Pkh 4:7-12 “Bersama-sama di dalam dunia yang sia-sia” [14 Agustus 2011]

Kitab Pengkhotbah mau meniadakan khayalan yang terjadi ketika teori kita tentang dunia menjadi lebih penting daripada realitas. Oleh karena itu, dia biasanya melawan anggapan umum dengan contoh lain. Nas kita menarik, karena dia mau mendukung suatu anggapan umum, yakni, pentingnya kebersamaan.

Penggalian teks

Ayat 7 menghubungkan nas ini dengan kata kunci kitab ini, yakni, “kesia-siaan”. Kata hebel pada dasarnya berarti “nafas, angin”, tetapi biasanya dipakai dalam Alkitab secara kiasan. Berhala tidak lebih dari sehembusan nafas, dan kata hebel menjadi istilah untuk berhala. Mzm 144:4 membandingkan manusia dengan angin (hebel) dan bayang-bayang. Kitab Pengkhotbah mengambil alih kata hebel yang fleksibel ini untuk menyatakan jarak antara apa yang semestinya dan apa yang terjadi. Sebagai contoh, pengetahuan membawa terang, tetapi juga membawa susah hati (1:18).

A.8 memaparkan satu contoh lagi hebel ini. Orang ini tidak memiliki pewaris, yaitu, saudara laki-laki atau anak laki-laki. Dia kelihatan rajin mengumpulkan kekayaan, tetapi karena tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki. Di balik kegiatan itu ada pertanyaan yang menghantuinya. Tidak ada pewaris yang akan menikmati kekayaannya, dan dia juga menolak kesenangan dalam mengejar kekayaan itu. Jadi, kerja keras itu untuk siapa? Kerja keras semestinya dinikmati (bdk. 3:22) dan juga membawa kesejahteraan yang bagi orang lain, tetapi dalam kasus ini kedua sasaran itu tidak terjangkau sehingga dinilai “kesia-siaan dan hal yang menyusahkan”.

Aa.9-12 merupakan refleksi umum terhadap kasus itu. Kemitraan atau kebersamaan menguntungkan dalam pekerjaan (a.9), kesusahan (a.10), kehidupan bersama (a.11), dan perang (a.12). Dengan gaya sastra hikmat, angka dua menjadi tiga pada akhir a.12, untuk menunjukkan bahwa kemitraan tidak hanya terbatas pada dua orang.

Maksud bagi pembaca

Dengan berbagai contoh konkret Pengkhotbah mau mendorong pembaca untuk menghargai kebersamaan. Jika pertanyaan si kaya dalam a.8 dianggap terjadi setelah lama mengikuti pola yang digambarkan, contoh pertama dapat dilihat sebagai sebuah cerita pendek, di mana secara tragis kesadaran muncul belakangan dengan penilaian baru terhadap pola kehidupan selama itu. Hal itu mengungkapkan kebodohan hidup sendirian. Contoh-contoh berikut menunjukkan keuntungan kebersamaan. Kebersamaan termasuk hanya sedikit hal dalam kitab Pengkhotbah yang luput dari penilaian “sia-sia”.

Makna

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang juga berdiri sendiri di hadapan Tuhan. Keberdosaan membuat hati manusia cenderung membelokkan individualisme yang sejati itu menjadi kemandirian yang fasik dan egois. Tetapi tidak kebetulan bahwa orang yang sendiri dalam a.8 itu kaya. Orang miskin diperhadapkan dengan kebergantungan mereka pada orang lain dan pada Tuhan terus-menerus. Hanya orang kaya yang bisa mengejar mimpi keluar dari kebergantungan. (Dalam rangka itu, menarik bahwa dalam budaya-budaya dunia, yang paling kuat korelasinya dengan individualisme ialah kekayaan.)

Mungkin hanya sedikit orang yang mau sungguh sendirian, dan keegoisan lebih sering muncul dalam satu dua bidang kehidupan saja. Misalnya, banyak laki-laki Barat senang bermitra dalam pekerjaan (a.9), tetapi lebih sulit membagikan masalah (a.10).  

Pos ini dipublikasikan di Pengkhotbah dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pkh 4:7-12 “Bersama-sama di dalam dunia yang sia-sia” [14 Agustus 2011]

  1. yunus lambe berkata:

    tambahan sj,sebenarnya yg kita lakukan tidak menjadi sia-sia jk sesuatu itu bermakna bagi sesama,pdt yunus lambe’,trims pak tetaplh berbagi pemahaman.salam

  2. abuchanan berkata:

    Betul, terima kasih. Maksud kata Hebel bahwa tujuan selalu kurang, bukan bahwa tujuan gagal total. Dalam nas ini Pengkhotbah menerima bahwa kebersamaan membawa makna dan berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s