Kis 10:1-8 Doa seorang kafir yang mulai dijawab [6 Nopember 2011]

Dalam p.8 Injil sudah mulai tersebar di Samaria. Dalam p.10 ini Allah mulai mempersiapkan gereja perdana untuk keluar lebih jauh dari zona amannya, yaitu dengan bermisi kepada orang-orang yang tidak bersunat.

Penggalian Teks

Aa.1-2 merupakan pendahuluan yang memperkenalkan salah satu tokoh kisah p.10, yaitu Kornelius. Perwira pasukan (hekatontarkhes, “pemimpin 100 orang”) adalah tentara reguler yang sudah naik pangkat. Dia disebut sebagai orang yang saleh dan takut akan Allah, yang langsung digambarkan dengan prakteknya memberi sedekah dan doa. “Seisi rumah” belum tentu tertentu isteri dan anak, karena tentara Romawi tidak boleh menikah sampai pensium (yang terjadi sebelum berumur 40), kecuali yang dimaksud adalah gundik (yang bisa dinikahi dengan sah ketika tentara itu pensiun). Yang pasti termasuk adalah beberapa hamba, dan kita tidak tahu siapa lagi. Tetapi ternyata kesalehan Kornelius berdampak juga pada mereka.

Aa.3-6 menceritakan perkunjungan malaikat. Penglihatan itu terjadi ketika masih siang (terang). Jam 3 petang adalah salah satu jam doa orang Yahudi, sehingga ada dugaan (yang diteguhkan dalam 10:30) bahwa Kornelius sedang berdoa. Penampilan malaikat itu tidak digambarkan di sini (bdk. 10:30), tetapi kepada sosok yang tidak dikenal yang masuk begitu saja ke dalam rumahnya ini Kornelius, perwira yang perkasa itu, tidak melontarkan hardikan melainkan takut. Kata “Tuhan” dapat juga diterjemahkan “tuan” (kurie), tetapi bagaimanapun juga Kornelius mengakui wibawa malaikat itu. Malaikat merujuk pada doa dan sedekah dalam a.2, yang telah naik ke hadirat Allah sehingga Allah memperhatikan Kornelius. Jadi, usulan untuk mencari Petrus dalam aa.5-6 adalah cara Kornelius untuk ikut dalam respons Allah terhadapnya. Mengingat cara Tuhan memakai Petrus yang begitu luar biasa pada akhir p.9 itu, kita para pendengar cerita ini pasti menduga bahwa ada sesuatu yang luar biasa yang akan terjadi pada Kornelius. Walaupun Kornelius belum mengenal Petrus, perintah ini juga pasti membawa harapan baginya.

Aa.7-8 menceritakan bagaimana Kornelius menanggapi usul malaikat itu. Lukas memberi tekanan sedikit bahwa orang-orang di sekitarnya terlibat juga dalam proses ini, dan isi rumah Kornelius disebut-sebut dalam cerita berikut.

Maksud bagi Pembaca

Sebenarnya nas ini hanya adegan pertama dalam kisah Kornelius dan Petrus ini, sehingga tafsirannya tergantung pada tafsiran seluruh cerita. Paling sedikit, Lukas memberi gambaran yang lazim tentang kesalehan, yaitu, doa, sedekah (perhatian bagi orang miskin) dan ketaatan pada perintah Tuhan (melalui malaikat). Peristiwa ini juga menjadi penting karena Kornelius menjadi orang non-Yahudi (tidak bersunat) pertama yang menjadi percaya kepada Kristus dan menerima Roh Kudus secara jelas. Untuk memahami maksudnya dengan tepat, kita perlu menyimak akhir dari cerita ini, yaitu laporan / pertanggungjawaban Petrus kepada jemaat di Yerusalem dalam p.11. Dalam 11:14 ada tambahan dari Petrus yang tidak disebut Lukas dalam 10:5-6, yaitu bahwa Petrus “akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu”. Jadi, Lukas mau menyampaikan bahwa semua, bahkan yang paling saleh, memerlukan berita tentang Yesus untuk memperoleh keselamatan.

Makna

Dalam budaya dan agama apa saja, ada yang lebih peka terhadap soal penghormatan kepada yang layak dihormati, entah orang tua, bangsawan, atau yang ilahi. Sikap itu disebut kesalehan (eusebeia), dan adalah sesuatu yang dihargai Lukas (bdk. Lukas 1, misalnya). Namun, kesalehan juga harus dilihat dari sasarannya. Hormat kepada raja yang sah dan hormat kepada kepala gerombolan mungkin saja mirip secara psikologis, tetapi tetap berbeda sifatnya. Kesalehan Kornelius sudah dipengaruhi oleh penyataan Allah kepada Israel, tetapi kita tidak tahu sejauh mana dia hanya beribadah kepada Allah saja, atau apakah selama itu dia juga saleh terhadap berbagai dewa-dewi yang lain. Bahasa “takut akan Allah” dipakai untuk orang non-Yahudi yang telah menganut keyakinan Yahudi, tetapi juga dapat dipakai lebih luas. Yang jelas, ada doa untuk mengenal Allah atau mendapat keselamatan yang dijawab oleh Allah (10:31).

Pengalaman seperti Kornelius mewakili cerita banyak orang di kemudian hari yang mencari Allah dari dalam pemahamannya sendiri lalu Allah berkenan memperjumpakan mereka dengan Kristus. Tentu, Kristus bukan sekadar puncak dari kesalehannya. Dari sedekah dan doanya saja, Kornelius tidak tahu-menahu tentang pelayanan, kematian dan kebangkitan Kristus. Hal-hal itu harus diberitahukan (atau dijelaskan, bdk. 10:37) kepada Kornelius melalui pemberitaan Petrus. Namun, Allah bisa berjumpa dengan orang yang mencari-Nya di tengah kesalehannya, sama seperti Dia bisa berjumpa dengan seorang fanatik seperti Paulus di tengah fanatismenya (p.9). Roh Kudus tidak terikat oleh kadar inisiatif dan kelayakan manusia untuk membawa orang kepada Kristus.

Jika demikian, nas ini tidak membuktikan bahwa seseorang bisa selamat di luar Kristus. Sikap Lukas disampaikan oleh Petrus dalam nas Kis 4:12 yang terkenal itu (kecuali Lukas mau dianggap bersikap ironis terhadap tokoh utamanya, sesuatu yang tidak masuk akal). Namun, fokus Lukas bukan pada teori tentang nasib orang yang tidak mengenal Kristus, melainkan implikasi praktisnya, yaitu pentingnya misi yang keluar dari zona aman untuk menjangkau semua orang, dari Yerusalem ke Samaria hingga ke ujung bumi. Bahkan orang seperti Kornelius akan berbahagia jika berjumpa dengan Kristus dan dikaruniakan Roh Kudus.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s