hadirat Allah di Yerusalem, atau dalam konteks PB hadirat Allah dalam Kristus di tengah jemaat. Cinta itu tidak bertentangan dengan cinta kepada sesama melainkan mendukungnya, karena di dalam Kristus ada berkat dan ada pengharapan bagi dunia. Kristus tidak kelihatan dan jemaat-Nya tersebar luas, tetapi dalam mazmur ini melalui mata si peziarah kita bisa membayangkan sukacita dan rasa kagum atas hadirat Allah di tengah umat-Nya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mazmur dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mazmur 122 Doa bagi umat Allah demi sesama

  1. Marthen Lius berkata:

    Semua orang pasti mendambakan terwujudnya damai sejahtera dalam hidupnya, tetapi masalahnya tidak semua orang tahu atau percaya berita/pesan Firman Tuhan seperti yang terungkap dalam Mzm. 122: 6b “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa”
    Para pecinta mamon akan berupaya dengan berbagai cara untuk mendapatkan harta, halal atau tidak karena menurutnya itulah cara menemukan damai sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s