Zakh 4:1-14 Kuasa Allah akan mewujudkan rencana Allah [24 Juli 2011]

Nabi Zakharia mulai bernubuat bersamaan dengan nabi Hagai, pada tahun kedua zaman Darius, yaitu tahun 520 sM, hampir 20 tahun setelah rombongan kembali dari Babel di bawah pemerintahan raja Koresh. Kisahnya dapat dibaca dalam kitab Ezra pp.1-6, khususnya bahwa pembangunan Bait Allah mandek selama zaman Koresh (Ezr 4:5). Raja yang kemudian, Darius, ternyata pemimpin yang lebih baik, dan Ezr 5:1-2 menceritakan bagaimana pembangunan itu didorong kembali oleh nabi Hagai, nabi Zakharia, serta Zerubabel, bupati Yehuda (Hag 1:1) dan Yosua, imam besar (Hag 1:1). Bait Allah itu selesai pada tahun keenam zaman Darius (Ezr 6:15), yaitu 516 sM.

Zakharia pp.1-6 menceritakan serangkaian penglihatan yang terjadi pada tahun kedua itu, pada saat Israel harus memilih antara mencari aman atau memegang pengharapan baru setelah hampir dua dekade frustrasi. Penglihatan pertama menyampaikan murka Allah terhadap bangsa-bangsa yang tenang (1:15). Penglihatan kedua dan ketiga diringkas dalam 2:12, “Dan TUHAN akan mengambil Yehuda sebagai milik-Nya di tanah yang kudus, dan Ia akan memilih Yerusalem pula”. Penglihatan keempat dam kelima menyemangati kedua tokoh yang mau dipakai Tuhan pada saat itu, yakni Yosua (p.3, tetapi juga disinggung dalam 4:14) dan Zerubabel (p.4, perikop kita, tetapi juga disinggung dalam 3:8b). Penglihatan keenam dan ketujuh berbicara tentang penyucian umat Allah melalui penghukuman (5:1-4) dan pembuangan dosa (5:5-11). Penglihatan kedelapan merujuk pada penglihatan yang pertama, tetapi sekarang roh Tuhan tenteram. Kedelapan penglihatan ini menyampaikan rencana Allah untuk memulihkan umat-Nya, suatu rencana yang mau diwujudkan melalui Yosua dan Zerubabel itu.

Penggalian Teks

Ada tiga bagian perikop ini. Isi penglihatan disampaikan dalam aa.1-3. Penjelasan pertama, mengenai “semuanya”, terdapat dalam aa.4-7, dengan suatu komentar dalam aa.8-10. Penjelasan kedua, tentang kedua pohon zaitun, terdapat dalam aa.11-14.

Penglihatannya terjadi dalam keadaan yang mirip dengan tidur (a.1). Yang dilihat Zakharia ialah sebuah kandil dengan empat puluh sembilan suluh, tersusun di atas tujuh pelita dengan tujuh corot masing-masing. Ketujuh pelita itu tersusun di atas tempat minyak, bahan bakarnya. Minyaknya dari pohon zaitun, yang disimbolkan dengan ukiran di sebelah kanan dan kiri.

Zakharia langsung menanyakan artian dari penglihatan itu (a.4). Penjelasan yang berikut berbicara tentang Zerubabel. Kuasa yang akan menjamin bahwa Zerubabel berhasil menyelesaikan pembangunan Bait Allah ialah roh Allah, bukan kemampuan Zerubabel (a.6). A.7a menegaskan hal itu dengan suatu gambaran: gunung tidak mungkin diratakan oleh Zerubabel, tetapi akan menjadi tanah rata oleh karena kuasa Allah itu. A.7b membayangkan sorak Israel ketika Bait Allah selesai. Batu utama mungkin mirip fungsinya dengan baru peringatan pada gedung modern yang di atasnya tertulis tanggal dan tokoh yang meresmikan gedung itu. Kalau begitu, yang dinubuatkan dalam a.7 itu adalah upacara peresmian Bait Allah. Pada zaman itu batu utama sering dilapisi dengan permata dan/atau logam mulia seperti emas. Ada usulan yang menarik yang mengaitkan permata yang bermata tujuh dalam 3:9 dengan batu utama dalam a.7, dan penglihatan dalam aa.2-3 dengan ukiran pada permata/batu itu. Kalau begitu, penjelasan aa.6-7 ini lebih nyambung. Penglihatan itu menyangkut batu utama yang melambangkan penyelesaian Bait Allah. Sama seperti pelita bersumber pada minyak, terang yang dibawa oleh penyelesaian Bait Allah akan bersumber pada roh Allah melalui Zerubabel.

Komentarnya mempertegas hal-hal itu. Zerubabel yang akan menyelesaikan apa yang dulunya dia mulai (a.9a). Hal itu akan membuktikan bahwa malaikat yang berbicara dengan Zerubabel memang adalah utusan Allah, sehingga Israel juga bisa percaya pada nubuatannya (a.9b). Sikap orang yang menjadi tawar hati atau putus asa karena lamanya tidak ada perkembangan akan menemukan semangat baru (a.10a). Akhirnya, ketujuh mata yang diukir pada batu utama itu (jika tafsiran tadi tepat) menyimbolkan mata Tuhan (a.10b). Tujuh adalah angka kelengkapan atau keseluruhan, dan mata Tuhan yang disimbolkan dengan tujuh itu melihat seluruh bumi. Tidak akan ada kejutan menggoyang rencana-Nya, Dia melihat semuanya.

Pertanyaan untuk penjelasan kedua diulang dalam a.12. Cairan emas merujuk pada minyak zaitun, dan sepertinya ada sistem penyaluran memakai pipa yang sekaligus merupakan bagian dari ukiran pohon zaitun itu, bahasanya tidak terlalu jelas. Hal itu mengaitkan kedua pohon zaitun itu sebagai penyambung pelita dengan minyak zaitun. A.14 mengungkapkan maknanya: kedua pohon adalah Yosua dan Zerubabel, karena baik imam maupun raja diurapi. Merekalah yang menjadi kunci sehingga kuasa roh Allah akan menghasilkan pembangunan Bait Allah.

Maksud bagi pembaca

Intinya terdapat dalam aa.6-10, yaitu janji bahwa oleh kuasa roh Allah Zerubabel akan menyelesaikan Bait Allah. Sebuah janji bermaksud untuk mengarahkan pendengarnya, misalnya untuk hadir pada waktu yang dijanjikan atau memenuhi syaratnya. Janji ini itu tentu mau menguatkan Zerubabel, dan orang-orang Yehuda di bawah pimpinannya, untuk tetap bertekun dalam pembangunan itu. Namun, tekanan dalam a.6 mengingatkan mereka bahwa sumber sukses bukan di dalam mereka melainkan Allah.

Mengapa inti itu disampaikan melalui penglihatan yang kabur dan sulit ditafsir? Aa.5 & 13 memberi suatu petunjuk, ketika malaikat bertanya tentang ketidaktahuan si nabi. Hal itu menegaskan bahwa si nabi tidak sanggup menerobos ke dalam makna penglihatan itu sendiri (a.5). Yang dibicarakan adalah rencana Allah, dan hanya Allah yang tahu dan dapat memberitahunya. Pendengar / pembaca penjelasan Zakharia harus bekerja keras untuk menangkap maksudnya. Tetapi kerja keras itu berarti bahwa gambarannya lebih menjadi bagian kita ketika mulai dimengerti. Siapkah jemaat-jemaat Tuhan dituntun oleh pembawa firman untuk bekerja keras memahami salah satu cara Tuhan dalam dunia ini?

Makna

Gambaran pelita yang begitu banyak yang diminyaki melalui saluran dahan kedua pohon zaitun itu memberi gambaran tentang peran Zerubabel dan Yosua dalam menyalurkan kuasa roh Allah supaya Bait Allah menjadi terang di tengah Israel dan bangsa-bangsa. Pasal sebelumnya menyoroti Yosua, yang disucikan (3:4) dan dikaitkan dengan penghapusan dosa seluruh bangsa (3:9). Pasal kita menyoroti peran Zerubabel sebagai pemimpin. Dia telah meletakkan dasar dan akan meletakkan batu utama, dan seluruh umat ikut dalam jejaknya. Jelas bahwa kedua peran ini tidak bisa dilakukan oleh kuasa mereka sendiri. Namun, sebagai pemimpin mereka berperan besar dalam penyaluran kuasa Allah itu.

Jika penggenapan pertama nubuatan ini terjadi pada tahun 516 sM, ketika pembangunan selesai, penggenapan utama dapat dilihat dalam Kristus. Dia adalah Imam Besar dan Raja yang diurapi oleh Roh Kudus untuk menghapus dosa dan mendirikan Bait Allah dalam tiga hari. Hal itu berdampak pada implikasinya bagi kita. Roh Allah yang dalam pengertian LAI dipahami oleh Zakharia sebagai kuasa Allah seperti angin, sehingga ditulis dengan “r” kecil, kita pahami sebagai Roh Kudus, yang berkuasa dalam Yesus dan sekarang berkuasa bukan hanya dalam para pemimpin tetapi dalam semua orang yang berada di dalam Yesus. Pembangunan Bait Allah sebagai pusat ibadah dan pengajaran dilihat sekarang bukan dalam gedung melainkan dalam pembangunan jemaat. Melalui penggunaan karunia-karunia Roh seluruh tubuh Kristus akan dibangun bersama (seperti Efesus 4).

Jadi, semboyan dalam a.6 merujuk pada perwujudan rencana Allah dalam rangka mengadakan umat yang beribadah kepada-Nya. Sekarang hal itu mencakup penginjilan ke luar dan ke dalam, dan seluruh pembinaan jemaat. Dalam pembahasan yang meningkat akhir-akhir ini tentang caranya, jangan sampai metode mulai menjadi lebih penting daripada kuasa Roh sendiri.  

Pos ini dipublikasikan di Zakharia dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s