Hos 5:15-6:6 Pertobatan sejati [10 Nopember 2013]

Dalam bagian makna saya menawarkan tafsiran yang Kristosentris. Saya tidak tahu apakah para dosen biblika belakangan ini masih mengecam tafsiran yang demikian? Bagi saya, itu pandangan yang terlalu sempit. Pesan Hosea direkam dan dijadikan kitab suci karena dianggap ada makna yang melampaui zaman Hosea. Bila kita percaya bahwa Allah yang disaksikan oleh Hosea adalah Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus, kita akan melihat makna itu dalam terang Kristus. Tetapi jangan menganggap bahwa Kristus sendiri terbatas pada abad pertama. Kita adalah tubuh-Nya, sehingga tafsiran Kristosentris termasuk berbicara tentang gereja (bdk. tafsiran Paulus dalam 1 Kor 10:1–13). Bahkan, jika segala sesuatu diciptakan dan diperdamaikan di dalam Kristus (Kol 1:16, 20), tafsiran Kristosentris termasuk berbicara tentang dunia. Tetapi, kali ini saya membatasi diri pada Kristus dan tubuh-Nya.

Penggalian Teks

Nada penghukuman yang ada pada akhir perikop minggu yang lalu diteruskan dalam ayat-ayat di antara perikop itu dan perikop ini. 5:12–14 menceritakan bahwa berbagai hajaran dari Tuhan ditanggapi oleh Efraim dengan pergi ke Asyur. Dalam 5:15a, kembali Allah menarik diri dari mereka (bdk. 5:6a), menunggu pencarian Allah yang tidak berpura-pura (bdk. 5:6a). 5:15b memberi pengharapan bahwa Israel akan belajar dari hajaran Tuhan, dengan suatu kerinduan seperti yang disampaikan dalam 6:1–3. Tetapi, mereka tidak sanggup demikian (6:4), sehingga Allah akan menghukum mereka (6:5). Soalnya, mereka mengandalkan persembahan korban, sementara Allah mau supaya mereka memperlakukan sesama dengan baik (“kasih setia”; “belas kasihan” dalam versi LXX yang dikutip dalam Mt 9:13 & 12:7) dan mengenal Dia (6:6).

Jadi, 6:1–3 menyampaikan doa pertobatan yang sejati, yang belum terjangkau oleh Israel pada zaman itu. Doa itu mengakui hak Tuhan untuk menghajar, dan berharap bahwa Tuhan yang telah menghajar dapat juga memulihkan (6:1). Pemulihan itu digambarkan sebagai penghidupan kembali atau kebangkitan (6:2). Sama seperti Yehezkiel 37, yang dibangkitkan adalah Israel sebagai bangsa, tetapi kita tahu bahwa kebangkitan umat Allah terjadi di dalam diri Yesus, yang diutus sebagai Mesias Israel dan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Pengharapan akan hidup yang baru menjadi dasar untuk sungguh-sungguh mengenal Tuhan (6:3a). Tuhan yang dikenal akan membawa penyegaran, bukan hajaran (6:3b). Pertobatan di sini bukan usaha untuk membujuk Tuhan, dan tidak timbul dan ketakutan. Sebaliknya, hajaran Tuhan diterima, dan ada kepercayaan yang kuat akan kerinduan Allah untuk membawa pemulihan. Pertobatan di sini telah menangkap anugerah Allah.

Maksud bagi Pembaca

Kepada bangsa yang sudah begitu biasa dengan permainan kuasa sehingga mereka hanya tahu untuk membujuk Tuhan dengan korban, Allah menawarkan pertobatan yang sejati, yang bertanggung jawab atas kesalahannya (menerima hak Tuhan untuk menghajar mereka) dan mencari Tuhan dalam pengenalan akan kebaikan-Nya.

Makna

Integritas adalah unsur yang kurang dalam pertobatan Israel. Mereka tidak menyesal akan dosanya, hanya hukumannya, dan mencari jalan keluar sendiri, bukan Allah. Perikop kita menawarkan pola pertobatan di mana manusia berdosa bertanggung jawab atas dosanya (6:1), dan mengandalkan dengan sepenuh hati penghidupan kembali yang berasal dari Allah (6:2), sehingga ada pembaruan dalam relasi dengan Tuhan (6:3). Masalahnya, bagaimana manusia berdosa dapat memiliki integritas yang cukup untuk bertobat dengan sejati? Tentu saja, kita tidak bisa. Hanya Injil yang memampukan kita bertobat (bdk. Titus 2:12 “Pelajaran yang sejati dari kasih karunia”). Kristus bertanggung jawab atas dosa kita—siap menerima hajaran Allah karena dosa manusia—ketika Dia diterkam pada salib (6:1), dan Dia dibangkitkan pada hari yang ketiga (6:2). Bila kita berada di dalam Dia, kita ikut dalam pertobatan-Nya yang sejati (ingat bahwa Yesus ikut dalam baptisan Yohanes Pembaptis yang menandai pertobatan, Mt 3:11). Pada awalnya, pertobatan kita hampir sedangkal Israel pada zaman Hosea, dan hanya diterima karena dilengkapi dengan karya Kristus. Tetapi, semakin kita merenungkan Kristus—hidup-Nya yang membongkar dalih-dalih kita tentang “kelemahan manusia”, kematian-Nya yang menyatakan dahsyatnya dosa, kebangkitan-Nya yang menawarkan dunia yang baru—kita semakin dimampukan untuk mengaku dosa kita sebagai sesuatu yang sungguh buruk, dan mengandalkan pengampunan Allah sebagai sesuatu yang merupakan anugerah belaka. Dalam Injil, kita semakin sungguh-sungguh mengenal Tuhan.

Pos ini dipublikasikan di Hosea dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hos 5:15-6:6 Pertobatan sejati [10 Nopember 2013]

  1. Ping balik: Hos 8:1-10 Hukuman bagi pemberhala [17 Nopember 2013] | To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s