Kis 1:6-11 “Misi Allah diteruskan” (17 Mei 2012; Kenaikan)

Hari-hari perayaan tahun gerejawi, seperti hari Kenaikan, adalah perwujudan keyakinan gereja bahwa dasar iman ialah Yesus Kristus. Jemaat akan menerapkan cara hidup yang baik jika mereka menangkap kemuliaan dan kebaikan misi Allah dalam diri Yesus. Namun, sebagian jemaat lebih nyaman dengan khotbah “praktis”, yang dapat menopang mereka dalam pergumulan, atau menegur tetangganya. Saya berandai-andai tentang soal itu dalam bagian makna, dengan harapan bahwa Pelayan akan dikuatkan untuk tetap menawarkan Yesus kepada jemaat, entah mereka suka atau tidak.

Penggalian Teks

Dalam kitab Yesaya, zaman baru didatangkan oleh pelayanan Hamba Tuhan yang mati dan hidup kembali (Yesaya 53), sehingga Israel dipulihkan, dan terang Allah sampai kepada bangsa-bangsa (Yes 49:6; bdk. Yes 2:2-4). Pelayanan itu diberdayakan oleh Roh Kudus atas Hamba Tuhan (Yes 61:1), bahkan atas seluruh umat Allah (Yoel 2:28-32). Makanya, Yesus sendiri dibaptis dalam Roh Kudus (Lk 3:22), dan setelah kematian dan kebangkitan Yesus sebagai Hamba Tuhan, para murid Yesus juga akan dibaptis oleh Roh Kudus untuk meneruskan pekerjaan dan pengajaran Yesus (Kis 1:1, 5).

Mengingat pemulihan Israel sebagai salah satu tugas Hamba Tuhan, dan juga nas-nas seperti Dan 7:27, pertanyaan para murid pada a.6 itu wajar. Yesus ada di depan mereka dalam keberadaan yang mulia, siap untuk mengambil alih pemerintahan Israel dan dunia. Jawaban Yesus tidak menyangkal bahwa kerajaan akan diberikan kepada Israel, tetapi ternyata jadwal Allah berbeda dengan dugaan mereka. Visi Yes 2:2-4 tentang pengajaran Allah disebarkan kepada bangsa-bangsa akan terjadi lebih dahulu, dan itupun akan dilakukan dengan cara yang berbeda. Bangsa-bangsa tidak akan berduyun-duyun ke lokasi Yerusalem, tetapi para murid akan membawa Yerusalem, yaitu hadirat, pengampunan dan pengajaran Allah, kepada bangsa-bangsa, dengan bersaksi tentang Kristus sehingga bangsa-bangsa dapat datang kepada Dia (a.8).

Setelah menjelaskan hal itu, Yesus menghilang (a.9)! Dia menghilang dengan cara yang menunjukkan bahwa Dia naik ke surga. Jika Dia berfokus pada Israel dalam pelayanan-Nya di bumi, pada tahap berikut ini, Dia akan memimpin misi Allah dari surga melalui para murid-Nya dengan perantaraan Roh Kudus. Mereka mungkin kaget (a.10), tetapi dua malaikat memberi jawaban atas pertanyaan mereka tadi. Pemulihan Israel (dan seluruh dunia) akan dituntaskan ketika Yesus datang kembali (a.11). Keberadaan Yesus di surga saat ini adalah keberadaan sementara, yaitu, sementara mereka memberi kesaksian tentang Dia kepada bangsa-bangsa sehingga mereka juga siap menyambut Dia.

Maksud bagi Pembaca

Lukas mau supaya para pembaca memahami (kemudian menghayati) tempat mereka dalam misi Allah untuk memulihkan Israel dan bangsa-bangsa: mereka berada antara kenaikan Yesus dan kedatangan-Nya kembali, dengan tugas untuk bersaksi tentang Dia.

Makna

Maksud di atas cukup jelas, tetapi tidak mudah dihayati oleh banyak jemaat. Para murid sudah menghabiskan tiga tahun bersama dengan Yesus, dan sudah mulai menangkap visi-Nya tentang rencana Allah bagi dunia ini. Bagi mereka, kepergian Yesus adalah sedikit seperti kepergian kakak yang sangat disayangi ke kota yang jauh untuk mencari nafkah bagi keluarga. Nafkah yang akan dikirim oleh Yesus dari surga adalah Roh Kudus, tetapi bagaimanapun juga para murid tetap rindu akan reuni kembali dengan Guru dan Kakak mereka. (Jika meragukan istilah “kakak” untuk Yesus, silakan lihat Ibr 2:11. Tentu, istilah itu melengkapi gelar seperti “Tuhan”, bukan menggantikannya.) Kemudian, nafkah itu dikirim untuk kepentingan bersama keluarga, yaitu Kerajaan Allah. Keluarga itu adalah keluarga yang selalu terbuka untuk bertambah ramai dengan menerima anggota-anggota baru. Kedatangan kembali Yesus, Kakak tercinta, sangat didambakan.

Dengan pemahaman seperti itu, perikop ini menjadi sangat praktis. Kehidupan keseharian, suka dukanya, dan arah hidup, semuanya mendapat titik tolak atau tolok ukurnya dari kebangkitan dan kedatangan kembali Kristus. Kenaikan menjadi kabar sukacita: Yesus, Tuhan kita, berada dengan Allah untuk membekali suatu tugas yang mulia dalam dunia ini. Dengan demikian, Yesus ada di pusat pemaknaan hidup kita.

Tetapi, bagaimana kalau Yesus lebih ibarat saudara sepupu tiga kali orangtua yang merantau, yang tidak terlalu dikenal tetapi bagaimanapun juga dapat diharapkan untuk membantu-bantu? Jelas, beliau akan diminta membantu kita untuk kepentingan kita, bukan kepentingan beliau. Bantuannya tentu dihargai, tetapi pribadinya tidak terlalu didambakan, lebih lagi jika bantuannya tidak dipakai pas sesuai anggapan beliau. Yesus ditempatkan di pinggir pemaknaan hidup dengan pemahaman yang demikian.

Mengkhotbahkan perikop ini dalam jemaat seperti itu akan sulit, karena mereka tidak akan mau direpotkan dengan urusan keluarga Allah, yaitu bersaksi tentang Kristus, menjangkau orang terpinggir untuk meramaikan keluarga Allah, dsb. Mereka hanya tertarik ketika pergumulan mereka langsung dibicarakan dan suatu penghiburan ditawarkan. Cinta diri tinggi, cinta kepada Yesus kurang (walaupun tentu bantuan-Nya dihargai). Makanya, kedatangan-Nya kembali justru dikhawatirkan (sehingga tidak akan banyak dipikirkan).

Barangkali, jemaat riil ada di antara kedua pola itu, antara yang ideal dengan yang palsu. Sebagai pelayan, harapan kita yang sebenarnya akan tersingkap melalui pendekatan kita: apakah kita melayani dan meneguhkan kesempitan wawasan mereka, atau kita berusaha agar semua melihat kembali Yesus yang layak disaksikan, disaksikan kepada keluarga, di tempat kerja, di tengah masyarakat, bahkan sampai ujung bumi.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kis 1:6-11 “Misi Allah diteruskan” (17 Mei 2012; Kenaikan)

  1. Rocky berkata:

    Terima kasih tulisannya sangat menjadi berkat bagi saya, karena sangat membantu7 saya, sebagai referensi dalam menyampaikan Firman Tuhan…
    maaf karena tidak memberi tahu sebelumnya.
    God Bless..

  2. Ping balik: Yoh 14:15-21 Persekutuan dengan Allah Tritunggal [25 Mei 2014] | To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s