Yos 7:1-15 Allah murka demi kekudusan umat-Nya (24 Juni 2012)

Perikop ini dari satu segi sederhana sekali: dosa dihukum. Tetapi ada yang perlu dipikirkan lebih dalam. Apakah semua dosa yang dimaksud? Apakah nasib Akhan adalah nasib semua orang berdosa? Cerita ini tetap perlu dipahami dalam rangka penyataan seluruh Alkitab.

Penggalian Teks

Peristiwa ini mengikuti kemenangan yang ajaib atas Yerikho yang diceritakan dalam p.6. A.1 merujuk pada pelanggaran terhadap perintah kherem (“dikhususkan untuk dimusnahkan”) yang dilakukan Akhan. Perintah itu disampaikan dalam 6:16-18, berdasarkan Ulangan 20. Dari Ulangan 20, kata ini merujuk pada hal-hal yang membahayakan kesetiaan Israel kepada Allah. Rahab sekeluarga dikecualikan (6:16) karena dia sudah menerima Tuhan sebagai Allahnya. Yos 6:17 memperingatkan bahwa jika sesuatu yang kherem diambil, orangnya, bahkan seluruh perkemahan Israel, menjadi kherem. Tentu, logam tidak dapat dimusnahkan (6:18), sehingga diserahkan untuk dibentuk atau dipakai kembali sebagai alat-alat dalam ibadah kepada Allah, walupun mungkin dulunya menjadi berhala atau perkakas dalam praktek ibadah orang Kanaan.

Walaupun hanya satu orang yang bertindak melanggar perintah kherem, seluruh Israel harus bertanggungjawab. Mereka telah menjadi kherem, sehingga menjadi sasaran murka Allah. Hanya, mereka tidak tahu. Aa.2-6 menceritakan kegagalan yang mengejutkan yang mulai mengungkapkan bahwa ada masalah. Kebingungan Israel disampaikan Yosua di depan tua-tua dalam doa kepada Allah (aa.7-9). Dia bertanya tentang maksud dari perintah Tuhan untuk memasuki Kanaan, yang sepertinya akan melihat Israel dibinasakan sehingga nama Tuhan sendiri dirusak. Tersirat bahwa akibat itu akan bertentangan dengan semua janji dan tujuan yang telah disampaikan kepada Israel selama itu, misalnya, dalam Yos 1:1-9.

Doa Yosua mencerminkan kenyataan dengan tepat, tetapi tidak sampai ke pokoknya. Tuhan menyuruh Yosua bangun (a.10), karena yang dibutuhkan adalah tindakan tegas, bukan perendahan diri. A.11 menjelaskan apa yang terjadi. Hanya dua frase dalam ayat ini menceritakan tindakan nyata (“mengambil”, “menaruh”), selebihnya memaknai apa yang dilakukan. Tindakan itu melawan Allah (“berdosa”) dan mengingkari hubungan Israel dengan-Nya (“melanggar perjanjian”), dan merupakan pencurian dan penipuan (“menyembunyikan”). Oleh karena itu, Israel telah menjadi kherem, hal yang membahayakan sehingga harus dimusnahkan, bila tidak mereka akan kalah terus dalam perang (a.12). Tetapi, Allah menawarkan jalan keluar. Walaupun seluruh Israel terimplikasi, bila pelakunya dimusnahkan, Israel dapat menjadi kudus kembali (aa.13-15).

Itulah yang terjadi besoknya. Dengan cara yang tidak disebutkan, pelakunya didapati melalui proses eliminasi (7:16-19). Dia mengaku (7:20-21), barang curiannya diambil dan diserahkan kepada Tuhan (7:22-23), dan dia dimusnahkan sama seperti Yerikho, yaitu sebagai kherem, termasuk semua orang dalam keluarganya serta seluruh ternak dan barangnya (7:24-26).

Maksud bagi Pembaca

Allah murka terhadap semua yang mengancam kesetiaan umat-Nya. Jadi, umat Allah harus menghindar dari tindakan seperti itu, dan pimpinan umat Allah harus menindak dosa seperti itu dengan tegas.

Makna

Tidak semua dosa Israel mendapat tanggapan yang begitu keras—banyak dosa dapat dihapus dengan kurban, orangnya sendiri tidak harus mati. Apa bedanya dosa ini?

Seperti yang dijelaskan di atas, kherem melambangkan hal-hal yang membahayakan hubungan Israel dengan Allah. Dengan kata lain, yang dimusnahkan mengancam jati diri umat Israel. Dengan alasan yang mirip, orang Toraja dahulu kala akan mengucilkan orang yang bersetubuh dengan keluarga dekat. Dalam PB pun, Paulus menyatakan terkutuk (anathema, kata Yunani yang dipakai untuk menerjemahkan kherem) orang yang memberitakan Injil yang tidak benar. Gereja adalah kudus bagi Allah, sehingga hal-hal yang mengancam jati dirinya dibalas dengan murka Allah. Caranya berbeda dalam PB—Ananias dan Safira langsung dihukum Allah, penyesat jemaat menghadapi ancaman kekal, belum tentu mati cepat. Jadi, bagi saya, penerapan lebih cocok untuk pendeta yang tidak memberitakan Injil yang sebenarnya, majelis yang menjadi pemecah-belah, dan hal-hal seperti itu, bukan ibu rumah tangga yang lekas marah atau pemuda yang malas bangun pagi. Yang belakangan mungkin saja perlu pertobatan dan perbaikan hidup, tetapi tidak mengancam integritas jemaat.

Lebih luas, kherem adalah contoh dari semua yang melawan Allah, yang harus dihapus untuk Allah mewujudkan dunia baru. Akhan bergabung dengan kherem itu, sehingga dia harus senasib dengannya. Orang-orang Israel yang masih mencari Allah, yang membawa kurban untuk menghapus dosanya, tetap adalah bagian dari rencana Allah. Mereka dididik supaya bertumbuh, bukan dihapus.

Lalu, mengapa seluruh umat Israel harus menanggung akibat dari dosa satu orang? Paling sedikit, dosa adalah masalah bersama, dan membiarkan dosa besar yang mengancam jati diri jemaat berarti turut tidak mempedulikan tubuh Kristus. Cerita ini bisa dilihat sebagai cara Allah mendidik Israel bagaimana menangani dosa seperti itu. Allah murka bukan untuk menghancurkan Israel tetapi untuk memurnikannya.

Pos ini dipublikasikan di Yosua dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s