Mal 3:6-12 Pertobatan melalui persembahan

Maleakhi menulis pada waktu kecemasan rohani. Israel sudah lama kembali dari pembuangan, dan Bait Allah telah dibangun kembali, tetapi ritus dilakukan dengan setengah hati (1:8, 12), Israel merasa kurang diberkati (2:13). Di balik itu, umat meragukan kasih (1:2), kuasa (1:5, 14) dan perhatian Tuhan (2:17; 3:14). Di balik tanggapan Tuhan adalah rencana-Nya. Dia telah memilih Yakub (1:2-3) dan akan bertindak dengan tegas dengan memurnikan umat-Nya (3:1-3; 4:1) supaya rencana-Nya terwujud, yaitu umat yang berkenan di hadapan-Nya (4:2). Dalam rangka itu Allah berfirman tentang persembahan, sebagai salah satu gejala iman, sekaligus pintu masuk untuk pertobatan.

Penggalian Teks

Banyak bagian dalam kitab ini merupakan dialog. Aa.6-7 mengungkapkan perlunya pertobatan, dan berakhir dengan pertanyaan tentang bagaimana caranya bertobat. Aa.8-12 menjawab pertanyaan itu dengan satu dialog lagi yang berfokus pada soal persembahan.

Sama seperti kitab ini secara keseluruhan (bdk. 1:2), perlunya pertobatan dilandasi bukan pertama-tama pada dosa manusia melainkan anugerah Allah. A.6 merujuk pada rencana Tuhan: karena Tuhan tidak berubah, yaitu karena tujuan-Nya tetap, maka Israel masih memiliki masa depan dengan Tuhan, walaupun mereka sejak dahulu tidak taat (a.7a). Dasar pembaruan Israel adalah anugerah Tuhan, bukan inisiatif manusia. Namun, anugerah Tuhan bertujuan berkat untuk manusia, sehingga manusia harus terlibat di dalamnya. Itulah maksud dari seruan untuk kembali kepada Tuhan dalam a.7b. Dengan demikian Tuhan akan kembali kepada Israel, bukan dalam artian akan mulai peduli tentang mereka, tetapi dalam artian bisa mencurahkan berkat atas mereka. Dengan pertanyaan Israel (tulus atau tidak), Tuhan menunjukkan satu bidang hidup yang paling erat kaitannya dengan iman.

Tuhan memulai jawaban-Nya dengan tuduhan menipu. Ketika ditanya, cara penipuan menyangkut persepuluhan dan persembahan khusus. Mal 1:7-8, 13-14 mempersoalkan kualitas binatang yang dibawa sebagai kurban, tetapi persepuluhan dan persembahan khusus menyangkut seberapa banyak yang diberi. Penipuan terjadi dalam persepuluhan jika yang diberi itu di bawah 10 persen. Oleh karena penipuan itu, mereka mengalami berbagai masalah yang mewarnai seluruh kitab ini. Masalah-masalah itu dimaksud sebagai peringatan, tetapi peringatan itu tidak dihiraukan (a.9). Jadi, seruan yang berikut adalah untuk membawa persepuluhan yang utuh, sehingga ada kecukupan untuk imam-imam yang hidup dari persediaan itu (a.10a).

Dengan demikian mereka diminta untuk menguji apakah Tuhan adalah penipu atau tidak. Jika mereka taat dalam soal persepuluhan, maka akan ada berkat tercurah (a.10b), dan hama terhalang (a.11). Mereka akan mengalami berkat, dan menjadi perhatian bagi bangsa-bangsa (a.12). Jadi, cara bertobat adalah memberi persepuluhan sepenuhnya, dan dengan demikian Israel dapat mengalami berkat Allah dalam penghasilan mereka.

Maksud untuk pembaca

Dalam perikop ini Allah mau mengajak jemaat untuk bertobat melalui persembahan supaya menerima berkat Allah. Adalah penting dimengerti bahwa pertobatan lebih mendasar daripada persembahan, tetapi sebaliknya kadar iman tidak bisa dilepaskan dari persembahan. Tujuan perikop ini adalah persembahan sebagai pernyataan atau penghayatan pertobatan, atau dengan kata lain, pertobatan yang bermuara pada tanggung jawab yang jelas untuk urusan Tuhan.

Cara dialog dipakai untuk membongkar sikap Israel yang belum sadar tentang andil mereka dalam kondisi mereka. Dengan cara itu kita melihat juga bahwa Allah tidak hanya menegor mereka, tetapi juga mengungkapkan isi hati-Nya, karena tujuan-Nya memulihkan relasi dengan mereka, bukan memaksakan ketaatan formalistik.

Makna

Pertobatan dengan mudah dimengerti sebagai cara manusia meraih berkat dari Tuhan. Jika kalimat “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu” dibaca di luar konteks yang dijelaskan di atas, bisa saja ditafsir demikian. Tetapi prioritas anugerah secara umum dilihat dalam beberapa hal. Tentu, yang pertama ialah bahwa Tuhan menciptakan manusia. Kemudian, rencana keselamatan dimulai dengan Abraham yang dipanggil secara tiba-tiba, bukan sebagai respons terhadap kebaikan ataupun pertobatan Abraham tetapi atas inisiatif Allah belaka. Israel juga diselamatkan dari Mesir karena rencana Allah, bukan karena mereka sudah bertobat. Baru setelah diselamatkan, hukum Taurat disampaikan supaya keselamatan itu dapat mereka hayati.

Kita sudah melihat bahwa penyusunan kitab Maleakhi dan perikop kita sejalan dengan itu. Ada satu hal lagi. Fungsi Maleakhi sebagai nabi adalah wujud inisiatif Allah. Karena sudah memiliki relasi dengan Israel dalam perjanjian, Allah mengungkapkan isi hati untuk memulihkan relasi itu.

Dalam PB unsur anugerah menjadi makin jelas dalam kematian dan kebangkitan Kristus bagi kita, tetapi unsur berkat dan penghayatan anugerah mengalami pergeseran. Kata Paulus dalam Gal 3:14, intisari berkat Allah adalah pemberian Roh Kudus. Dalam konteks-konteks yang cukup berat, seperti bencana atau penganiayaan, tinggal berkat itu sebagai sumber sukacita kita, dengan berkat Allah yang sepenuhnya sebagai janji untuk dunia baru. Jadi, setelah ditangkap Yesus menderita, haus dan akhirnya mati. Namun, dalam konteks yang lain Yesus mengalami apa yang Dia ajarkan, yaitu bahwa makanan dan pakaian ditambahkan kepada orang yang mencari Kerajaan Allah (Mt 6:33). Bentuk janji Maleakhi bagi Israel pada saat itu, yaitu kelimpahan panen dan pencegahan hama, spesifik untuk pendengarnya. Tetapi yang diungkapkan di dalamnya adalah kemurahan Allah. Allah mau supaya kita mengalami berkat yang berpusat pada Dia. Jemaat yang bertobat dan mencari Allah akan mengalami tingkap-tingkap langit terbuka, dan masalah-masalah mengecil, entah apa persisnya bentuk berkat itu.

Pos ini dipublikasikan di Maleakhi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s