Bil 13:17-33 Kekuatiran meniadakan janji Allah (23 Sep 2012)

Perikop ini merupakan narasi, dan cara yang sering membantu dalam menerapkan narasi ialah berfokus pada salah satu tokoh. Dalam perikop ini ada perbandingan antara Kaleb dengan rekan-rekannya. Semuanya pemimpin suku (13:2), tetapi hanya Kaleb yang berperan sebagai pemimpin. Jika dalam khotbah, Saudara hanya berbicara tentang rekan-rekan Kaleb, jangan-jangan Saudara telah menjadi sama seperti mereka, karena menyampaikan kabar busuk yang mencemaskan. Tetapi jika Saudara juga menyoroti Kaleb, yang sanggup berpegang pada janji Allah di tengah tantangan, maka khotbah Saudara akan membangun.

Penggalian Teks

Kitab Bilangan mulai dengan umat Allah tersusun di sekitar kemah suci (Bilangan 2), dan dalam 10:12 mereka berangkat dari gunung Sinai ke padang gurun Paran. Daerah itu bersebelahan dengan bagian selatan tanah Kanaan. Pada awal p.13, mereka sudah tiba di Paran, sehingga langkah berikut adalah masuk ke tanah Israel. Karena Israel terdiri atas duabelas suku, ada wakil dari setiap suku (kecuali suku Lewi), supaya niat Israel kemudian bulat. Utusan suku Yehuda ialah Kaleb, dan Yosua, abdi Musa, juga menjadi utusan dari sukunya Efraim.

Tugas mereka dijelaskan oleh Musa dalam aa.17-20, dengan beberapa ciri yang dicari. Aa.18-19 menyangkut tanah itu (“negeri” dan “tanah” sama-sama menerjemahkan kata ‘erets) sebagai sasaran perang, yaitu, orangnya (a.18) dan pertahanannya (a.19), dan a.20 menyangkut suburnya tanah itu. Dengan kata lain, aa.18-19 menyangkut tantangan yang akan dihadapi Israel, dan a.20 menyangkut motivasi, sejauh mana tanah itu selayaknya diperjuangkan. Pentingnya motivasi dilihat karena mereka disuruh untuk membawa sedikit dari hasil negeri/tanah itu. Catatan tentang musim hulu anggur menunjukkan bahwa ada harapan untuk mendapatkan anggur sedikit.

Aa.21-24 menceritakan perjalanan mereka. A.21 meringkas perjalanan itu, dan menunjukkan bahwa mereka mengintai seluruh negeri, sesuai dengan perintah Musa. A.22 menyoroti Hebron. Hebron adalah tempat pemakaman Abraham dan Sara, Ishak dan Ribka, serta Yakub dan isteri-isterinya (Kej 49:31-32; 50:13). Pada saat itu, Hebron belum menjadi kota. Tetapi sejak itu, kurang lebih bersamaan dengan pembangunan kota Soan di Mesir, Hebron menjadi kota. Kota Soan mungkin dibangun pada zaman orang Israel ada di Mesir, dan menjadi ibu kota Mesir. Implikasinya bahwa Hebron juga menjadi kota besar. Di dalamnya ada orang Enak (ucapan vokalnya sama dengan kata “emas”, bukan kata “énak”) dengan tiga orang kenamaan. Dalam aa.23-24, hasil tanah yang ternyata banyak diangkat.

Perjalanan mereka empat puluh hari, sama seperti Musa di gunung Sinai (Kel 24:18). Mereka melaporkan perjalanan mereka kepada seluruh Israel, dan juga memperlihatkan hasil tanah (25-26). Hal pertama yang dilaporkan ialah bahwa tanah itu sungguh baik (27). Tuhan tidak keliru dalam apa yang Dia janjikan.

Hal kedua ialah pertahanan. Dalam laporan ini, kita melihat bagaimana kegelisahan tertular. Dari a.29, sebagian besar tanah itu didiami bangsa-bangsa yang biasa, tetapi mereka mulai dengan tantangan yang paling berat (28), yang hanya ada di Hebron. Oleh karena mulai di situ, daftar bangsa pun terdengar menantang, padahal sudah diketahui bahwa akan ada perang.

Adanya kegelisahan yang membahayakan nyata dalam tanggapan Kaleb, yang mau “menenteramkan hati bangsa”. Dia berusaha kembali ke pokok, yaitu rencana Allah bagi mereka (30).

Tetapi kegelisahan itu menjadi-jadi. Rekan-rekan Kaleb pesimis (31). Bagi mereka, tanah itu bukannya baik hasilnya untuk dimakan (seperti dalam a.27), tetapi justru memakan penduduknya. Tiba-tiba, semua orang di sana tinggi besar, bukan hanya orang di Hebron (32-33a). Akhir a.33 menjelaskan prosesnya. Para pengintai itu meremehkan dirinya, sehingga mereka yakin bahwa penduduk juga memandang mereka remeh.

Dalam pasal berikut, bangsa Israel menanggapi kegelisahan para pemimpin dengan memberontak dan mau kembali ke Mesir (14:3). Ternyata, di mata Allah pemberontakan ini sepadan dengan pembuatan anak lembu tuangan (Keluaran 32), karena kembali Tuhan menawarkan untuk melenyapkan bangsa Israel dan membuat Musa menjadi bangsa baru (14:11-12; bdk. Kel 32:9-10). Meskipun bangsa itu diampuni karena perantaraan Musa dan tetap disertai Tuhan, tetap ada akibat dari dosanya. Hanya Kaleb dan Yosua yang akan masuk ke tanah perjanjian, selebihnya akan mati di padang gurun.

Maksud bagi Pembaca

Bagian ini memperlihatkan buruknya ketakutan pimpinan yang meremehkan kebaikan janji Allah dan panggilan-Nya. Dengan demikian, kita, terutama yang menjadi pemimpin, didorong untuk menjadi seperti Kaleb, yaitu memandang kebaikan janji Allah dan panggilan-Nya agar jangan tersandung oleh kegelisahan.

Makna

Sepertinya, Tuhan sadar bahwa para pengintai akan menemukan bahwa ada tantangan yang berat di tanah perjanjian. Semestinya, panggilan dan janji Tuhan sudah cukup untuk mereka berani memasuki tanah itu. Tetapi Tuhan memberi motivasi lagi dengan memperlihatkan kebaikan yang tersedia jika mereka siap melalui tantangan itu. Para pengintai memperlihatkan kebaikan itu (26b) tetapi ketakutan mereka langsung mengesampingkannya. Kita tidak tahu apakah Kaleb merasa takut atau tidak, tetapi dia sanggup berpegang pada janji Allah.

Pos ini dipublikasikan di Bilangan dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bil 13:17-33 Kekuatiran meniadakan janji Allah (23 Sep 2012)

  1. alexander berkata:

    Maaf baru kali ini beri komentar! Tapi sebenarnya bukan komen, tawaran lagu, KJ 163. GBU pak Andrew.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s