Daniel 12:1-4 “Yang akan bercahaya itu orang-orang bijaksana” [25 September 2011]

Nas ini dari satu segi sederhana: jadilah orang bijaksana karena itulah masa depan menurut Allah. Tetapi Daniel adalah kitab yang kaya tentang rencana Allah, jadi saya mencoba untuk menempatkannya dalam konteks rencana Allah itu.

Penggalian Teks

Daniel membayangkan serangkaian kerajaan yang akhirnya diganti dengan kerajaan kekal, yakni, kerajaan Allah. Daniel 7 menguraikan harapan itu, tetapi pp.8-11 mengisahkan masa-masa pergumulan saja. Perikop kita akhirnya menunjukkan bagaimana caranya Allah mendatangkan kerajaan-Nya.

Penglihatan yang di dalamnya nas kita termasuk mulai pada awal p.10. Waktunya tahun ketiga pemerintahan Koresh, yaitu, dua tahun setelah rombongan pertama kembali dari pembuangan ke tanah Israel (Ezra 1). P.10 menunjukkan bahwa di balik peristiwa-peristiwa dunia ada kuasa-kuasa yang lain, termasuk Mikhael, disebut sebagai “seorang pemimpin terkemuka” tetapi ternyata malaikat seperti malaikat yang berbicara kepada Daniel (mungkin Gabriel, 9:21). Malaikat Mikhael itu membela orang-orang Israel. P.11 menggambarkan sejarah di bawah kuasa orang Yunani (10:20), yaitu anak-anak Aleksander Agung yang saling merebutkan kerajaannya. Sejarah itu berpuncak pada suatu masa yang sangat sulit, yang di dalamnya orang-orang bijaksana akan teruji sampai tewas (11:33), dan akan ada raja penghujat (11:36).

Perikop kita merupakan puncak dari pergumulan itu. Dalam a.1 ada sesuatu dari bahasa aslinya yang berguna. Mikhael, yang disebut dalam p.10, “berdiri” (harfiahnya). Dia disebut kembali sebagai pemimpin yang besar, dan tugasnya disebut sebagai “berdiri di atas” bangsa Daniel (‘am, kata yang dipakai untuk bangsa Israel). Terjemahan LAI menangkap maksudnya, tetapi bahwa kata yang sama dipakai lebih memperlihatkan bahwa Mikhael muncul dalam rangka membantu Israel yang sedang tertekan. Tekanan itu disebut sebagai kesesakan terdahsyat sejak ada bangsa (goy, kata yang dipakai untuk bangsa-bangsa secara umum). Mengapa sejak Kejadian 10 (adanya bangsa-bangsa), bukan Kejadian 1 (penciptaan dunia)? Mungkin air bah (Kejadian 6) lebih dahsyat lagi, tetapi adalah lebih pokok bahwa kesesakan ini adalah masalah antar bangsa (itulah perspektif seluruh kitab Daniel). Namun, bangsa Daniel (‘am) akan luput. Yang luput lebih diperjelas sebagai orang yang namanya tertulis dalam Kitab. Dalam Kel 32:32-33 Musa dan Allah merujuk pada suatu Kitab yang sepertinya memuat nama-nama orang yang diterima Allah. Dalam konteks itu Musa sedang berseru kepada Allah untuk mengampuni umat-Nya yang baru membuat anak lembu emas. Jadi, Kitab itu menjadi suatu petunjuk bahwa tidak semua anggota bangsa Israel diterima Allah. Karena akhir Daniel 11 baru saja berbicara tentang orang Israel yang setia dan yang tidak, hal itu juga dimaksud di sini—bangsa Israel, yaitu, mereka yang setia kepada Allah.

Tetapi bagaimana dikatakan mereka akan luput jika dalam p.11 sudah jelas ada orang setia yang meninggal? Hal itu juga adalah pertanyaan dari p.7. Kerajaan Allah akan berdiri, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang sudah mati sebelumnya? Aa.2-3 memberi jawaban. Fokus dalam ayat-ayat ini, pada hemat saya, adalah pembalikan nasib, sehingga hanya “banyak” yang bangun, bukan semua seperti dalam PB. Satu kelompok akan mendapat hidup yang kekal, yaitu mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Satu kelompok lagi akan mendapat kehinaan. Yang mendapat hidup yang kekal termasuk orang-orang bijaksana yang telah mati syahid dalam 11:33, yang juga digambarkan sebagai orang-orang yang menuntun orang lain kepada kebenaran (a.3). Mereka dulunya dihina tetapi sekarang mendapat kemuliaan yang sangat. Yang mendapat kehinaan dalam a.2b pasti termasuk yang dulunya menghina orang-orang bijak ini.

Daniel disuruh untuk memeteraikan Kitabnya sampai pada akhir zaman (a.4; bdk. 8:26, yang menunjukkan bahwa yang dimeteraikan adalah penglihatan-penglihatan Daniel, bukan Kitab nama-nama orang). Meterai dipakai oleh juru tulis sebagai bukti bahwa apa yang telah ditulis tidak diubah lagi. Akan ada saatnya Kitab ini dibuka lagi dan banyak diteliti.

Maksud bagi Pembaca

Perikop ini mendorong pembaca untuk tetap menempuh jalan hikmat dan kebenaran, sekalipun dihina atau dibunuh, karena kehinaan sekarang akan diganti dengan kemuliaan ketika kerajaan Allah terwujud.

Makna

Kebangkitan muncul sebagai jawaban terhadap pertanyaan tentang janji Allah. Tulisan apokaliptik seperti kitab Daniel menekankan bahwa dunia ini rusak, dan hanya campur tangan Allah yang akan memulihkannya dengan pendirinya kerajaan Allah. Tetapi jika Allah adalah Allah Abraham, Ishak dan Yakub, apakah mereka tidak mendapat bagian dalam kerajaan itu? Termasuk orang-orang bijaksana yang menuntun sesama kepada kebenaran dan yang setia sampai mati? Jika dalam Dan 12:2 belum tegas bahwa semua akan dibangkitkan, dalam PB hal itu menjadi jelas. Semua akan bangkit, dan keputusan Allah tentang setiap orang seringkali akan bertentangan dengan penilaian manusia, lebih lagi manusia yang dikendalikan oleh kepentingan.

PB juga memperjelas caranya. Kristus boleh dikatakan membuka kembali kitab Daniel yang dimeteraikan, sehingga kita menyelidikinya dalam terang baru. Anak Manusia telah bangkit, dimuliakan dan berkuasa di sorga (bdk. p.7), sehingga kerajaan Allah sudah datang di dalam-Nya, tetapi kebangkitan semua yang lain masih ditunggu. Yang namanya tertulis dalam Kitab itu bukan hanya dari bangsa Israel tetapi semua yang bergabung dengan Anak Manusia itu, yakni semua yang percaya kepada Kristus. Mereka luput bukan dari pergumulan sekarang, melainkan dari kehinaan kekal. Jika neraka sering digambarkan sebagai tempat penyiksaan, ayat ini dapat memperjelas bahwa siksaan itu muncul dari dalam, merupakan kesadaran akan hidup yang dibuang dengan menyelepekan atau membelakangi Allah Mahapengasih dan Mahapengampun (bdk. p.9). Sedangkan yang selamat itu mendapat kemuliaan besar. Jika Dan 12:3 dikaitkan dengan Why 21:23, Allah dan Kristus menggantikan matahari dan bulan, sedangkan umat-Nya menggantikan bintang-bintang. Dalam Kej 1:14-18 penerang-penerang itu berkuasa atas waktu dan ruang ciptaan, dan Dan 7:27 sudah menyebutkan pemerintahan umat Allah. Yang tertindas menjadi penguasa dunia baru.

Harapan itu mendorong kita untuk menempuh jalan hikmat dan kebenaran. Bagaimana? Dengan membongkar pemahaman dunia tentang status. Dalam kitab Daniel, merujuk pada banyak pengalaman bangsa Israel dianiaya, yang ditindas belum tentu dihukum Allah. Dalam konteks kita, konsep yang menjunjung tinggi pendidikan, kekayaan, dan jabatan akan dibongkar. Yang berpendidikan belum tentu yang bijaksana, yang kaya belum tentu menuntun orang kepada kebenaran, yang memiliki jabatan tinggi sering menjadi penindas. Mereka yang dianggap bercahaya sekarang, tetapi Allah akan menyingkapkan status mereka yang sebenarnya pada kebangkitan pada akhir zaman. Sebaliknya, jika kita setia pada jalan hikmat walaupun diejek orang banyak, kita bisa yakin bahwa Allah akan menyingkapkan hal itu juga.

Pos ini dipublikasikan di Daniel dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Daniel 12:1-4 “Yang akan bercahaya itu orang-orang bijaksana” [25 September 2011]

  1. semuel berkata:

    Daniel dan kawan-kawan tidak hanya menghadapi resiko kehilangan jabatan, tetapi juga nyawa mereka. Padahal banyak orang rela melakukan apa saja demi mempertahankan nyawanya, malah demi sebuah jabatan banyak orang “menjual’ keyakinan dan prinsip hidupnya.Bagaimana mau bercahaya sebagai pemegang jabatan jika kita tidak “berjalan lurus”. Betapapun tuntunan zaman dan tekanan polotik mendesak, kita tetap berjalan lurus dan tetap tinggal dalam iman kepada Kristus, walaupun berisiko nyawa kita. Amin.

  2. abuchanan berkata:

    Ya, semoga harapan akan kebangkitan yang dikokohkan dalam Kristus menguatkan kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s