Yeh 36:22-38 Allah bertindak demi Allah [15 Des 2013] (Minggu Adven III)

Perikop ini agak panjang, dan saya berharap bahwa strukturisasi di bawah membantu untuk menangkap alurnya. Saya juga berharap bahwa ciri khas teologi Yehezkiel dapat ditangkap. Firman Tuhan tidak selalu berbunyi sesuai dengan dugaan kita, dan kesetiaan kita sebagai pelayan firman termasuk mengikuti semangat teks yang ada.

Penggalian Teks

Pasal 36 ini, yang disampaikan setelah kejatuhan Yerusalem (33:21), menjanjikan keselamatan bagi Israel dengan cara yang sengaja merendahkan mereka. Nubuatan ini dimulai dengan mengalamatkan bukan kepada bangsa Israel melainkan tanah Israel (36:1–15). Tanah itu dicela dan juga diingini oleh bangsa-bangsa di sekitarnya, sehingga penduduknya dibuang, tetapi akan aman, ramai dan subur kembali. Dalam 36:16–19, ternyata bangsa Israel sendiri yang menajiskan tanah Israel dengan kekerasan dan pemberhalaan, sehingga mereka dibuang. Tetapi hal itu menimbulkan masalah bagi Tuhan, karena nama-Nya dinajiskan oleh mereka, karena bangsa-bangsa mempertanyakan Tuhan dengan melihat bangsa-Nya dibuang (36:20–21). Aa.22–32 menegaskan kerendahan Israel dengan pernyataannya yang diulang bahwa “bukan karena kamu Aku bertindak” (22, 32). Aa.32–36 menubuatkan hasil dari pemulihan Allah, yaitu tanah pulih kembali dan bangsa-bangsa mengetahui tindakan keselamatan Allah terhadap Israel (35–36). Dalam aa.37–38, Tuhan mau supaya Israel meminta pemulihan kepada-Nya, supaya Israel juga mengakui tindakan keselamatan Allah. Dalam pasal ini (dan dalam kitab Yehezkiel seluruhnya), Allah bukannya mau disukai karena kasih-Nya kepada Israel melainkan mau dihormati dengan pengakuan yang mendalam dari Israel akan kesalahannya. Hanya dalam a.28 ada petunjuk tentang solidaritas Allah dengan umat-Nya.

Aa.22–32 merupakan serangkaian tindakan Allah: “Aku akan…” diulang sembilan kali. Jika Allah bertindak bukan karena Israel, dalam aa.22–23 alasan yang sebenarnya ialah supaya bangsa-bangsa yang mempertanyakan Tuhan mengetahui siapa Allah, dan dalam aa.31–32 supaya Israel merasa malu. Tindakan Allah yang pertama disebut mencakup seluruhnya, yaitu, Allah menguduskan nama-Nya (23). Semua tindakan selanjutnya dilakukan karena kepentingan Allah ini, bukan karena kepentingan Israel. Aa.24–30 menubuatkan sebuah kisah: Allah akan mengembalikan Israel dari pembuangan (24) dan mengubah hati mereka (25–27) sehingga mereka menjadi umat-Nya di tanah perjanjian (28). Dengan Israel disucikan, akan ada berkat kesuburan ganti kelaparan sebagai kesaksian bagi bangsa-bangsa (29–30). Kembali, Israel dibuat malu oleh anugerah Allah, sama seperti perikop Yeh 16:53–63 minggu yang lalu.

Jadi, pemulihan Israel di sini utuh, termasuk tanah dan kesuburan. Tetapi kuncinya adalah pembaruan hati Israel. Yang menarik ialah bahwa hal itu dikerjakan oleh Allah. Kalau air yang mentahirkan (25), kita dapat memahami bahwa hanya Allah yang dapat menyatakan manusia tahir di hadapan-Nya, yakni, layak untuk masuk ke dalam hadirat-Nya dan beribadah kepada-Nya. Tetapi hati dan roh (26) adalah inti seorang manusia. Hati yang keras (harfiah: “hati batu”) diganti dengan hati yang taat (harfiah: “hati daging”); batin manusia dimasuki Roh Allah (26a) sehingga Israel dibuat taat (26b). Allah tidak bisa mengharapkan kerja sama dari Israel, sehingga Dia harus bertindak sepihak untuk mengubahkan mereka. Hanya dengan demikian mereka bisa menjadi umat Allah dan Allah menjadi Allah mereka, suatu rumusan yang sering terdapat beberapa kali dalam Alkitab (pertama kali dalam Kel 6:6; banyak lagi dalam PL; dalam kitab Yehezkiel: Yeh 11:20; 14:11; 37:23, 27; dalam PB: 2 Kor 6:16; Ibr 8:10; Why 21:3) untuk menyampaikan tujuan atau cita-cita Allah dalam rencana keselamatan.

Maksud bagi Pembaca

Allah mau menuntun Israel yang telah dipukul dengan keras oleh kejatuhan Yerusalem kepada pengharapan yang terpusat hanya pada Allah, baik untuk kembalinya Israel ke tanah perjanjian, maupun untuk pembaruan hati dan pemulihan tanah. Kita yang telah dikembalikan dari kerajaan kegelapan ke dalam kerajaan Kristus juga perlu berharap hanya pada pembaruan hati oleh Roh Kudus, supaya kita berbuah bagi kemuliaan Allah.

Makna

Ketegaan Allah dalam kitab Yehezkiel adalah hal yang sulit ditangkap. Tidak ada pernyataan kasih dari Allah dalam kitab ini, sebaliknya lima kali Allah mengatakan bahwa Dia tidak akan merasa sayang atau mengenal belas kasihan (Yeh 5:11; 7:4, 9; 8:18; 9:10). Jadi, khotbah dari perikop kita yang berbicara tentang kasih Allah sudah melenceng dari maksud teks. Tentu, teologi yang dibangun hanya atas kitab Yehezkiel akan berat sebelah: kita juga harus mendengar nabi Hosea berbicara tentang kerinduan Allah bagi isterinya Israel, atau Yesaya menyampaikan penghiburan dari Allah bagi umat-Nya. Namun, pesan Yehezkiel penting didengar. Yang pertama, Allah lebih penting daripada manusia. Yang kedua, pemulihan tanpa kesadaran akan dalamnya dosa tidak ada gunanya. Menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih penting daripada saya adalah salah satu hal mendasar dalam menjadi orang yang dewasa, dan menghadapi kenyataan dalam diri saya adalah salah satu hal mendasar lagi. Yehezkiel menuntut pertobatan yang dewasa, yang siap mengutamakan kepentingan Allah di atas kepentingan sendiri.

Tetapi, bagaimana mungkin manusia berdosa dapat mencapai pertobatan seperti itu, yang sungguh menghormati Allah? Hal itu tidak mungkin. Makanya, Allah yang harus turun tangan, menjadi pelaku dan pelaksana perubahan dalam diri umat-Nya. Apakah dengan demikian, kehendak bebas manusia digilas? Dari satu segi, pertanyaan ini keliru. Jika kehendak bebas itu digilas, sebenarnya itu kehendak yang selalu memilih untuk menomorduakan Allah. Tetapi, tetap ada pertanyaan, jika hati saya yang keras diganti dengan hati yang taat, apakah itu masih saya yang menaati, ataukah saya sudah menjadi orang lain? Artinya bahwa janji Allah ini sebenarnya berarti kematian bagi manusia lama, yang digantikan dengan manusia baru, atau, dalam bahasa PB, di dalam Kristus kita menjadi “ciptaan baru” (2 Kor 5:17) yang “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik” (Ef 2:10). Itulah awal dari pertobatan yang sejati, baik dalam Yehezkiel maupun dalam PB. Diri saya hanya layak untuk diganti, begitu rendah kedudukan saya di hadapan Allah. Bahwa “barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Mt 10:39), bahwa manusia baru itu ternyata diri saya yang sebenarnya, bahwa Roh Kudus memulihkan kehendak bebas saya supaya saya dapat memuliakan Allah dengan sejati, itulah anugerah belaka dari Allah.

Nubuatan Yehezkiel ini digenapi secara parsial ketika Israel mulai kembali dari pembuangan pada tahun 539 SM, kurang lebih setengah abad setelah nubuatan Yehezkiel. Ada keseriusan yang berkembang di antara banyak orang Yahudi untuk taat kepada Allah. Tetapi, orang Farisi dalam PB menjadi contoh klasik bagaimana usaha untuk taat belum tentu membawa kekudusan hidup. Yesuslah yang membawa pentahiran yang sungguh-sungguh dalam kematian-Nya, dan membuka hidup sebagai ciptaan baru dalam kebangkitan-Nya. Di dalam Dia, nama kudus Allah dipulihkan, dan banyak dari bangsa-bangsa jadi mengenal Allah. Tetapi, di mana negerinya yang dijanjikan (28)? Di mana kesuburan tanah itu (29–30)? Kita harus mengingat bahwa Yesus meneguhkan janji-janji ini, dengan mengutip Mzm 37:11 bahwa orang lemah lembut akan memiliki (mewarisi) bumi (Mt 5:5). Hanya, penggenapannya pada akhir zaman, ketika ada langit dan bumi yang baru. Pada saat itu, pembaruan hati akan tuntas, dan tubuh kita akan menjadi tubuh rohani yang peka terhadap Roh Allah (1 Kor 15:44). Adalah penting untuk mengingat bahwa rencana Allah menyangkut tanah dan lingkungan, bukan hanya hati. Namun, untuk sementara, panen utama adalah manusia (Mt 9:37) dan perubahan hidup (Gal 5:22–23).

Pos ini dipublikasikan di Yehezkiel dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s