Bil 27:12-23 Pemimpin dipilih Allah sebagai gembala [17 Juli 2011]

Dalam Bil 20:12 Musa dan Harun diberitahu bahwa mereka tidak akan masuk ke tanah perjanjian. Dalam 20:22-26, kematian Harun diceritakan serta penggantiannya dengan Eleazar. Pada awal p.26 perjalanan Israel selesai. Mereka sudah diantar Tuhan melalui berbagai ancaman dan bahaya dengan selamat, sehingga waktunya untuk memasuki tanah perjanjian dekat. Hal itu disinyalir dengan perhitungan Israel yang kedua kalinya dalam p.26, sebagai persiapan untuk pembagian tanah (26:52-27:11). Jadi, muncullah dalam perikop ini soal pengganti Musa.

Penggalian Teks

Setelah salah satu masalah pembagian diselesaikan dalam perikop sebelumnya, Tuhan mengingatkan Musa tentang keputusan-Nya dalam Bil 20:12 itu dengan tambahan bahwa Musa akan memandang negeri Israel dari jauh (aa.12-14). Hal itu baru diceritakan pada akhir kitab Ulangan, tetapi Musa langsung mengangkat masalah penggantinya. Aa.15-23 membahas soal itu, dengan permintaan Musa (aa.15-17), jawaban Tuhan (aa.18-21), dan pelantikan Yosua (aa.22-23).

Tentang soal itu Musa berdoa, artinya, membawa persoalan itu kepada Tuhan. Permintaan Musa mulai dengan mengingatkan Allah bahwa Dia menciptakan dan mengenal roh dari semua orang, sehingga Dia yang paling layak menentukan siapa penggantinya (a.16). Tetapi pula Musa tidak segan mengangkat kriteria untuk pemimpin ini (a.17). Kata “mengepalai” menerjemahkan kata “di depan”. Gambarannya bahwa pemimpin ini akan mendahului Israel dalam keluar dan masuk, sama seperti seorang gembala dengan domba-dombanya.

Allah segala roh itu menjawab bahwa Yosua adalah orang yang penuh roh (a.18). Acara untuk mengutus Yosua digambarkan dalam aa.18-22. Tujuannya muncul dalam a.20, yaitu supaya sebagian wibawa (biasa diterjemahan “keagungan”, tetapi “wibawa” cocok dalam konteks ini) Musa diserahkan kepada Yosua. Musa memperlihatkan perkenannya atas Yosua dengan memberi perintah dan meletakkan tangan di depan umat. Imam sebagai perantara keputusan Allah membuktikan perkenan Allah dengan memakai Urim. Pentingnya wibawa sederhana: supaya umat mendengarkan Yosua.

Aa.22-23 melaporkan pelaksanaan acara itu, dengan tekanan pada awal dan akhir bahwa semuanya sesuai dengan firman Tuhan. Namun, Yosua belum berperan aktif sampai Musa mati. Beda dengan Eleazar yang dilantik pas ketika Harun mati, Yosua dilantik ketika Musa masih aktif. Alasannya mungkin bahwa wibawa Musa begitu unik sehingga dia diperlukan untuk penggantian ke generasi kedua.

Maksud bagi pembaca

Secara khusus perikop ini menjunjung tinggi Musa dan Yosua, sebagai pemimpin perdana dan penerus pertama umat Israel yang diselamatkan dari Mesir. Padanannya dalam PB adalah Yesus, Dia yang lebih besar dari Musa itu (Ibr 3:3; antara lain karena tidak ada dosa-Nya seperti Musa sehingga dilarang untuk mencapai janji Allah). Dialah Gembala Agung, yang menjaga kawanan dombanya dalam segala keluar-masuknya.

Tetapi tentu di dalam teladan pemimpin pertama, Allah juga menyampaikan beberapa pokok umum tentang kepemimpinan seterusnya, yaitu, pemimpin dipilih oleh Allah sebagai gembala yang akan didengarkan oleh karena wibawanya yang datangnya dari Allah.

Di balik itu, kedaulatan Allah ditunjukkan dengan pola yang sangat lazim dalam Alkitab, yaitu suatu tindakan diperintah lebih dulu oleh Allah, baru dilaporkan pelaksanaannya “seperti yang difirmankan Allah”.

Makna

Penggembalaan menjadi kiasan yang lazim untuk kepemimpinan dalam PL. Gembala membawa kawanannya kepada rumput dan air, dan melindunginya dari bahaya (bdk. Mzm 23). Gembala diikuti karena kawanannya sadar bahwa kehidupan mereka bergantung pada gembalanya. Dengan demikian, kiasan ini merujuk pada gaya kepemimpinan yang tidak berdasarkan pemaksaan. Dengan demikian wibawa menjadi pokok. Tanpa domba percaya bahwa pemimpin akan memimpin ke tempat yang baik dan melindungi umat dari bahaya, mereka tidak akan mendengarkan. Apa itu “tempat yang baik” dan “melindungi” tergantung umat yang dipimpin. Bagi Israel sebagai bangsa yang teokratis, tempat yang baik adalah tanah perjanjian, dan perlindungan termasuk perlindungan dari bangsa-bangsa musuh disekitarnya. Tetapi Israel juga perlu dilindungi dari bahaya penyelewengan dari hukum Tuhan. Ketidaktaatan adalah musuh dari dalam yang lebih berbahaya daripada musuh dari luar. Gembala Agung memimpin jemaat ke tempat yang paling baik, yaitu dunia yang baru, dan membela kita dari serangan Iblis, dunia dan daging. Pemimpin (pelayan) jemaat bertugas untuk membawa jemaat kepada Gembala Agung, dan melindungi jemaat dari bahaya iman, misalnya ajaran palsu dan dosa yang dibiarkan berkembang.

Pos ini dipublikasikan di Bilangan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s