1 Korintus 2:10-16 Memahami karena Roh Kudus [19 Mei 2013] (Pentakosta)

Pencurahan Roh Kudus adalah salah satu peristiwa yang menentukan dalam rencana keselamatan Allah. Kita sudah biasa memperhatikan dalam Kisah Para Rasul bahwa Roh memberi jemaat perdana kuasa untuk bersaksi, dan juga dalam surat-surat Paulus bahwa Roh Kudus memberi jemaat kuasa untuk berubah. Nas dari 1 Kor 2:10-16 ini penting karena di dalamnya kita disadarkan bahwa kita hanya bisa memahami dan menangkap Injil dengan baik jika Roh Kudus memampukan kita.

Penggalian Teks

Paulus memulai kritiknya kepada jemaat di Korintus dengan berbicara tentang kebodohan Injil bagi manusia, sebagaimana dilihat dalam salib Yesus (1:18-25), status rendah jemaat yang dipanggil Allah (1:26-31), dan pelayanan Paulus sendiri ketika dia membawa Injil kepada mereka dalam kelemahan (2:1-5).

Dalam 2:6-16, Paulus tetap menjelaskan pelayanannya, sehingga dengan tepat LAI memakai kata “kami”, kecuali apa yang dikatakan juga berlaku untuk jemaat di sana (misalnya, 2:7 “kemuliaan kita”, a.10, a.12). Pelayanan itu disimpulkan dalam 2:6a sebagai pemberitaan hikmat bagi orang-orang yang matang (atau “dewasa” bahkan “sempurna”, kata teleios berarti “sudah mencapai tujuannya”). Aa.6b-8 menjelaskan bahwa hikmat itu tersembunyi, sehingga bahkan para penguasa dunia ini tidak mengetahuinya. Termasuk di dalam hikmat Allah yang tersembunyi itu ialah hal-hal di luar jangkauan manusia yang disediakan Allah (9), yaitu keselamatan bagi bangsa yang berdosa (Yes 64:4-6). Keselamatan itu yang telah digenapi di dalam Kristus, tetapi hanya Roh Kudus yang mengetahuinya dari Allah untuk memberitahukannya kepada manusia (10-11). Tujuan Roh itu adalah membuat kita mengetahui tentang karunia-karunia Allah itu (12).

Dalam a.13 Paulus kembali ke topik pelayanannya. Roh bekerja di dalam pelayanan Paulus. Dia menafsirkan hal-hal rohani, yaitu, hal-hal yang dinyatakan Roh (10-12) atau karunia-karunia Allah yang disediakan Allah bagi umat-Nya (2:9). Dia menafsirkannya kepada orang-orang rohani, yaitu mereka yang mempunyai Roh. Hal itu dibandingkan dengan manusia “duniawi” (psukhikos, yang berkaitan dengan jiwa, yaitu dengan hidup) yang tidak sanggup memahaminya (14). Roh Kudus memampukan manusia rohani untuk menilai “segala sesuatu”, karena dia melihat dunia dalam terang Injil yang dinyatakan oleh Roh. Sebaliknya, manusia rohani tidak dapat dinilai (dengan tepat) oleh mereka yang tidak dapat memahami Injil itu. Dalam a.16, Paulus setuju dengan Yesaya bahwa manusia tidak melebihi Tuhan. Dia hanya mengklaim bahwa oleh Roh dia memiliki pikiran Kristus. Dalam ayat-ayat berikut, hal itu berarti bahwa dia dapat menilai mereka dari sudut pandang Kristus.

Maksud bagi Pembaca

Dalam perikop ini Paulus menyampaikan bahwa jalan penyataan rahasia Allah yang sebenarnya ialah melalui pemberitaan para rasul tentang Kristus yang disertai dengan daya penyataan Roh Kudus baik di dalam pemberita maupun di dalam pendengar. Hal itu meletakkan dasar untuk teguran keras yang akan disampaikan dalam pasal-pasal berikutnya, karena mereka ternyata masih seperti anak (3:1). Roh menjadi sumber hikmat yang berbeda dari hikmat dunia, dan semua klaim untuk dapat menjangkau rahasia Allah di luar Kristus dan Roh ditolak.

Makna

Wawasan dari Roh Kudus itu memampukan kita untuk menangkap karunia-karunia Allah. Hal itu penting diamati, karena aa.15-16 bisa saja ditafsir sebagai semacam superioritas orang percaya. Malah, pernyataan bahwa manusia rohani menilai (anakrinomai) segala sesuatu bisa saja dianggap bertentangan dengan perintah Yesus untuk tidak menghakimi (krino). Saya menganggap bahwa penghakiman yang dimaksud Yesus adalah penilaian yang tidak hanya menyangkut apa yang dilakukan, tetapi juga hati orangnya, sehingga kita menganggap sudah tahu hukuman yang selayaknya dari Allah. Hal itu berbeda dengan menilai buah untuk melihat bahwa, misalnya, seseorang merupakan nabi palsu (Mt 7:15-16). Itulah yang dilakukan Paulus terhadap jemaat di Korintus dalam p.3. Dia menunjukkan buah tertentu (perpecahan) yang berasal dari salah paham tentang gereja. Yang didapat Paulus dari Roh Kudus bukan informasi tentang hati jemaat, tetapi pemahaman tentang gereja sebagai salah satu karunia Allah sehingga dia dapat menafsir berbagai tingkah laku mereka dalam rangka Injil. Pemahaman itu bukan sesuatu yang tetap rahasia sehingga penilaian Paulus harus diterima begitu saja. Rahasia Allah telah terungkap di dalam Kristus, sehingga Paulus dapat menjelaskan kesalahan jemaat Korintus itu. Jika demikian bagi seorang rasul, terlebih lagi untuk kita. Dalam perbedaan pendapat, kita hanya melihat buah, kita tidak melihat hati. Jika kita tidak dapat menjelaskan kesalahan dalam terang Injil, maka pemahaman kita belum merupakan pemahaman yang diterangi Roh Kudus.

Namun, bagi kita yang (menuju) matang di dalam Kristus, kita harus berani–dalam hal-hal pokok–untuk mengaku bahwa kita juga memiliki pikiran Kristus. Sebagian perlawanan atau kebingungan jemaat berasal dari orang yang masih kekanak-kanakan dalam iman. Hal itu dapat dibedakan dengan susahnya memahami firman Allah karena pendekatan kita tidak cocok dengan budaya. Kita mempersalahkan orang sebagai “kolot” atau “terbelakang”, tetapi sebenarnya kita selaku pelayan yang belum mampu menyesuaikan pelayanan kita bagi mereka. Tetapi perlawanan oleh jemaat yang masih anak dalam iman bukan masalah pendekatan kita. Hal itu dialami Paulus dengan jemaat di Korintus. Karena dia tahu bahwa hanya Roh Kudus yang dapat menerangi pemahaman orang, dia bersabar terhadap mereka dan tetap mengajar mereka, sehingga akhirnya ada hasil (2 Kor 7:6-9). Semoga kita semua mencari penerangan Roh Kudus bagi diri kita juga bagi jemaat.

Pos ini dipublikasikan di 1 Korintus dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 1 Korintus 2:10-16 Memahami karena Roh Kudus [19 Mei 2013] (Pentakosta)

  1. Pdt. Mathius Sarangnga' berkata:

    Terima kasih, Roh Kudus menguatkan dan memberkati pelayanannya. Salam doa.

  2. Tuto' berkata:

    Allah menciptakan alam semesta dengan segala isinya, dan menempatkan manusia didalamnya. Manusia yang lemah jatuh kedalam dosa, Allah tahu bahwa manusia tidak dapat meyelamatkan dirinya, dan mengutus Anak-Nya kedalam dunia. Ia mati dan bangkit untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Agar Karya Keselamatan ini tidaklah sia-sia, agar manusia yang lemah ini bisa tetap yakin akan Keselamatan dalam Yesus Kristus, maka Allahpun menganugrahkan Roh Kudus, agara manusia tetap berdiri kokoh maka Allahpun tetap mendampingi manusia dalam Roh Kudus, agar manusia jangan mengandalkan hikmat duniawi untuk menerima Keselamatan dalam Yesus Kristus. Allah tetap ada dan selalu ada untuk mengingatkan manusia agar jangan mengandalkan hikmat duniawi untuk mengerti keselamatan dari Allah dalam Yesus Kristus. Hanya Roh Kudus yang dapat membawa kita ke dalam kebenaran, karena Ia mengenal hati Tuhan. Yohanes 14 : 26 dan 16 : 13 – 15.
    Selamat hari Pentakosta. …..Penghibur telah datang!!! selamat melayani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s