Hos 8:1-10 Hukuman bagi pemberhala [17 Nopember 2013]

Dengan mengikuti beberapa perikop dari kitab yang sama, sesuai dengan urutannya, ternyata kita mendapat pemahaman yang lebih tajam. Perikop ini sepertinya tidak menawarkan pertobatan kepada Israel, tetapi kita tahu bahwa hal itu sudah berulang kali ditawarkan dalam perikop-perikop sebelumnya. Sekarang, akibatnya yang lebih menonjol.

Penggalian Teks

Bila minggu yang lalu kita membaca keluhan Allah, “Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim?” (Hos 6:4), maka dalam ayat-ayat selanjutnya, Hosea banyak menguraikan kebodohan Israel, yang tidak memahami apa yang mereka lakukan. Misalnya, 7:9 menunjukkan bahwa Israel dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain. Dosa membutakan pemahaman diri.

Dalam perikop ini, unsur hukuman menjadi lebih kuat, walaupun perincian dosa tetap ada—kedua hal ini terkait erat. A.1 mengumumkan bahwa hukuman itu akan segera terjadi, seperti ketika kota dibangunkan oleh sangkakala musuh yang akan segera menyerang, atau ketika rajawali merampas binatang dari atas. Alasannya terkait dengan tingkah laku Israel terhadap hubungan yang ada antara Israel dan Allah, yakni perjanjian yang mengandung pengajaran (Ibrani Torah = Taurat). “Melangkahi” mengibaratkan perjanjian sebagai lapangan dengan batas di sekelilingnya; Israel mau bebas dari lapangan itu. “Mendurhaka” mempertegas sikap pemberontakan itu.

Aa.2–4 menggambarkan sikap Israel itu. Mereka mengaku mengenal Allah (2), tetapi menolak yang baik (3a) dan mengambil jalan sendiri dalam kenegaraan dan keagamaan (4). Oleh karena itu, Allah tidak akan menjawab seruan mereka (3b), dan akan “melenyapkan” Israel. Kata “melenyapkan” (karat = memotong) sering dipakai dalam kitab Imamat untuk seseorang yang melanggar kekudusan umat dengan tingkah lakunya, sehingga “dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya” (misalnya, Im 20:3, 5, 6). Di sini, seluruh bangsa telah menjadi najis.

Aa.5–6 menanggapi anak lembu Samaria. Yerobeam membuat dua anak lembu emas, satu di Betel (dekat perbatasan dengan Yehuda) dan satu di Dan (di sebelah utara Israel), supaya Israel tidak pergi ke Yerusalem untuk beribadah (1 Raj 12:26–28). Jika Israel menolak yang baik (3), Allah menolak anak lembu Israel.

Aa.7–10 menguraikan akibat dari dosa mereka, yang diumumkan dalam a.1. Yang ditabur selalu lebih kecil daripada yang dituai, dan kekacauan akibat dosa selalu lebih besar daripada yang langsung kelihatan dalam dosa itu. Bagi Israel, puting beliung yang dituai adalah pembuangan, yang diwakili oleh panen yang tidak akan dinikmati, entah karena belum dituai ketika Israel dihancurkan, atau karena belum bisa diolah menjadi tepung, atau karena tepung yang sudah disimpan dimakan oleh musuh (7). Angin yang sedang ditabur pada masa Hosea digambarkan dalam aa.8–9, di mana Israel secara memalukan mencoba berdiplomasi dengan bangsa-bangsa di sekitarnya, termasuk Asyur yang kemudian akan menghancurkan mereka. Tetapi, hal itu tidak dapat menghindarkan puting beliung yang akan menimpa mereka (10).

Maksud bagi Pembaca

Allah memperlihatkan kepada umat-Nya akibat dari penyembahan kepada Allah buatan sendiri. Akibat pertama adalah tingkah laku yang semakin bodoh; akibat kedua adalah kehancuran.

Makna

Karena anggota gereja suka berbicara tentang “kelemahan” manusia, adalah berguna untuk membandingkan kelemahan Israel dalam aa.2–4 dengan kelemahan orang yang sudah bertobat. Israel telah menolak yang baik (3), dan mengambil jalan sendiri dalam hal-hal pokok dalam kehidupan mereka (4). Mereka tidak mau terikat oleh Allah. Jika kebetulan perintah Allah tidak mengganggu kepentingan mereka, baru mereka melakukannya. Hal itu berbeda dari orang yang mencari yang baik, tetapi tidak mencapainya, atau orang yang menjadikan misi Allah sebagai tujuan hidupnya, tetapi mengalami banyak kegagalan dalam menjalaninya. Mereka sama-sama lemah, tetapi yang satu terarah kepada kepentingan diri saja, dan yang satu terarah kepada Allah.

Yang paling dikecam Allah di sini ialah anak lembu emas (5–6). Allah memang melarang pembuatan patung untuk disembah, karena hal itu akan menimbulkan kecemburuan-Nya (Kel 20:5a). Jika patung itu mewakili ilah yang lain, maksudnya jelas, dan merupakan penegasan dari perintah yang pertama. Tetapi di sini, patungnya mewakili Allah yang menuntun Israel keluar dari Mesir (1 Raj 12:28b; “allah-allah” memberi kesan bahwa Yerobeam menganggap ada dua ilah, tetapi jika maksudnya begitu, hal itu akan menjadi kritikan pedas dari nabi-nabi, sehingga kemungkinan yang dimaksud dengan bentuk jamak ialah kedua patung). Apa salahnya sebuah patung yang membantu orang Israel untuk menangkap Allah yang tidak kelihatan? Bahwa hal itu dianggap salah jelas dalam aa.5–6, tetapi alasannya hanya bahwa patung itu dibuat oleh tukang. Dari satu segi, alasan itu belum jelas, karena pasti Israel tahu bahwa Allah bukan patung itu, tetapi diwakili saja olehnya. Tetapi, bagaimanapun juga, Israel telah membuat Allah sesuai dengan seleranya sendiri. Membuat patung semau kita menggambarkan bahwa kita membuat konsep Allah semau kita. Allah dipahat (dalam artian harfiah sekaligus kiasan) sesuai dengan ukuran kita, misalnya, sebagai ilah pelindung yang akan menggenapi cita-cita kita, atau sebagai Penguasa yang akan membenarkan para penguasa menindas rakyat asal Dia dihormati dalam ibadah.

Apakah anggota gereja yang suka memandang gambar-gambar Yesus tetapi tidak mengenal Alkitab akan dibawa kepada konsep tentang Allah yang benar? Bukankah konsep mereka merupakan proyeksi belaka dari pemahaman mereka? Makanya, mereka berseru kepada Allah (2), tetapi tidak tahu bagaimana menaati Allah.

Pos ini dipublikasikan di Hosea dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Hos 8:1-10 Hukuman bagi pemberhala [17 Nopember 2013]

  1. Stepanus berkata:

    Pak…Apakah sama sekali tidak ada seruan ‘pengharapan’ dlm perikop ini? Apakah itu tidak dimungkinkan dalam frasa “tiuplah sangkakala” dlm ayat 1 dan kata “mengumpulkan” dlm ayat 10?

  2. abuchanan berkata:

    Ya, pertanyaan yang menarik. A.1: Karena peniupan sangkakala langsung diikuti dengan serangan, saya menafsir bahwa ini sangkakala perang, bukan sesuatu yang membawa harapan. A.10: Memang, pengumpulan Israel biasanya merupakan harapan, yaitu dikumpulkan setelah pembuangan. Tetapi di sini, yang dikumpulkan adalah pimpinan yang pergi ke Asyur pada zaman Hosea mencari pertolongan dari sana ketimbang dari Tuhan. Jadi, sepertinya mereka dikumpulkan supaya jangan ada yang luput dari hukuman dalam a.10b, yang barangkali merujuk pada pembuangan, walaupun teksnya tidak terlalu jelas (LAI mengikuti LXX, NRSV mengartikan MT).

  3. Stepanus berkata:

    Terima kasih penjelasannya.
    Tadinya saya berfikir, frasa “tiuplah sangkakala” bisa dimaknai sebagai sebuah peringatan supaya Israel bersiap untuk malapetaka yang akan menimpa mereka..sekalipun agak ironis karena “peringatan” itu segera disusul dgn serangkaian alasan yg membuat malapetaka itu seolah layak bagi mereka.
    Jadi ada pesan bagi pembaca sekarang bahwa

  4. Stepanus berkata:

    Terima kasih penjelasannya.
    Tadinya saya berfikir, frasa “tiuplah sangkakala” bisa dimaknai sebagai sebuah peringatan supaya Israel bersiap untuk malapetaka yang akan menimpa mereka ..sekalipun agak ironis karena segera diikuti dgn serangkaian alasan yang membuat malapetakan itu pantas bagi mereka.
    Ini yg sempat menggoda saya “memaksakan” pengharapan dlm perikop ini..bahwa ketika penghukuman menjadi keniscayaan, Allah tetap tampil seperti seorang ayah yang mengjak anaknya mampu melihat konsekuensi dari perbuatan2 mereka..ayat 10 dgn demikian menjadi pengukuhan pengharapan itu bahwa Allah akan ‘mengumpulkan’ mereka kembali dan mereka akan berhenti dari perbuatan2 yang sebelumnya mendatangkan malapetaka bagi mereka..

  5. abuchanan berkata:

    Tentu, perikop ini tetap berfungsi sebagai peringatan bagi kita, karena kita dimampukan bertobat oleh Roh Kudus di dalam Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s