1 Sam 16:1-13 Allah memilih lepas dari kriteria manusia [30 Mar 2014] (Minggu sengsara V)

Dalam perikop ini, penafsiran Kristologis berarti bahwa kita akan melihat Daud pertama-tama sebagai tipe Kristus, kemudian sebagai teladan bagi orang percaya. Kita pertama-tama bersyukur bahwa Allah memilih Kristus, baru kita memikirkan respons kita. Karena Kristus lebih penting daripada kita.

Penggalian Teks

Kitab 1–2 Samuel menceritakan munculnya kerajaan di Israel, dengan Samuel sebagai hakim yang terakhir dan nabi bagi raja-raja yang pertama, dan Daud sebagai raja yang utama, yang kemudian menjadi contoh bagi Mesias yang akan datang. Kata Mesias berasal dari Ibrani masyiakh yang berarti “yang diurapi” (seperti dalam a.6). Kata itu muncul 17 kali dalam kitab 1–2 Samuel, termasuk dalam pujian Hana dalam 1 Sam 2:10, dan mazmur Daud dalam 2 Sam 22:51. Dalam 1–2 Raja-raja, kata itu tidak dipakai lagi. Jadi, Daud sebagai “Mesias” adalah tema besar dalam kitab 1–2 Samuel ini. Di balik kegagalan kerajaan Israel dalam 1–2 Raja-raja sampai Israel dibuang, janji Allah kepada Daud menjadi titik pengharapan.

Kegagalan Israel sudah disinyalir dalam raja Saul, yang tidak taat sehingga ditolak Allah (1). Walaupun Saul masih berkuasa sebagai raja (2, 4), Allah bertindak untuk mengurapi penggantinya (3, 13). Aa.1–3 menceritakan perintah Allah kepada Samuel, aa.4–5 persiapan untuk upacara pengorbanan, aa.6–10 penolakan tujuh anak Isai yang dewasa, dan aa.11–13 pengurapan anak bungsu Isai, yaitu Daud.

Cerita ini menegaskan kedaulatan Allah: Dia memilih raja yang baru, sementara yang lama masih berkuasa; Dia memilih anak yang bungsu dan begitu muda sehingga dia tidak dianggap wajib mengikuti upacara itu. Semuanya tergantung pada apa yang dilihat Allah. Kata “pilih” dalam a.1 menerjemahkan kata “melihat” (ra’ah). Samuel melihat dalam a.6, tetapi Allah melihat lain dalam a.7, yaitu, melihat hati. Ketinggian (seperti Saul, 9:2) tidak penting, kemudaan (“kemerah-merahan” dalam a.12 sepertinya terkait dengan kemudaan dalam 17:42) bukan kendala. Ketika Daud dipilih, dia dikuasai oleh Roh Tuhan. Allah tidak terikat oleh struktur dan jabatan sehingga harus menunggu akhir periode Saul; dalam p.17 Daud langsung bertindak sebagai alat penyelamatan bagi Israel, sama seperti Saul dan hakim-hakim sebelumnya yang dikuasai oleh Roh Kudus. Para pembaca kisah ini pada masa Israel pasca-pembuangan pasti bertanya, “Kapan Allah akan mengangkat seorang anak Daud untuk diurapi sebagai Raja dan membawa keselamatan?”

Maksud bagi Pembaca

Allah berdaulat dalam memilih orang yang akan dipakai-Nya, lepas dari kedudukan, penampakan yang baik, usia yang cukup, atau hal-hal yang lain yang dianggap penting oleh manusia. Makanya, Dia memilih Yesus, orang pinggiran, untuk menjadi Mesias, pengharapan kita. Oleh karena Kristus, kita yang dipilih di dalam-Nya semestinya tidak menjadi kecil hati karena tidak memenuhi kriteria manusia.

Makna

Kita dipilih dan diberi Roh Kudus di dalam Yesus, Anak Daud, yang memenuhi pengharapan yang ditimbulkan oleh perikop ini. Daud dalam cerita ini bukan orang biasa, seakan-akan semua manusia berhak untuk diberi Roh Kudus. Daud adalah Mesias, dan kita berbagian dalam Roh Kudus itu karena keturunannya Yesus Kristus telah mati dan bangkit dan mencurahkan Roh Kudus ke atas orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Yoh 9:1–7 memberi petunjuk tentang pemilihan itu. Orang yang buta sejak lahirnya itu dipilih untuk menyatakan karya Allah di dalam dirinya (Yoh 9:3). Dalam a.7, dia disuruh pergi ke kolam Siloam, dan kita diberitahu bahwa nama itu berarti “Yang diutus”. Dia diutus untuk menjadi saksi tentang Yesus, Sang Terang (Yoh 9:5). Ef 5:8 juga mengatakan bahwa kita adalah terang di dalam Tuhan. Kalau Daud diutus untuk berjuang terhadap Goliat, kita bergabung dengan Yesus untuk berjuang melawan Iblis dalam segala bentuk kegelapan, baik di dalam gereja (Yohanes 9) maupun di luar gereja (Ef 5:13).

Pos ini dipublikasikan di 1 Samuel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s