Yes 32:15-20 Hasil dari pencurahan Roh Allah (20 Mei 2012)

Perikop ini berbicara tentang suatu harapan, dan beberapa nilai yang penting di tengah harapan itu. Jika cara saya menerangi hubungan antara kedua hal itu belum jelas, saya berharap Pembaca dapat menemukan cara yang lebih tepat (silakan dibagikan dalam komentar). Tetapi pemberitaan kita akan kurang jika salah satu unsur itu hilang.

Penggalian Teks

Perikop kita adalah lanjutan dari ayat-ayat sebelumnya, yang berbicara tentang hukuman atas Israel, dilihat dari perspektif perempuan-perempuan yang hanya melihat ketenteraman di sekitarnya (32:9-14). Kota-kota tempat bergirang-girang akan menjadi kegirangan keledai hutan (32:13-14). Kemungkinan, peristiwa yang dirujuk di sini adalah penyerangan Sanherib pada tahun 701 SM, yang mengalahkan semua kota di Yudea kecuali Yerusalem (36:1). Meskipun Tuhan meluputkan Yerusalem, seperti telah disinggung dalam p.31 dan diceritakan secara terperinci dalam pp.36-37), akibatnya tetap berat. Perempuan-perempuan itu menganggap ada damai, tetapi kedamaian itu semu.

Mulai a.15, ada nubuatan tentang serangkaian peristiwa yang akan mengakhiri hukuman Allah (“sampai”) dan akan membawa damai yang sejati. Yang pertama ialah Roh dari atas, yang membawa pembaruan alam (a.15). Hal itu diiringi kebenaran dan keadilan (a.16, kedua hal itu dikaitkan dengan pembaruan pimpinan dalam 36:1), yang akan membawa damai sejahtera yang sejati (a.17) untuk seluruh umat Allah (a.18). Pemulihan alam dan pemulihan manusia berpadu untuk menciptakan damai sejahtera.

Kedua ayat berikut kurang jelas, tetapi mungkin terjemahan NIV yang cocok: “(19) Walaupun hutan akan runtuh dsb (20) namun berbahagialah kamu dsb”, artinya, di balik musibah yang akan terjadi di bawah Sanherib, Tuhan akan memberi Israel kelegaan. A.20 dapat dilihat sebagai keadaan yang bebas bahaya.

Maksud bagi Pembaca

Yesaya mau supaya Israel memahami sifat ketenteraman yang sejati, yaitu damai sejahtera (keadilan dan kebenaran serta pemulihan alam) yang disebabkan oleh karya Allah yang mencurahkan Roh-Nya.

Makna

Dalam PB, kedatangan Roh Kudus menjadi tanda bahwa zaman baru, yaitu, zaman keselamatan, sudah mulai. Tentu, tidak semua yang dijanjikan dalam perikop ini digenapi sekaligus. Pemulihan alam masih menunggu kebangkitan anak-anak Allah (Rom 8:21). Tetapi, pemulihan umat sudah mulai. Walaupun istilahnya tidak persis sama dalam bahasa aslinya, Ef 5:9 menyebutkan kebenaran dan keadilan sebagai buah terang, ciri jemaat yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus (Ef 1:13; Ef 4:30). Dalam harapan akan dunia baru (karena Roh Kudus adalah jaminan akan seluruhnya, Ef 1:14), kita hidup sekarang menurut dunia mendatang itu, yakni, dalam kebenaran dan keadilan. Dengan demikian ada damai sejahtera, yang dicicipi sekarang di dalam jemaat, dan yang akan dialami secara tuntas dalam dunia baru.

Sebagian orang tidak jauh dari perempuan-perempuan itu, terlalu puas karena tidak ada masalah yang besar, walaupun belum ada kebenaran yang jelas. Sebagian orang lain sadar akan kurangnya keadilan dan kebenaran, dan dapat melihat bahwa hal itu berdampak negatif pada kesejahteraan jemaat dan masyarakat. Namun, orang-orang itu menunggu “mereka” (pemerintah, pimipinan gereja, entah siapa lagi) untuk memperbaiki masalah itu, baru orang-orang itu akan berani ikut berlaku benar dan adil. Kondisi dunia yang belum tuntas dipulihkan menjadi dalih untuk hidup dalam kepentingan kelompok sendiri. Tetapi jika Allah sendiri telah mencurahkan Roh-Nya, zaman hidup menurut keadilan dan kebenaran ala perikop kita telah tiba. Yes 32:15-20 menggambarkan dunia baru untuk kita tangkap dengan mata iman supaya kita hidup di dalamnya.

Pos ini dipublikasikan di Yesaya dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Yes 32:15-20 Hasil dari pencurahan Roh Allah (20 Mei 2012)

  1. Tuto' berkata:

    Ayat 15 – 20 Saya kira tidak lepas juga dari ayat 1 – 8, disana ada kerinduan “Pemimpin” yang bertindak benar dan adil. Lalu ada perempuan-perempuan yang hidup mapan tetapi didapat dari hasil yang tidak benar. Nah “Pemimpin” yang adil inilah yang akan “membuat mereka gemetar, berkabung, dan kehilangan semua yang mereka banggakan…..sampai dicurahkan Roh dari atas (15).
    Ini hanya digenapi oleh Yesus, karena bukan hanya IA RAJA yang benar tetapi DIA adalah kebenaran itu sendiri (Yohanes 14 : 16 )
    …….Kita membutuhkan “Pemimpin” yang benar dan adil, bukan hanya dalam berbangsa dan bernegara tetapi juga dalam Gereja. Masihkah Gereja akan menjadi berkat bagi umat jika “Pemimpinnya” tidak lagi hidup dalam kebenaran Allah? Jadi apa GerejaNya jika Pemimpin umat hanya berkutat soal untung dan rugi.?…….Dimana ada kebenaran disitu akan Tumbuh damai sejahterah……………………

  2. abuchanan berkata:

    Dalam rangka PB, saya rasa usul itu benar: Kristus adalah pemimpin yang adil, dan Dia juga yang akan menghakimi orang yang merasa aman secara semu pada akhir zaman. Dia juga yang mencurahkan Roh Kudus setelah naik ke sorga. Semakin pimpinan gereja seperti Kristus, semakin kebenaran dan damai sejahtera Roh Kudus akan terasa di dalam gereja. Terima kasih tanggapannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s