Kej 32:22-32 Bergumul untuk berkat Allah [20 Oktober 2013]

Perikop ini adalah cerita yang penuh misteri. Dua hal diperlukan dengan bahan seperti ini. Yang pertama ialah pengamatan yang bisa menyingkapkan maksud yang tersirat. Saya berharap ada beberapa di bawah yang menarik. Yang kedua ialah menafsir pengamatan-pengamatan itu. Tafsiran saya diajukan untuk dapat dipertimbangkan, dan secara menyeluruh dapat dipertanggungjawabkan, tetapi makna dari cerita seperti ini tidak dapat diselesaikan dalam satu kali menafsir.

Penggalian Teks

Yakub belum lama melarikan diri dari Laban, mertuanya yang dia tipu, dan sekarang menuju tanah Kanaan, di mana dia harus berhadapan dengan Esau, kakaknya yang juga dia tipu. Kembali ke tanah Kanaan berarti kembali ke tanah perjanjian, tempat yang ditentukan baginya sebagai keturunan Abraham, tetapi untuk bisa menikmati janji Allah, Yakub harus belajar berdamai. Pada akhir p.31, dia berhasil berdamai dengan Laban. Tetapi Esau akan lebih sulit. Dalam 32:1–2, dia melihat malaikat-malaikat (malakim) Allah, yang dia sebut sebagai “bala tentara Allah” (32:2; Mahanaim (dari kata makheneh) = dua pasukan atau perkemahan). Semestinya hal itu menguatkan dia, dan memang dia kemudian mengambil inisiatif untuk menyuruh utusan (malakim) kepada Esau (32:3–5). Hanya, dia terkejut dengan berita bahwa Esau membawa 400 orang (32:6)! Menghadapi hal itu, dia membentuk dua pasukan (makheneh) supaya paling sedikit setengah bisa luput (32:7–8). Dengan kesamaan kosa kata (malakim dan makheneh), pencerita ingin agar kita melihat bahwa Yakub masih mencari jalan sendiri; dia belum siap mengandalkan pasukan Allah itu. Hanya setelah berdoa dan mengingat janji Allah kepadanya (32:9–12), dia memikirkan strategi yang lain, yaitu membanjiri Esau dengan persembahan untuk mendamaikan hatinya (32:13–21). Kosa kata “mendamaikan” (kipper) dan persembahan (minkhah) sering dipakai untuk pendamaian dengan Allah, dan dalam 33:10 Yakub menyamakan wajah Esau dengan wajah Allah. Berdamai dengan manusia dikaitkan erat dengan berdamai dengan Allah.

Setelah seluruh orang dan harta diseberangkan (22–23), Yakub tinggal seorang diri—mengapa tidak dijelaskan. Juga tidak dijelaskan bagaimana sampai dia bergulat dengan laki-laki itu (24). Hanya, hal itu mencerminkan kehidupannya; dia bergumul melawan Esau dan Laban, dan tidak mau dikalahkan. Dalam konteks seluruh kisah Yakub, ini adalah kelemahan Yakub, dan karena teguran halus dari pergulatan itu tidak tembus, ada teguran yang lebih keras, yang membuat Yakub pincang (25).

Kemudian, ada percakapan di antara mereka (26–29). Orang itu seakan-akan mau pamit, tetapi Yakub menuntut untuk diberkati dulu. Permintaan itu mengejutkan—bukankah semestinya Yakub marah atau takut karena dibuat pincang?—dan menunjukkan bahwa Yakub sudah menduga bahwa laki-laki ini lebih dari manusia biasa. Laki-laki itu menanyakan nama, tahap awal untuk menyampaikan berkat dengan sasaran yang tepat (27). Tetapi, ternyata orang itu mau mengubah nama Yakub. Dia tidak akan disebut “orang yang memegang tumit” lagi, dalam artian menyerang dari belakang atau dengan tipu daya (demikian pengartian nama Yakub dalam 25:26), melainkan Israel, yang berarti “bergumul dengan Allah”. Laki-laki itu menyatakan diri sebagai Allah (atau malaikat Allah, bdk. Hos 12:5), sehingga Yakub disebut telah menang atas Allah dan manusia (28). Kata “menang” itu mengejutkan, karena memberi kesan bahwa Allah dan manusia yang dia lawan itu kalah, sementara Yakub baru saja menjadi terpelecok karena tangan-Nya, dan sedang menghadapi maut oleh tangan kakaknya. Apakah Yakub juga salah tafsir demikian, sehingga dia berani menanyakan nama dari malaikat Allah itu, seakan-akan dia sudah sederajat dengannya (29)? Bagaimanapun juga, yang baru saja dia menangkan adalah perdamaian dengan Laban dan berkat dari Allah. Hal-hal ini memang membawa keuntungan bagi Yakub, tetapi tidak berarti bahwa lawannya kalah. Perlu diketahui bahwa kata “melawan” (dalam “bergumul melawan”) tidak ada dalam bahasa aslinya. Sebagai tafsiran oleh LAI, kata itu cocok untuk menggambarkan sikap Yakub tadinya: Esau dan Laban memang dikalahkan. Namun, sekarang dia bergumul untuk hal-hal yang lebih berguna: perdamaian dengan Laban dan Esau, berkat dari Allah.

Yakub sadar bahwa dia telah diberi hak istimewa untuk melihat Allah (30), dan keturunannya, orang Israel, juga menilai peristiwa itu demikian (32). Tetapi dia telah menjadi pincang (31)! Sepertinya, hanya hal itu akan membuat Yakub sungguh-sungguh mau mengandalkan Allah.

Maksud bagi Pembaca

Cerita ini menjelaskan perubahan nama Yakub menjadi Israel, nama bangsa yang menjadi umat Allah. Dengan demikian, cerita ini menggambarkan sesuatu tentang relasi umat dengan Allah. Kita belajar untuk mencari hal-hal yang utama, dan juga bahwa kedekatan dengan Allah menyangkut bukan hanya hal-hal yang manis melainkan juga pergumulan.

Makna

Bergulat dengan Allah dan dibuat pincang belum tentu akan disukai oleh mereka yang untuknya agama dilihat pertama-tama sebagai sumber penghiburan. Malahan, cerita ini adalah peringatan bagi orang-orang yang dengan gampang mengatakan, “Sekiranya Allah menampakkan diri-Nya langsung kepada saya.” Yakub luput dengan hanya menjadi pincang. Sebaliknya, jika iman adalah perjalanan menuju tanah perjanjian, yaitu, langit dan bumi yang baru, dan jika ada hal-hal dalam kehidupan kita yang tidak beres, sama seperti Yakub, maka Allah dalam belas kasihan akan menantang kita supaya kita sungguh-sungguh berbalik kepada-Nya. Demikian Hosea mengartikan cerita ini kepada Israel yang secara rohani jauh dari Tuhan (Hos 12:4–7). Seperti sering diungkapkan oleh para gembala pada zaman sekarang, tujuan Allah bagi umat-Nya pertama-tama adalah kekudusan, bukan kenyamanan.

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Kej 32:22-32 Bergumul untuk berkat Allah [20 Oktober 2013]

  1. alexander palimbunga berkata:

    Maaf, selama ini saya lupa untuk mengatakan: “Terimakasih Banyak”, To Mentiruran banyak membantu mempersiapkan khotbah saya. JBU Pdt Andrew.

  2. abuchanan berkata:

    Terima kasih atas penguatan bapak.

  3. alexander palimbunga berkata:

    sama-sama pak Andrew.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s