Nah 1:1-3 Allah Pembalas demi umat-Nya (5 Ag 2012)

Perikop yang ditentukan untuk Gereja Toraja hanya sampai a.3, tetapi kemudian perikop untuk Kebaktian Rumah Tangga mulai pada a.9. Saya tidak tahu apa salahnya aa.4-8, tetapi saya menguraikan seluruh pasal (bahkan sampai 2:2, karena minggu depan perikopnya akan mulai di 2:3). Saya juga melihat konteks dalam kitab-kitab di sekitarnya. Semuanya supaya penerapan sesuai dengan maksud perikop.

Penggalian Teks

Kitab Nahum adalah salah satu dari keduabelas nabi kecil, dan tempatnya dalam koleksi itu relevan untuk penafsirannya. Hosea, Yoel dan Amos mengawali koleksi dengan berbicara tentang Israel pra-pembuangan, dan Haggai, Zakharia dan Maleakhi mengakhirinya dengan berbicara tentang Israel yang telah kembali dari pembuangan. Di antaranya, ada beberapa kitab yang menyoroti bangsa asing. Obaja menyampaikan hukuman terhadap Edom. Yunus mengimbangi pesan itu dengan memaparkan pertobatan Niniwe, ibu kota Asyur yang menguasai dan menekan seluruh kawasan Timur Tengah selama beberapa abad. Mikha kembali ke Israel sebagai fokus. Dalam ketiga kitab berikut, Nahum menunjukkan bahwa pertobatan Niniwe tidak bertahan, dan bangsa Asyur itu akan dihukum. Habakuk mempersoalkan cara Allah menghukum Niniwe, karena bangsa Babel bahkan lebih kejam daripada bangsa Asyur. Zefanya (yang akan dibahas bulan Agustus ini) memberi suatu kesimpulan: semua bangsa berada di bawah hukuman Allah.

Aa.2-3a menyatakan hakikat Allah yang mencakup dua segi, cemburu dan sabar, yang digambarkan dalam aa.3b-6 (murka) dan aa.7-8 (baik). 1:9-2:2 berselang seling antara hukuman atas Niniwe, ibu kota Asyur, (9-11, 14, 2:1) dan keselamatan atas Yehuda (12-13, 15, 2:2). Nah 2:3-3:19 menguraikan hukuman atas Niniwe itu (minggu depan).

Bahasa dalam aa.2-3a mirip dengan pernyataan dalam kesepuluh firman (Kel 20:5-6), dan lebih lagi penyataan diri Allah kepada Musa (Kel 34:6-7). Kata qana yang diterjemahkan dengan “cemburu” merujuk pada semangat yang tinggi oleh karena martabat atau kehormatan seseorang diinjak. Hal itu bisa negatif jika, misalnya, saya merasa bahwa kelebihan si A (lebih pintar/kaya/…) merendahkan martabat saya. Tetapi hal itu bisa positif jika, misalnya, saya tergerak untuk memperjuangkan martabat kaum tertentu, atau berjuang bagi gereja, atau, khususnya, untuk pernikahan. Kata “cemburu” sering dipakai tentang Allah karena Dia telah mengikatkan diri-Nya dengan Israel dalam perjanjian. Allah cemburu ketika Israel tidak setia (demikian para nabi yang menyoroti Israel); Dia juga cemburu terhadap kaum yang menyesatkan dan/atau menindas umat-Nya (demikian para nabi yang menyoroti bangsa-bangsa yang lain). Itulah konteksnya dalam a.2 ini. Asyur telah menindas umat Allah, dan Allah akan membalaskan hal itu kepada mereka sebagai musuh. Walaupun Dia panjang sabar, termasuk terhadap Niniwe (bdk. kitab Yunus), waktunya sudah genap untuk Asyur yang tetap berbuat jahat (3a).

Aa.3b-6 memberi gambaran puitis tentang murka Allah. A.3b menjelaskan kuasa-Nya dan kebesaran-Nya sehingga murka itu layak ditakuti. Puting beliung dan badai adalah fenomena alam yang sangat di luar kendali manusia dan sangat mengacaukan; awan adalah hal yang tinggi bagi manusia tetapi rendah bagi Allah. Dalam a.4a Allah berfirman dengan sebuah hardikan, sehingga alam kehilangan kodratnya: laut menjadi kering (a.4b), gunung mencair, dan bumi menjadi kosong (5). Implikasinya dalam a.6a. Manusia pun tidak akan bertahan melawan murka Allah. Gambaran tentang murka itu disimpulkan dengan kiasan api (6b).

Namun, Tuhan itu baik. Aa.7-8 menyatakan tujuan dari murka Allah tadi, yaitu, perlindungan bagi orang-orang yang Dia kenal, yaitu, yang berlindung (percaya) kepada-Nya. Mereka dapat selamat karena Allah menghabisi musuh-musuh-Nya.

Keselamatan bagi umat Allah karena hukuman terhadap musuh-Nya diuraikan dalam konteks Israel dalam 1:9-2:2. Dalam aa.9-10 bangsa Niniwe melawan Allah, dan akan kena akibat sesuai dengan a.8b tadi. A.11 mungkin menyoroti raja Asyur. Dia merancang kejahatan, tetapi aa.12-13 menyampaikan tanggapan Allah kepada Israel. Dia memang pernah merendahkan Israel yang sudah lama ada di bawah kuk Asyur, tetapi sekarang akan mematahkan kuk itu. A.14 menyampaikan hukuman Allah kepada raja itu. A.15 menyatakan penyampaian berita damai sejahtera, bahwa orang dursila itu telah lenyap. 2:1 memulai nubuatan tentang perang yang akan menghancurkan Niniwe (dilanjutkan dalam 2:3 dst), dan 2:2 mengakhiri berita keselamatan bagi Israel. 1:9-2:2 merupakan semacam dialog atau perbandingan langsung antara hukuman dan keselamatan.

Maksud bagi Pembaca

Nahum mau mendorong Israel untuk berlindung pada Tuhan dalam penindasan, karena dalam kecemburuan-Nya bagi umat-Nya Dia akan menghukum para musuh-Nya. (Jadi, kitab Nahum tidak berbicara tentang perlunya umat Allah untuk bertobat. Tema itu akan menjadi sorotan dalam kitab Zefanya akhir bulan ini.)

Makna

Dalam khotbah di bukit, Yesus mengajar kita bahwa Allah mengasihi bahkan para musuh-Nya, sehingga murid-murid-Nya semestinya berlaku demikian (Mt 5:43-48). Kematian Yesus menjadi wujud paling nyata dari kasih Allah itu (Rom 5:10), dan rasul Paulus adalah contoh terbaik mengenai seorang musuh yang ditobatkan dan diselamatkan (1 Tim 1:13). Namun, pemahaman PL tentang Allah tidak berubah. Yesus sendiri melihat bencana bagi orang yang tidak bertobat (Mt 7:23, 24-27; Mt 25:31 dst), dan Paulus menguatkan jemaat yang tertindas di Tesalonika bahwa Allah akan membalas penindasan itu (2 Tes 1:8). Dan tentu, kita sudah melihat bahwa PL dapat membayangkan bahwa kasih setia Allah ditawarkan kepada bangsa-bangsa (Yun 4:2, yang juga merujuk pada Kel 34:6-7 sama seperti Nah 1:2-3 tadi). Bedanya antara PL dan PB ialah, kedatangan Kristus merupakan titik balik dalam rencana (misi) Allah bagi semua orang, dan kebangkitan-Nya menonjolkan kemungkinan untuk pembaruan bagi semua, bahkan penghujat dan penganiaya sepert Paulus. Tetapi rencana Allah tidak berubah. Dia tetap mengerjakan dunia baru. Dalam Kristus semua ditawari kesempatan untuk bergabung dengan rencana itu, tetapi akan ada kalanya Allah harus bertindak untuk menyapu bersih dunia lama ini (Zef 1:2).

Seperti dikatakan di atas, saya tidak melihat Nahum sebagai wadah untuk memanggil jemaat yang setia untuk bertobat dari dosanya. Orang-orang yang beriman kepada Kristus sudah diselamatkan dari murka Allah (Rom 5:9), dan motivasi kita untuk berubah bukan karena takut masuk neraka tetapi karena sudah bergabung dengan rencana keselamatan Allah, sehingga dosa adalah hal yang bagi kita ketinggalan zaman. Tetapi, jemaat Tuhan sampai sekarang mengalami penindasan, dan pada saat itu perlu berlindung pada Tuhan.

Pos ini dipublikasikan di Nahum dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Nah 1:1-3 Allah Pembalas demi umat-Nya (5 Ag 2012)

  1. Tuto' berkata:

    Cemburu dalam konteks ini ( yang dapat saya pahami ) adalah mempertahankan apa yang telah menjadi milik, berusah supaya jangan dirusak dan dihancurkan oleh orang lain. Dan siapapun yang akan merusak kita akan bangkit untuk mempertahankan dan jika itu telah rusak kita akan menuntut pada orang yang merusak. Cemburu Allah bukanlah Allah iri hati lihat manusia, siapa si manusia yang mau dicemburui oleh Allah, bukankah IA lebih dari segala hal dibanding dengan manusia dan sesembahannya……. Ia cemburu karena Ia mengasihi kita dan akan selalu menjaga / menaungi kita…….. Allah cemburu terhadap dosa yang telah merusak umatNya sehingga Iapun menebus kita didalam Yesus Kristus. Bagaimanapun ancaman terhadap umat yang datang berlindung padaNya, Ia selalu menyatakan perlindunganNya…….

    Apa sudah seperti ini Ambe’ ?

  2. abuchanan berkata:

    Ya, betul dan berguna, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s