2 Sam 7:18-29 Doa berdasarkan Janji Allah (8 Januari 2012)

2 Sam 7 sarat dengan janji Allah. Dalam 2 Sam 7:1 Israel di bawah Daud sudah menikmati keamanan. Tetapi dalam 2 Sam 7:4-16 suatu janji lagi disampaikan kepada Daud bahwa raja Israel selalu akan berasal dari keturunannya. Dengan demikian, perjanjian Allah dengan Israel diperkaya untuk mencakup kondisi baru Israel sebagai kerajaan (ingat bahwa Daud hanya raja kedua, dan permintaan Israel untuk mendapat seorang raja cukup dipersoalkan dalam 1 Sam 8-12). Janji kepada Daud ini yang menjadi landasan nubuatan-nubuatan mesianis yang digenapi di dalam Kristus. Oleh karena itu, tanggapan Daud yang disampaikan dalam perikop kita menjadi contoh bagi kita bagaimana menanggapi janji Allah di dalam Kristus.

Penggalian Teks

Keempat bagian doa ini cukup jelas: A) respons Daud terhadap janji Allah (18-21); B) implikasinya bagi Allah dan Israel (22-24); B’) doa supaya janji Allah itu terwujud (25-26); dan A’) doa supaya keluarga Daud diberkati.

Daud masuk ke dalam Bait Allah, di hadapan Allah (18a). Dia memanggil Allah “tuanku Yahweh” (‘adonai YHWH; LAI “Tuhan ALLAH”), dan menyebut dirinya “hamba-Mu”. Pemakaian kata itu menunjukkan baik keakraban (YHWH adalah nama pribadi Allah) maupun kerendahan hati (tuan/hamba) di hadapan Allah. Dia menyebut baik tindakan Allah selama itu (18) maupun janji ke depan (19), sambil mengakui bahwa tidak ada apa-apa di dalam dia atau keluarganya (bait, secara harfiah “rumah”, tetapi bisa merujuk pada isi rumah, yaitu keluarga, kemudian pada keturunan, seperti a.27) sehingga dia diperhatikan demikian. Jika Allah telah menyampaikan firman (dibber) yang luar biasa kepada Daud (19), Daud mengakui bahwa tidak ada perkataan (dibber) yang berguna dari dia kepada Allah (20a). Sebaliknya, Tuhan yang mengenal (yd’) hamba-Nya (20b), dan yang memberitahukan (yd’ hifil) perkara ini kepada hamba-Nya (21). Semuanya bergantung pada hati (keputusan, maksud) Allah.

Kemudian, Daud menguraikan implikasinya (22, “Sebab itu”). Jika Tuhan telah melakukan “perkara yang besar” (gedula, 21), hal itu berarti bahwa Tuanku Yahweh adalah besar. Hal itu dijelaskan dalam a.22 dalam rangka perbandingan: tidak ada yang seperti Dia dan tidak ada Allah selain Dia. Di sini untuk pertama kalinya Daud memakai kata “Allah” (‘elohim), yang dipakai secara umum untuk ilah-ilah. Keunikan Allah merembes pada umat-Nya, karena hanya mereka yang ditebus dengan dikeluarkan dari Mesir dan ditempatkan di tanah Kanaan (23). Dengan demikian, Allah telah membuat nama bagi-Nya. Jadi, kebesaran Allah di depan bangsa-bangsa dikaitkan dengan perbuatan keselamatan-Nya. Pada waktu yang sama, keselamatan itu juga menjadi cara Allah menjadi terikat dengan Israel: Israel sebagai umat-Nya, Yahweh sebagai Allah mereka (bdk. Im 26:12). Semua implikasi ini hanya menyangkut Daud sebagai bagian dari umat Allah, tidak secara langsung.

“Dan sekarang” (we’atta) mengantarkan pokok baru, yaitu doa Daud. Dia menyebut Allah sebagai Yahweh Allah (YHWH ‘elohim, perhatikan bahwa huruf besarnya terbalik dari yang di atas). Yahweh yang dia kenal adalah juga Allah yang nama-Nya dikenal di dalam Israel, seperti juga pokok doa ini. A.25 mengandung permintaannya: “tepatilah…janji…dan lakukanlah”. Yang baru di sini adalah kekekalan: “selama-lamanya” (‘ad-‘olam di sini, juga le’olam di tempat yang lain). Daud sudah mengusulkan bahwa umat Allah dikokohkan selama-lamanya dalam a.24, dan di sini Daud berdoa supaya bagiannya juga akan kekal. Alasan yang diajukan dalam a.26 adalah makin besarnya nama Yahweh/Tuhan, karena Dia akan dikenal sebagai Allah Israel. A.27 menegaskan bahwa Daud hanya berani berdoa demikian karena janji Allah yang telah diucapkan kepadanya. Daud melihat bahwa karena janji Allah yang baru itu, kokohnya keluarga/keturunan Daud terkait erat dengan perjanjian Allah dengan Israel. Dia berdoa atas dasar janji Allah dan demi nama (kemuliaan) Allah.

A.28 juga mulai dengan we’atta, walaupun dikaburkan oleh terjemahan LAI. Kembali Daud menyapa Allah sebagai tuanku Yahweh, dan dia merenungkan soal firman Allah yang benar. A.29 adalah permohonan penutup untuk berkat bagi keluarga / keturunan Daud, berdasarkan perkenan Tuhan yang dinyatakan dalam janji-Nya. Soal kekekalan juga kuat dalam doa ini.

Sebagai kesimpulan, Daud melihat bahwa janji Allah kepadanya mengaitkan nasib keluarga/keturunannya, sesuatu yang penting baginya secara pribadi, dengan nasib umat Allah, sesuatu yang penting bagi Allah. Dia merenungkan janji itu serta implikasinya sebagai dasar untuk permohonannya.

Maksud bagi Pembaca

Perekaman doa Daud ini paling sedikit bermaksud dua. Yang pertama, doa ini menegaskan dan memperjelas bahwa raja keturunan Daud adalah bagian integral dari perjanjian Allah dengan umat-Nya. Yang kedua, doa ini menunjukkan bagaimana Israel semestinya berdoa untuk kesejahteraan umat Allah: doa itu akan mencakup kokohnya raja keturunan Daud. Dengan demikian, kita melihat bagaimana salah satu hamba Tuhan berdoa berdasarkan janji Allah.

Dari satu segi, doa Daud telah dikabulkan. Kebangkitan Kristus menempatkan Anak Daud itu sebagai Raja selama-lamanya, sehingga umat-Nya (Israel ditambah bangsa-bangsa) juga kokoh di dalam-Nya. Orang kristen dapat belajar tentang rencana Allah dari perikop ini, tetapi juga tentang doa berdasarkan janji Allah yang menyesuaikan kepentingan pribadi dengan kepentingan Allah.

Makna

Apa yang dapat dipetik dari doa Daud ini? Ini beberapa gagasan dari banyak yang dapat dipikirkan.

Daud bersyukur atas sebuah janji, walaupun belum terjadi dan bahkan akan terjadi bagi keturunannya, bukan langsung terhadap dirinya sendiri. Bagi dia, mengetahui dan menjadi terlibat di dalam rencana Allah adalah sesuatu yang layak disyukuri.

Yang menjadi landasan doanya adalah janji Allah. Firman itu tidak berasal dari Daud: Tuhan yang memberitahukannya (21) dan menyatakannya (27) kepada hamba-Nya. Berulang kali ditegaskan bahwa janji itu diucapkan Tuhan. P.7 ini mulai dengan rencana Daud—membangun rumah (bait) bagi Allah—yang kemudian dibalik oleh Allah dengan janji untuk menbangun keturunan (bait) bagi Daud. Karena di dalam Kristus kita sudah mengenal begitu banyak tentang rencana Allah, ada banyak janji yang dapat melandasi doa-doa kita. Misalnya, Rom 8:28-30 mengandung janji bahwa kita akan menjadi serupa dengan Kristus dan dengan demikian kita dimuliakan. Jadi, doa untuk hidup yang kudus adalah doa yang sesuai dengan janji Allah. Eph 3:10 adalah janji bahwa jemaat mempertunjukkan hikmat Allah. Jadi, doa untuk hikmat Injili dalam gereja adalah doa yang sesuai dengan janji Allah. Hal-hal itu dapat dilihat sebagai implikasi dari janji Allah kepada Daud yang digenapi di dalam Kristus.

Namun, kepentingan Daud (keluarga dan keturunannya) dengan demikian ternyata tidak ditiadakan. Dia berdoa supaya mereka diberkati (29). Doa itu dikaitkan dengan janji Allah dalam ayat-ayat sebelumnya. Jadi, doa Daud untuk keluarga disesuaikan dengan rencana Allah. Makanya, kita berdoa bukan hanya supaya orang sakit sembuh tetapi terlebih supaya mereka kuat dalam iman. Semestinya, bagi anak-anak yang bersekolah kita berdoa supaya mereka jujur, rajin dan belajar, bukan supaya mereka lulus dengan nilai tinggi.

Jika kita melihat perjalanan janji Allah itu, di mana berabad-abad tidak ada raja di atas Israel, kita akan melihat bahwa berdoa sesuai dengan janji Allah belum tentu berarti jawaban doa akan kita lihat. Kristus adalah Ya bagi semua janji Allah, dan hanya ketika Dia datang kembali semuanya akan jelas.

Melangkah lebih jauh, dalam a.14 Allah mengatakan bahwa Dia akan menjadi Bapa dari anak Daud, dan anak itu akan menjadi anak Allah. (Makanya, “anak Allah” menjadi istilah untuk raja Israel kemudian Mesias.) Rumusan itu sejajar dengan rumusan di atas, bahwa Yahweh menjadi Allah Israel, dan Israel menjadi umat-Nya, hanya fungsi Allah/umat diganti dengan Bapa/anak. Namun, Daud tidak merujuk pada hal itu dalam doanya. Hanya di dalam Kristus, Sang Anak, kita diangkat sebagai anak-anak Allah sehingga menyapa Allah sebagai Bapa.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di 2 Samuel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s