Yakobus 5:12-18 Menghadapi pergumulan dengan doa bersama [13 Nopember 2011]

Penggalian Teks

Yakobus menempatkan pembacanya sebagai orang miskin (2:6) yang menjadi korban ulah orang kaya (5:1-6). Oleh karena itu mereka harus bersabar dan bertekun sambil menantikan kedatangan Tuhan (5:7-11). Dalam rangka itu, mereka harus menghindar dari sumpah (a.12) dan menanggapi pergumulan dengan doa (aa.13-16) seperti dilihat dalam contoh Elia (aa.17-18). Untuk semuanya itu mereka harus saling menjaga (aa.19-20).

Hal sumpah (a.12) sepertinya dijunjung lebih tinggi dari ketekunan dalam ayat-ayat sebelumnya (“tetapi yang terutama”). Sumpah dilarang karena jika orang bersumpah tetapi berbohong (tentang pernyataan yang mau ditegaskan) atau tidak menepati janjinya yang dinazarkan, dia melanggar hukum ketiga, karena telah menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Walaupun nama Tuhan tidak langsung disebutkan, ajaran Yesus (Mt 5:34-37) yang diringkas di sini menjelaskan bahwa apapun yang menjadi jaminan sumpah itu sebenarnya mewakili Allah.

Namun, mengapa hal bersumpah dianggap “yang terutama”? Saya duga bahwa sumpah menjadi cara yang semu untuk menemukan kepastian dalam dunia yang susah. Keinginan untuk bersumpah mungkin muncul dari ketidaksabaran menghadapi kesusahan dunia, atau cara untuk membujuk Tuhan bertindak. Adalah menarik bahwa kata yang dipakai untuk doa dalam aa.15-16 (eukhe, dalam ayat-ayat yang lain kata biasa untuk doa, proseukhe, dipakai) adalah kata yang juga dipakai untuk nazar. Jadi, aa.13 dst merupakan cara yang lebih baik menghadapi penderitaan.

Dalam a.13 Yakobus menyebut baik penderitaan maupun kegembiraan, dan nasihatnya meringkas tradisi Yahudi seperti dilihat dalam kitab Mazmur. A.14 membayangkan kondisi yang lebih serius. Orangnya sudah lemah, dan mungkin ditambah susah berdoa secara pribadi. Para wakil jemaat dipanggil untuk mendoakannya dan juga mengobatinya (minyak dipakai sebagai obat pada zaman itu, bdk. Lk 10:34). A.15 dapat ditafsir dari dua arah. Doa itu menyelamatkan orang yang sakit sehingga dia bangun dari tempat dia berbaring; atau doa itu menyelamatkan orang itu sehingga dia bangkit. Mengingat bahwa Tuhan itu dekat (5:8), Yakobus tidak menjamin penyembuhan, tetapi menjamin bahwa orangnya akan selamat. Jika penyakit itu berkaitan dengan dosa (bahasa Yakobus mengandaikan bahwa kaitan itu bisa terjadi tetapi tidak selalu ada), dosa itu juga diampuni, sekalipun yang bersangkutan tidak lagi sadar untuk mengaku sendiri. Dalam a.16 Yakobus memperluas nasihatnya. Lebih baik mengaku dosa dan saling mendoakan sebelum keadaannya terlalu parah.

Dalam aa.17-18 Elia menjadi contoh kuasa doa. Baik doa untuk kekeringan maupun untuk hujan membuktikan kuasa doa, tetapi Yakobus menambah bahwa dengan hujan ada hasil dari tanah, sama seperti firman yang ditanam (1:21) diharapkan berbuah (3:17-18).

Maksud bagi Pembaca

Yakobus mau supaya jemaat menghadapi pergumulan hidup dengan doa, bukan hanya secara pribadi tetapi juga dalam kebersamaan dan keterbukaan.

Makna

Ketimbang gereja saya di Australia, jemaat-jemaat di Indonesia mempraktekkan a.14 dengan baik. A.16 yang mungkin lebih jarang dilakukan. Dari segi psikologi saja, keterbukaan satu kepada yang lain sehingga ada damai sejati di antara jemaat akan banyak mengurangi stres. Yakobus membayangkan healing community, jemaat di mana orang mendapat penyembuhan karena kepedulian seorang kepada yang lain.

Yakobus juga percaya bahwa bukan hanya penatua / pendeta yang doanya berkuasa. Semua orang bisa saling mendoakan, dan dari segi kuasa doanya Elia adalah “manusia biasa seperti kita”. Jika kita membuka 1 Raj 17:1 & 18:1, kita melihat bahwa doa Elia sesuai dengan perintah Tuhan. Doa dalam perikop ini menyangkut penyembuhan dan keselamatan, bukan “berkatilah cita-cita hatiku”.

Pos ini dipublikasikan di Yakobus dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Yakobus 5:12-18 Menghadapi pergumulan dengan doa bersama [13 Nopember 2011]

  1. meike tapparan berkata:

    setuju dengan healing community, yg menarik juga bahwa Yoakobus bicara ttg pengampunan. Saling mengaku dosa, saling mendoakan, bukankah menjadi ciri orang benar yang Yakobus katakan doanya sangat besar kuasanya?
    Kurre sumanga’ ambe

  2. abuchanan berkata:

    Betul, terima kasih tanggapannya.

  3. robymarrung berkata:

    Doa bersama, itu berarti akan melibatkan ornag2 yang ada di dalamnya, bagaimana jika dalam doa itu tidk diikuti oleh iman yang sungguh dari beberapa orang di antara orng yang berdoa itu? apakah ini yang akan menagakibatkan “kurang berkuasanya doa itu”????

  4. abuchanan berkata:

    Elia berdoa seorang diri, jadi efektivitas doa tidak bergantung pada banyaknya pendoa, tetapi pada kehendak Allah. Yang jelas akan berkurang ialah persekutuannya, sehingga doanya juga akan berkurang. Jadi, bukan soal beberapa orang membuat doa orang lain “tidak sah”, tetapi bahwa kebergantungan pada Tuhan tidak sama.

  5. robymarrung berkata:

    thanks so much…..klo bahan untuk PA-nya adakah bapak masukkan penggaliannya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s