Luk 4:1-13 Yesus telah mengalahkan Iblis

Walaupun kita dapat belajar dari pencobaan Yesus, ada sesuatu yang lebih dalam lagi di dalamnya. Setelah dibaptis dalam Roh dan diutus oleh Bapa-Nya di sorga (Luk 3:21-22), Yesus, sebagai anak Daud (3:31) harus melawan musuh umat Allah yang terlalu kuat untuk umat Allah, sama seperti Daud melawan Goliat. Sebagai anak Abraham (3:34) ketaatan-Nya harus diuji sama seperti Abraham diuji (Kej 22:1; cerita itu disinggung dalam 3:22 dalam kata “Anak-Ku yang Kukasihi”). Pencobaan pada dasarnya adalah keadaan dari dalam atau dari luar yang menjadi alasan (dalih) untuk tidak taat kepada Allah. Sebagai anak Manusia (3:38), musuh yang harus Dia lawan tidak lain dari si Pemfitnah, si Iblis, yang menggoda Adam dan Hawa. Semuanya dilakukan di padang gurun selama 40 hari, tempat Israel dicobai selama 40 tahun dan gagal. Bagaimana hasilnya Mesias yang baru diurapi ini?

Dari pemakaian present tense untuk kata “dicobai” ada kesan bahwa pencobaan itu berlangsung selama 40 hari. Bagaimanapun juga, setelah 40 hari Yesus lapar. Katanya kalau berpuasa lama, setelah beberapa hari pertama rasa lapar itu hilang selama hanya lemak yang dibakar untuk kebutuhan tubuh. Tetapi jika lemak dalam tubuh sudah habis, ototlah yang mulai dimakan tubuh, dan rasa lapar yang dahsyat muncul, dahsyat karena menyangkut hidup dan mati. Rasa lapar itu yang melanda Yesus pada saat ini. Selain bahwa hal itu menjadi pintu masuk untuk pencobaan yang pertama, kita melihat bahwa Yesus sudah masuk ke ranah paling rawan untuk dicobai, yaitu pada keadaan lemas dan terganggu oleh kebutuhan yang besar. Dalam konteks seperti itu saya dengan paling mudah membenarkan kegagalan saya. Dalam konteks itulah ketaatan Yesus dicobai.

Pencobaan pertama menyangkut kelaparan tadi. Yesus mengutip dari Ul 8:3, di mana dijelaskan bahwa Allah menguji Israel selama 40 tahun di padang gurun, termasuk membiarkan mereka lapar supaya mereka sadar bahwa dasar kehidupan adalah firman Allah, bukan makanan. Kita menganggap bahwa jika orang bisa makan dia bisa hidup. Tetapi Allah mau Israel belajar bahwa jika Israel taat kepada firman Allah baru Israel bisa hidup. Hawa gagal di situ: buah pohon dianggap “baik untuk dimakan” (Kej 3:6) walaupun dilarang. Kelaparan mewakili semua nafsu, hal-hal yang baik pada tempatnya tetapi ketika mendesak bisa membenarkan banyak hal. Yesus membuktikan bahwa manusia bukanlah budak dari nafsu-nafsunya.

Pencobaan kedua dalam urutan Lukas adalah penawaran kuasa duniawi kepada Yesus. Karena si Iblis adalah pembohong, tidak usah dipercaya bahwa dia berhak untuk memberikan kerajaan-kerajaan dunia kepada Yesus. Yang diperlihatkan adalah kemuliaan kerajaan-kerajaan. Jika pencobaan pertama menyangkut pribadi, pencobaan ini menyangkut ranah sosial. Yang tidak diperlihatkan ialah sisi gelap kerajaan-kerajaan itu, tanggung jawab sebagai pemimpin dsb, yang menuntut jalan lain, yaitu salib. Tetapi yang memang muncul adalah syaratnya, yaitu Iblis disembah. Ul 6:13 menjadi tangkisan Yesus. Dengan demikian, kita melihat bahwa mengejar kesemarakan adalah penyembahan berhala. Sejak Hawa melihat bahwa buah pohon itu “sedap kelihatannya” hal itu menjadi penggodaan manusia. Tetapi Yesus membuktikan bahwa manusia dapat menyembah Allah saja.

Pencobaan ketiga menyangkut apakah Yesus akan mencobai Allah. Yesus mengutip dari Ul 6:16, di tengah penegasan Musa tentang pentingnya beribadah kepada Tuhan saja seperti di atas, bukan kepada ilah-ilah yang lain. Ul 6:16 merujuk pada peristiwa di Masa yang diceritakan dalam Kel 17:1-7. Israel baru diselamatkan dari tentara Mesir (Kel 15), dan juga sudah mulai menerima berkat manna sebagai makanan (Kel 16). Air yang dipersoalkan dan dijawab Tuhan pada awal p.17. Dalam kesimpulan Kel 17:7, inti mencobai adalah pertanyaan, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” Orang yang mempertanyakan kehadiran Allah, ia sudah siap pindah kepada ilah lain. Itulah inti pencobaan dalam ranah religius: beranjak dari keraguan yang mau membuktikan kehadiran Allah. Di tengah kelaparan yang dahsyat Yesus tetapi yakin bahwa Allah hadir dan menyertai-Nya.

Jadi, sebagai Anak Allah, Mesias, Yesus telah mengalahkan musuh besar umat Allah. Ternyata Iblis tidak berkuasa mutlak atas kerajaan-kerajaan manusia, karena ada satu manusia, Yesus, yang dalam kuasa Roh Kudus telah mengalahkannya. Kita ikut di dalam kemenangan Kristus itu. Sebagai anak Abraham, Yesus sudah menempuh ketaatan dalam jalan yang berat menuju salib. Di mana Israel, bahkan seluruh Israel, gagal, Yesus berhasil.

Setelah gagal tiga kali Iblis mundur, menunggu waktu yang baik. Dalam Luk 22:3 Satan masuk ke dalam Yudas. Menghadapi salib Yesus dicobai kembali. Tetapi Dia sudah diuji dan menang pada awal pelayanan-Nya. Semoga dalam kuasa Roh Kudus kita ikut dalam jejak-Nya.

Pos ini dipublikasikan di Lukas dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Luk 4:1-13 Yesus telah mengalahkan Iblis

  1. Yober Sulu'padang berkata:

    bagaimana Yesus dicobai yang diawali dengan soal makanan(hawa nafsu). salah satu tantangan bagi semua pada saat ini aalah hawa nafsu/keserakahan. segalanya dalam pandangan manusia selalu mendapat pembenaran diri, lupa bahwa pembenaran diri = mengindar dari kesalahan. trima kasih atas pelayanan Tuhan berkati

  2. Marthen Lius berkata:

    Iblis telah menyingkir, tetapi ia masih menunggu waktu yang baik untuk beraksi. karena itu jangan lengah. Bersama Yesus sang Pemenang, kita pun pasti menang. Syalom, Tuhan memberkati.

  3. elen yusuf p berkata:

    sifat manusiat yg sangat mencolok ialah tdk pernah merasa puas. keserakahan akn memudahkan mc jth ke dlm pencobaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s