Kejadian 13:1-18 Janji Allah lebih kuat [25 Agustus 2013]

Perikop ini adalah naratif yang halus—sepintas lalu tidak ada yang menonjol, tetapi setelah direnungkan ada berbagai pelajaran yang bisa diambil daripadanya.

Penggalian Teks

Pasal ini mulai dengan Abram pulang dari Mesir dan beribadah kepada Tuhan (1-4). Kemudian, masalah antara dia dan Lot diselesaikan, tetapi tetap dengan suatu ancaman ke depan (5-13). Kembali Allah berjanji kepada Abram, dan Abram beribadah kepada-Nya (14-18). Peristiwa sebelum dan setelah pasal ini menyangkut Abram dalam dunia yang lebih luas, tetapi fokus dalam pasal ini adalah keluarga Abram.

Aa.1-4 mengangkat hal-hal yang menjadi fokus dalam aa.5-13, yaitu adanya Lot (1) dan banyaknya ternak Abram (2). Tetapi bagian ini juga menunjukkan bagaimana Abram diberkati Tuhan di Mesir—meskipun Abram tidak jujur tentang Sarai sebagai isterinya (12:12-13). Janji Allah untuk memberkati Abram lebih kuat daripada dosa Abram. Tetapi, bukannya Abram tidak sadar akan hal itu, dan dia membuat mezbah untuk beribadah kepada Tuhan. Abram keluar dari Mesir untuk beribadah, sama seperti Israel kemudian. (Israel juga keluar dengan perak dan emas, bdk. Kel 11:2 & 12:35.)

A.5 mempertajam masalah: Lot juga memiliki banyak ternak. A.6 mulai dengan usul bahwa daerah itu tidak cukup luas, tetapi bagian akhir ayat itu mengatakan “tidak dapat”—mungkin bisa diterjemahkan, “tidak sanggup”. Masalahnya sebenarnya dengan manusia, bukan tanah, sebagaimana dilihat dalam a.7. Jika sebelum dan sesudah perikop ini, umat Allah yang kecil ini terancam dari luar, di sini mereka terancam dari dalam. Abram menawarkan solusi (8-9), dan Lot memilih bagian dekat sungai dan air (10-12). Keputusan Lot masuk akal, tetapi ada peringatan dalam a.10c dan a.13, yang merujuk ke p.19.

Tidak disampaikan bagaimana perasaan Abram ketika Lot berpisah (14), tetapi tidak jelas bahwa perpisahan itu membuat mereka lebih kuat di negeri orang (bdk. a.7b), dan dalam p.14 Abram harus menyelamatkan Lot dari perang. Tetapi, kekuatan Abram yang sebenarnya ialah Tuhan, yang justru menguatkan janji-Nya kepada Abram (14-17). Janji akan tanah diteguhkan, dan juga janji akan keturunan. Abram disuruh untuk menjelajahi tanah itu—sebagai langkah iman, karena jelas belum dimiliki. Dan, walaupun dikatakan bahwa tanah tidak cukup luas untuk Abram dan Lot berdiam bersama, sebenarnya mereka masih terlalu sedikit. Baru ketika mereka sebanyak debu tanah (‘eretz), maka mereka akan bisa mendiami tanah (‘eretz) perjanjian itu.

Kembali Abram mendirikan mezbah, kali ini bukan karena pemeliharaan Allah yang sudah terjadi, tetapi karena janji Allah yang belum terjadi, tetapi yang tetap memberi pengharapan.

Maksud bagi Pembaca

Dari tokoh Abram, kita belajar untuk tetap berharap akan Allah bahkan dalam perpecahan, karena janji Allah lebih kuat daripada perpecahan dalam umat-Nya. Kita belajar dari tokoh Lot bahwa tanah yang dekat air belum tentu tempat yang terbaik untuk umat Allah.

Makna

Adanya perselisihan persepsi dan pendapat adalah hal yang lazim di dalam gereja. Dampaknya biasanya lebih buruk daripada masalah dari luar. Penyebabnya seperti dalam cerita ini—ketidakmampuan berbagai pihak untuk mengelola dengan baik kepentingan yang memang bergesekan. Jalan keluar yang diambil Abram mendapat berbagai penilaian—begitulah sifat cerita seperti ini. Ada yang menganggap bahwa Abram sangat baik hati dengan memberi pilihan kepada Lot. Tetapi, dilihat dari perspektif panggilan Allah, ada dua tanda tanya. Yang pertama, apakah berpisah bijaksana, mengingat bahwa “waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu”? Yang kedua, mengapa Abram menawarkan kepada Lot tanah yang dijanjikan Allah kepdanya? Kebetulan Lot memilih Lembah Yordan sehingga Abram tetap di tanah Kanaan, tetapi andaikan pilihannya lain, Abram justru akan keluar dari tanah itu! Tafsiran lain lagi menganggap bahwa sudah jelas bahwa Lembah Yordan yang akan dipilih, dan Abram secara halus menyuruh Lot ke sana. Seperti saya katakan tadi, ada banyak tafsiran kalau cerita seperti ini. Demikian juga perselisihan dalam jemaat.

Makanya, janji Allah itu sangat penting. Kadangkala kita melihat turun tangan Allah seperti dilihat Abram ketika dia dapat keluar dari Mesir. Kadangkala kita melihat masalah, seperti dilihat Abram dengan Lot. Yang tidak berubah adalah tujuan dan rencana Allah. Tujuan dan rencana itu kita kenal di dalam Kristus. Kita beribadah bukan hanya karena turun tangan Allah yang sudah kelihatan, tetapi juga karena janji yang belum kelihatan.

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kejadian 13:1-18 Janji Allah lebih kuat [25 Agustus 2013]

  1. ulinamasa berkata:

    Kenapa Abram berani menyerahkan pilihan pada Lot, karena Abram sangat mengenal Allah dan sangat percaya janji Allah. kalau di tinjau dari awal berangkat bersama Lot, Abram mendapat perintah dari Allah dari negeri yang selama ini ia diami. negeri yang ia diami itu adalah negeri yang mapan mudah mendapatkan segala hal yang baik disana. Allah menyuruh Abram keluar dari negeri itu kr negeri itu penuh dengan penyembah berhala dan Allah ingin Abram keluar dari zona nyamannya di negeri yg makmur itu. lalu Abram n Lot pergi keluar dari negeri itu dan sampai ditempat yang jadi persengketaan… Sekali lagi disini Abram percaya sekali janji Allah dan ia selalu merespon dengan taat pada perintah Allah. negeri ini pada awalnya ceritanya tandus tapi karena ada kuasa Allah bekerja negeri itu menjadi subur, setelah subur dan makmur, kalau tidak salah terjadi pertengkaran antara pekerja Lot dan pekerja Abram maka sampai pada konsolidasi harus bagi wilayah. Karena Abraham sangat percaya pada Allah yang menyertainya maka ia menyerahkan pilihan pada LOt. disini Lot memilih berdasarkan pada pandangan matanya, ia memilih wilyah yang menurutnya elok dan subur, ia tidak memandang pada apa janji Allah. berbeda dengan Abram, kemanapun ia akan pergi ia percaya ada Allah yang menyertainya.

    jadi alangkah indahnya kalau setiap orang yang percaya hidup bergantung pada janji Allah bukan bergantung pada yang kelihatan. Janji Allah yang ada diberikan dalam hati setiap anakNYA harus direspon dengan ketaatan dan percaya total pada pimpinan Allah bukan dari yg kelihatan saja.

    penerapan firman ini bagus sekali untuk kalangan pemuda/i dalam mencari pasangan hidup. pemuda/i dalam menentukan dan memutuskan siapa yang menjadi pasangan hidupnya. Janji Allah adalah akan memberikan pasangan hidup kr IA memerintahkan kita beranak cucu dan tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, akan diberikan pasangan yang sepadan tapi dalam konteks sepadannya Allah. tapi banyak orang seperti LOT melihat dari pandangan mata melihat dari sudut pandangnya dan keinginannya. maka jadilah satu pemudi bisa ditaksir banyak pemuda juga sebaliknya…. seperti piala saja akan diperebutkan siapa yang akan menang mendapatkan, siapa yg paling pandai mendekati akan mendapatkan. tetapi jika setiap pribadi mencari janji Allah rencana Allah dan kehendak Allah maka akan mendapatkan yang terbaik versi Allah, kr IA paling tahu masa depan dan segala hal yang tersembunyi dalam hati manusia. Kr Allah juga sangat sayang pada anak-anakNYA pasti IA berikan yg terbaik, tapi kadang anak anakNya lebih suka cari menurut dorongan hatinya.

    bagi kalangan yang mapan sdh punya kedudukan jabatan gerejawi sering terjadi seperti kasus Lot dan Abram, ketika motivasi melayani Allah diletakkan pada janji Allah, rencana dan kehendak Allah, maka kemanapun, dibagian manapun dilemparkan oleh otoritas pemimpin pelayanan akan ada bawahan yang taat pada pemimpin. karena pelayanannya didasarkan penyertaan Allah, ada Allah yang menyertai dimanapun pelayan THN ada.

    Inti yang saya temukan dalam tulisan Pak Andrew adalah:
    – Hubungan pribadi yang mendalam (Intimacy with GOD) akan menghasilkan percaya pada Allah.
    -Percaya pada Allah menghasilkan ketaatan pada Allah dan berpegang pada janji Allah yang menjadikan berani bertindak tidak berdasarkan apa yang dilihat/dunia material.

    Pak Andrew … ditunggu tulisan lainnya ya…. Tuhan memberkatimu…

  2. abuchanan berkata:

    Terima kasih tanggapannya, Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s