2 Raj 4:1-7 Kepedulian Allah terhadap seorang janda (22 Apr 2012)

Cerita ini berbicara tentang seorang nabi yang menolong janda. Bisa saja kita terharu membaca cerita ini. Tetapi cerita ini juga adalah firman Allah. Dengan memperhatikan konteks dan latar belakang, kita dapat belajar tentang Allah dan kehendak-Nya bagi manusia.

Penggalian Teks

Elia dan Elisa dipakai Tuhan untuk memanggil Israel (khususnya kerajaan utara) kembali kepada Tuhan. Dalam pasal-pasal sebelumnya, kita melihat bagaimana raja Israel tidak mengandalkan Tuhan, ketika sakit (2 Raj 1:2), pun ketika dalam kesusahan (2 Raj 3:10). Padahal, sebagaimana dilihat dalam kemenangan tiga raja di p.3, Tuhan sangat layak diandalkan (3:18, “itu pun adalah perkara ringan di mata Tuhan”). Elisa adalah penerus Elia, dan dalam perikop ini, dia melakukan hal yang mirip dengan Elia dalam 1 Raja-raja 17. Selain kuasa Tuhan kelihatan dalam mujizat ini, kemungkinan juga ada perbandingan dengan raja-raja yang tidak hanya mengandalkan ilah yang lain, tetapi juga tidak mempedulikan orang kecil.

Jika janda di Sarfat yang dihadapi Elia dalam 1 Raj 17 berhadapan dengan kelaparan, janda dalam perikop kita berhadapan dengan penagih hutang (a.1), suatu pertanda adanya ketidakadilan. Dalam Imamat 25, harapan utama adalah kaum keluarga (khususnya, yang berperan sebagai penebus), tetapi selain itu ada dua cara untuk menghadapi hutang, yaitu, menjual tanah (Im 25:25) dan menjual dirinya, tetapi sebagai pekerja, bukan budak (Im 25:39-40). Raja-raja Israel yang menolak Tuhan juga menolak sistem Tuhan, sebagaimana Ahab mau mengambil kebun Nabot, walaupun bagi Nabot tanah itu adalah “milik pusaka nenek moyangku” (1 Raj 21:3). Janda dalam perikop kita mungkin sudah kehilangan tanah, sehingga tinggal anak-anaknya dijual. Hanya, mereka mau dibeli menjadi budak, pertanda bahwa sistem Tuhan tidak diberlakukan.

Lebih lagi, janda ini datang kepada Elisa, artinya, Elisa diharapkan berperan sebagai penebus, padahal tidak ada petunjuk bahwa dia adalah keluarga. Mungkin saja para nabi mengalami kerugian karena kesetiaannya kepada Tuhan, sehingga perlindungan keluarga tidak berfungsi seperti semestinya. Dengan demikian, sebagai janda, dia memang dalam kondisi yang paling rentan. Elisa menjadi cara Tuhan untuk membantu dia. Caranya mirip dengan Elia dalam 1 Raja-raja 17, hanya, karena menghadapi penagih hutang, kelimpahan ajaib harus terjadi langsung, bukan dicicil selama kelaparan. Tetapi, sama seperti janda di Sarfat itu, janda ini harus melakukan sesuatu yang menunjukkan imannya, yaitu, minta bejana-bejana banyak dari para tetangga. Mereka mengikuti petunjuk nabi sampai bejana habis. Baru pada saat itu, maksud nabi menjadi jelas, yaitu, minyak diuangkan untuk membayar hutang dan mendapat modal untuk hidup. Ternyata makin banyak bejana yang diambil dari tetangga, semakin banyak modal itu.

Maksud bagi Pembaca

Di dalam diri Elisa, nabi Allah, perikop ini menunjukkan perhatian dan kuasa Allah bagi orang miskin. Agak seperti mujizat Yesus, kita melihat sepintas lalu dunia yang semestinya dalam umat Allah, di mana janda pun dapat hidup bebas dari penindasan. Di dalam diri janda, kita melihat respons yang tepat terhadap firman Allah, yaitu, firman dipercayai walaupun belum masuk akal.

Makna

Perikop ini mulai dengan kematian seorang hamba Tuhan. Kematian itu kemudian mau merampas kedua anaknya, karena perbudakan termasuk ranah maut, bukan ranah hidup. Jadi, mujizat itu membawa keluarga dari ranah maut ke ranah hidup, seperti dikatakan dalam a.7. Maut sering bermuara pada kemiskinan, dan kemiskinan adalah bagian dari ranah maut, sesuatu yang akan dihapus dalam pembaruan dunia. Niat Tuhan itu sudah disampaikan dalam hukum Taurat, dalam bentuk tahun Yobel dsb. Tetapi karena manusia sudah gagal, Dia harus turun tangan bagi janda ini. Dia dapat turun tangan dalam pelayanan Yesus, Dia dapat turun tangan sekarang, dan pada akhir zaman Dia akan turun tangan untuk kali terakhir. Tetapi semestinya mujizat Tuhan tidak diperlukan, bila keadilan diterapkan oleh umat Tuhan.

Pos ini dipublikasikan di 2 Raja-raja dan tag . Tandai permalink.

7 Balasan ke 2 Raj 4:1-7 Kepedulian Allah terhadap seorang janda (22 Apr 2012)

  1. Bry-XP berkata:

    Shalom,.,

    Terima kasih untuk artikel ini,.,
    Tetap semangat Berbagi.

    Segala kemuliaan hanya bagi Allah.

    Tuhan Yesus Memberkati selalu.

  2. abuchanan berkata:

    Terima kasih banyak.

  3. gereja Toraja Jemaat Elim Ratte Klasis Ulusalu berkata:

    TERIMA KASIH PAK,SANGAT BERGUNA BAGI KAMI

  4. abuchanan berkata:

    Sama-sama. Tuhan memberkati

  5. Rimon berkata:

    Sangat berguna buat tambahan refrensi khotbah…..
    Kalau bisa khotbahnya sesuai dengan keadaan/kondisi masyarakat toraja terkini(yg lagi aktual)

  6. Seny mamasa berkata:

    Terima kasih kiranya bisa menjadi pelajaran rohani bagi semua. Salam dari jemaat Tullu, klasis BKN, GEREJA TORAJA MAMASA. Tuhan memberkati.

  7. umbu berkata:

    terima kasih dan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan iman kami sekeluarga……amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s