Yes 49:1-7 Peran hamba Tuhan dalam rencana Allah [19 Jan 2014]

Perikop ini berbicara tentang hamba Tuhan. Pada awal tahun 2014 ini, saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan mantan proponen yang sementara diurapi untuk mengawali tugas sebagai pendeta. Semoga firman ini menguatkan kita semua untuk setia dan terarah dalam pelayanan.

Penggalian Teks

Perikop kita sering dikaitkan dengan 42:1–9, 50:4–9, dan 52:13–53:12, yang berbicara tentang seorang hamba Tuhan, dan kadangkala 61:1–4, yang juga menyebutkan pengurapan Roh. PB dengan jelas mengaitkan p.42, p.53 dan p.61 dengan Yesus, sehingga kita mungkin menganggap bahwa hamba itu bernubuat tentang Yesus saja. Tetapi, dalam Kis 13:47, Paulus dan Barnabas menerapkan nubuatan dalam perikop kita kepada diri mereka, bukan kepada Yesus. Kemudian, paling sedikit dalam pp.41–48, Israel adalah hamba Tuhan, yang dipanggil untuk menjadi saksi tentang karya Allah di tengah bangsa-bangsa (43:10). Jadi, sebaiknya kita melihat konsep hamba Tuhan ini pertama-tama sebagai peran. Israel dipanggil untuk berperan sebagai hamba dan menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, tetapi dalam p.48, Israel ternyata tidak sanggup, sehingga dalam perikop kita ada individu yang dipanggil untuk menunaikan peran itu (dalam tafsiran ini, a.3 dilihat sebagai pengalihan tugas, karena a.5 tidak masuk akal jika peran hamba tetap dilakukan oleh Israel).

Dalam a.1, nubuatan ini dialamatkan kepada pulau-pulau, bangsa-bangsa yang jauh. Mereka sudah muncul dalam 42:1, 4, 6 (hal itu salah satu alasan mengapa perikop ini dikaitkan dengan perikop itu), dan akan muncul lagi dalam a.6b. Sebelumnya, ada kisah hamba Tuhan ini (1b–4). Ia dipanggil dari kandungan (1b), dan perkataannya menjadi senjata Tuhan (pedang, anak panah) yang siap dipakai (dalam naungan tangan, dalam tabung) (2). Dalam a.3, tujuan dari senjata itu adalah menyatakan keagungan Tuhan, dengan menunaikan peran Israel sebagai hamba Tuhan. A.4 menyampaikan keluhan hamba ini. Sama seperti Israel, dia merasa tidak ada hasil dari jerih payahnya, tetapi, berbeda dengan Israel, dia yakin bahwa Tuhan tetap menjamin haknya (bdk. ucapan Israel dalam 40:27, “Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku”).

Aa.5–6 merupakan respons atau janji Tuhan terhadap kepercayaan hamba itu. A.5a dan a.6a menegaskan tugas pokok hamba ini sebagai pemulihan Israel, tetapi a.6b memperluas tugas itu sampai ke ujung bumi. Oleh karena itu, kekecilan hati yang disampaikan dalam a.4 diobati dengan kuasa dan kemuliaan dari Tuhan (5b).

A.7 (yang pada hemat saya adalah awal dari aa.7–13, bukan akhir dari aa.1–7) mengembangkan tema-tema itu dengan bangsa-bangsa pada awalnya menghina hamba Tuhan kemudian memberinya hormat, karena karya Allah di dalamnya. Aa.8–13 kemudian kembali ke tugasnya untuk memulihkan Israel. (Dalam a.8 “engkau” tetap maskulin, dan belum merujuk ke Sion, seperti kesannya dari judul LAI.)

Maksud bagi Pembaca

Sebagai penduduk “pulau-pulau”, kita memperhatikan dengan syukur bahwa terang keselamatan Allah telah sampai kepada kita—atau dengan pertobatan jika kita masih menghinakan Kristus atau hamba-hamba-Nya seperti dalam a.7a. Sebagai hamba-hamba Tuhan, kita dikuatkan bahwa rencana Tuhan untuk memulihkan umat-Nya dan membawa terang keselamatan ke ujung bumi akan terwujud, meskipun secara manusiawi hasil jerih payah kita sedikit.

Makna

Hamba Tuhan diberi dua tugas pokok: memulihkan Israel, dan membawa terang bagi bangsa-bangsa. Jika kita mencermati PB, justru fokus Yesus adalah memulihkan Israel, termasuk sebagai puncaknya, kematian dan kebangkitan-Nya yang dinubuatkan dalam Yesaya 53. Bandingkan saja Mt 10:6, “pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”, dengan Mt 28:19, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Kedua kali ini Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya. Apa bedanya? Dia telah mati dan bangkit! Dia telah memulihkan Israel dari dosa dan mengalahkan maut, sehingga keselamatan Allah sudah siap untuk diberitakan. Hanya, ternyata bukan Yesus yang melakukannya. Dia adalah terang dunia, tetapi tugas untuk membawa berita itu ke ujung bumi diberikan kepada murid-murid-Nya. Makanya, Paulus menerapkan Yes 47:6b ini kepada dia dan Barnabas. Tentu, pembagian tugas hamba Tuhan ini tidak kaku. Yesus melayani beberapa orang non-Yahudi, dan Paulus selalu mencari orang Yahudi lebih dulu ketika dia mau memberitakan Kristus di sebuah tempat—karena suatu prinsip teologis, menurut Rom 1:16b.

Hal itu melihat nubuatan ini dari perspektif penggenapannya dalam karya Kristus. Kita juga bisa melihat bahwa peran sebagai hamba Tuhan tidak selesai pada saat itu. Hamba-hamba Tuhan dalam PB pada umumnya merujuk pada para pelayan seperti Paulus (Kis 13:47 di atas, Rom 1:1), tetapi juga bisa diterapkan kepada semua orang percaya (1 Pet 2:16), karena semua orang percaya dipanggil untuk melayani. Peran itu akan merujuk pada penggembalaan jemaat untuk bertumbuh dalam keselamatan yang didatangkan oleh karya Kristus, dan juga pemberitaan keselamatan itu ke luar. Sepertinya, tidak ada harapan bahwa pelayanan seperti itu akan mudah. Sebaliknya, kita hanya akan bertahan dalam pelayanan yang sejati jika Allah yang memanggil dan berjanji adalah pusat perhatian kita, karena hasil di depan mata tidak terjamin.

Pos ini dipublikasikan di Yesaya dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Yes 49:1-7 Peran hamba Tuhan dalam rencana Allah [19 Jan 2014]

  1. Pdt. Mathius Sarangnga' berkata:

    Salam Natal dan Tahun Baru.
    Terima kasih untuk bantuan dan pelayanannya,

    Tuhan Yesus memberkati

  2. Ping balik: Yes 58:1-8 Pertobatan yang memulihkan [12 Feb 2014] | To Mentiruran

  3. Ping balik: Yes 50:4-9 Yakin tentang pembenaran Allah [13 Apr 2014] (Minggu sengsara VII – Hari Minggu Palma) | To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s