Hos 5:1-7 Berbalik kepada Allah [3 Nopember 2013]

Nubuatan tergolong bahan Alkitab yang dianggap sulit oleh banyak orang, karena sepertinya mengalir dengan hanya dua tema utama, yaitu dosa dan hukuman. Namun, sebagai puisi, ada upah besar jika kita mau membaca dengan teliti. Semoga refleksi saya membawa Saudara kembali ke firman yang dalam ini.

Penggalian Teks

Empat minggu berturut-turut (mulai minggu ini), kita akan mendengarkan firman Allah melalui Hosea, nabi yang diutus kepada kerajaan utara (biasanya disebut Israel atau Efraim) itu. Minggu ini mewakili tuduhan Allah terhadap Israel; minggu depan kita akan melihat pertobatan yang semu (5:16–6:6); minggu ketiga memberi salah satu gambaran tentang hukuman yang akan melanda Israel (8:1–10); dan minggu keempat mengungkapkan kerinduan Allah akan Israel (11:1–11). Di balik bahan ini ada kisah Hosea yang dikhianati oleh istrinya (pp.1–3), kisah yang menggambarkan bagaimana Allah telah dikhianati oleh Israel.

Seperti banyak nubuatan yang lain, perikop ini berganti-gantian antara dakwaan (perincian dosa) dan hukuman. Hal itu bisa dilihat dalam aa.1–2: “Dengarlah” mengawali panggilan kepada para terdakwa; “Sebab” mengawali perincian dosa; “maka” (a.2) mengawali hukuman. Dalam panggilan itu, kaum Israel disebutkan antara dua kelompok pimpinan, yaitu para imam dan keluarga raja. Para pemimpin ibarat pemburu yang memakai perangkap, jaring dan lobang, di seluruh wilayah Israel (diwakili oleh tiga tempat, Mizpa, Tabor dan Sitim, yang terdapat di berbagai bagian dari Israel). Oleh karena itu, keputusan Allah adalah menghajar mereka. Kata “menghajar” masih dalam ranah hukuman yang mau menuntun kepada perbaikan hidup.

Namun, dalam ayat-ayat berikutnya, Allah tidak berharap lagi akan perubahan itu. Aa.3–4 merupakan kiasmus. Kita masuk kiasmus itu dengan pernyataan bahwa A) Allah mengenal apa yang tersembunyi tentang Israel (3a), yaitu bahwa B) Israel berzinah (menyembah dewa-dewi, a.3b) dan C) dengan demikian menajiskan diri (3c). Kita keluar dari kiasmus itu dengan tiga alasan mengapa Israel tidak akan berbalik kepada Allah. C) Kenajisan adalah hal yang harus ditutupi, sementara berbalik kepada Allah akan menuntut kenajisan itu dibongkar (4a). B) Perzinahan itu adalah “roh” mereka, yaitu semangat atau dorongan yang menjadi bagian dari identitas mereka (4b). A) Mereka tidak mengenal Tuhan (4c). Allah mengenal mereka, tetapi karena dosa yang melekat pada diri bangsa itu, mereka tidak mengenal Dia.

Jika Allah menjadi saksi terhadap Israel dalam aa.3–4, sikap dan kesalahan Israel menjadi saksi berikutnya (5). Mereka yang memasang perangkap bagi sesama terjatuh oleh kesalahannya sendiri. Vonis Allah terhadap mereka ialah bahwa Dia menarik diri dari mereka; meskipun mereka membawa korban dan mencari Tuhan, tanpa pertobatan Tuhan tidak mau (6).

Kesimpulannya dalam a.7 ialah bahwa mereka berkhianat terhadap Tuhan (seperti Gomer berkhianat terhadap Hosea). “Anak-anak yang tidak sah” mungkin merujuk pada keluarga yang menyesatkan anak-anaknya ketimbang mengajar mereka untuk mengenal Tuhan, tetapi bisa juga bahwa perzinahan rohani bermuara pada perzinahan harfiah. Dalam a.7b, hukuman itu sudah menuju ke penghancuran Israel, bukan lagi sekadar didikan.

Maksud bagi Pembaca

Bagi pendengar firman ini yang tidak bertobat, nubuatan ini meneguhkan kesalahannya, bahwa dia diperingati tetapi tidak mau bertobat. Tetapi, bagi orang yang sudah memiliki hati yang baru berkat perjanjian yang baru di dalam Yesus, peringatan ini membawa kita untuk lebih peka terhadap dosa, dan lebih cepat bertobat. Para pemimpin jangan menindas (1–2); jangan kita malu mengakui kebobrokan kita, supaya semangat untuk berdosa dikalahkan oleh roh yang lain, yaitu Roh Allah (3–4); jangan kita congkak dan berani menyuap Tuhan dengan persembahan yang menutupi hati yang belum bertobat (5–6). Dalam semuanya, kita diajar bahwa dosa bukan sekadar tindakan, tetapi sikap kita terhadap Tuhan (7). Dia mengenal kita, dan mau supaya kita mengenal Dia.

Makna

Kitab Hosea menyoroti hasrat dan perasaan Allah, bahwa Dia mencintai umat-Nya, dan dibuat sakit hati oleh pemberontakan mereka. Perzinahan sebagai kiasan untuk penyembahan dewa-dewi membawa pesan itu, dan peningkatan hukuman dalam perikop ini menyampaikan bahwa kesabaran Tuhan ada batasnya, yaitu ketika hati manusia sudah terlalu dikuasai oleh dosa (“roh perzinahan”) untuk bisa bertobat lagi.

Apakah kita bisa langsung menerapkan nubuatan tentang Israel yang degil hati ini kepada jemaat yang telah hidup baru? Mungkin terasa ada beberapa jemaat yang seperti Israel pada zaman itu: para majelis mencari keuntungan dan menindas; ada banyak dosa tersembunyi yang merusak persekutuan; sehingga kesimpulannya bahwa jemaat itu berkhianat kepada Tuhan, bahkan membawa anak-anak mereka ke dalam kesesatan yang sama. Firman ini belum tentu akan membawa mereka kepada pertobatan, tetapi bagaimanapun juga, tugas kita adalah memberitakannya. Mereka harus diberitahu bahwa Tuhan mau mendidik mereka, tetapi jika mereka tidak peduli, Dia akan menghancurkan mereka.

Namun, bila pada zaman yang suram itu di dalam Israel ada yang merekam dan melestarikan nubuatan Hosea, jangan kita terlalu cepat menilai bahwa sama sekali tidak ada yang mengenal Tuhan di dalam jemaat. Dalam kebanyakan jemaat, kita semestinya menilai bahwa anggota-anggota kita sudah diberi hati yang baru (biar belum terlalu dilatih), dan perlu didorong untuk bertobat. Pertobatan itu tidak sekadar berhenti dari tindakan tertentu, tetapi “berbalik kepada Allah” (4) untuk mengenal Dia yang begitu mengenal kita.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Hosea dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Hos 5:1-7 Berbalik kepada Allah [3 Nopember 2013]

  1. Marthen lius berkata:

    Kita bisa terjebak pada kenikmatan semu dari perbuatan dosa, hanya den kekuatan Roh Kudus kita bisa luput dari jebakan itu. Ada org tahu bhw berzinah itu salah tetapi merasa tdk bisa lagi menghindar krna hanya mengandalkan caranya sendiri

  2. Ping balik: Hos 5:15-6:6 Pertobatan sejati [10 Nopember 2013] | To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s