Yes 50:4-9 Yakin tentang pembenaran Allah [13 Apr 2014] (Minggu sengsara VII – Hari Minggu Palma)

Banyak perikop menggunakan metafora yang menggabungkan berbagai aspek di dalamnya. Bila metafora itu dapat diungkapkan, kita tidak hanya dibantu untuk memahami perikopnya, tetapi kita juga memiliki kerangka untuk menjelaskan perikopnya. Konsep pengadilan dalam perikop ini tidak usah diterjemahkan ke dalam bahasa yang lain, pada hemat saya, karena justru memperjelas konsep seperti “mendapat malu” dan “takut akan Allah”.

Penggalian Teks

Yesaya 49 menceritakan pelayanan seorang Hamba yang akan dipakai untuk memulihkan Yakub, bahkan bangsa-bangsa (bdk. renungan ini), dengan janji-janji tentang pemulihan Israel yang dihasilkan. Yesaya 50 menyangkut respons terhadap janji keselamatan itu. Yes 50:2 bertanya, “Mengapa ketika Aku datang tidak ada orang, dan ketika Aku memanggil tidak ada yang menjawab?” Perikop kita adalah kesaksian seorang hamba Tuhan yang menjadi setia untuk mendengarkan dan menyampaikan firman Allah. Yes 50:10 menantang Israel untuk memperhatikan pelayanan hamba itu. Peran hamba itu diperlihatkan dengan paling jelas dalam diri Yesus, dan mengikut hamba itu akan menuntut sikap yang sama.

Perikop ini bisa dilihat dalam rangka sebuah pengadilan. Yang pertama ialah kesaksian hamba Tuhan (4–5). Dia mampu memenuhi kebutuhan umat yang letih lesu dengan perkataan yang menyemangati. Hal itu dimungkinkan karena dia memiliki lidah seorang murid, bukan seorang pengajar. Lidah itu diberikan oleh Tuhan kepadanya dalam dua tahap. Dalam a.4b, Tuhan membangunkan telinga si hamba setiap pagi. Dalam a.5a, Tuhan membuka telinga itu. Itulah tindakan Tuhan; yang dilakukan hamba ialah menerima dan tidak menghindar dari firman itu. Lidahnya mampu menyemangati karena dilatih oleh firman Tuhan; lidahnya dilatih oleh firman Tuhan bukan karena dia pintar mencari pengetahuan tetapi karena dia siap menerima kebenaran dari Tuhan.

Tetapi, ternyata ada pihak yang melawan hamba Tuhan (6). Alasan untuk perlawanan itu tidak dijelaskan, tetapi caranya adalah dengan mempermalukan dia. Dengan demikian, mereka menyatakan bahwa dia tidak membawa firman Tuhan. Kita sebagai pendengar cerita ini tahu bahwa itulah caranya Israel menolak untuk menjawab ketika Allah memanggil (50:2). Hamba Tuhan itu kena imbas sikap Israel terhadap Allah. Tetapi, hal itu belum terbukti dengan jelas bagi hamba ataupun bagi para lawannya.

Namun demikian, hamba itu tidak dikendalikan oleh penghinaan itu, karena dia yakin bahwa Allah akan menjadi hakim yang adil dalam perkara ini. Dia “dinodai”, tetapi “tidak mendapat noda”, karena pertolongan Tuhan (7). Aa.7–9 menjelaskan pertolongan itu (perhatikan bahwa “Tuhan Allah menolong aku” diulang pada a.9). Dia yakin bahwa dia tidak akan mendapat malu (7) karena Allah akan membenarkan dia (8). Sebaliknya, para lawannyalah yang akan dihukum oleh Allah (9). Oleh karena keyakinannya bahwa dia tidak akan mendapat malu, dia sanggup membuat wajahnya seperti batu yang keras (terjemahan harfiah untuk “meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu”), artinya, dia memutuskan untuk sama sekali tidak terpancing oleh penghinaan-penghinaan itu (7). Oleh karena keyakinannya bahwa Allah akan membenarkan dia, dia berani berhadapan dengan para lawan itu (8). Aa.10–11 menegaskan keyakinan itu, bukan lagi sebagai kesaksian hamba melainkan sebagai peringatan bagi Israel: oleh karena mereka mengandalkan terang dari api mereka sendiri daripada terang dari Tuhan melalui hamba-Nya, maka mereka akan tersiksa oleh api itu.

Maksud bagi Pembaca

Allah mau supaya umat-Nya percaya bahwa Allah adalah hakim yang layak ditakuti, sehingga mereka takut mendapat malu di hadapan-Nya, dan tidak lagi takut mendapat malu di hadapan manusia. Hal itu akan kita pelajari dengan mendengarkan hamba-Nya, Yesus Kristus, yang tetap teguh meski dihina oleh banyak orang.

Makna

Perikop ini memakai metafora pengadilan, dan pengadilan yang dimaksud ialah “pengadilan pendapat umum”. Pengadilan formal mencari kebenaran melalui berbagai kesaksian yang disaring untuk menemukan fakta yang sebenarnya, kemudian hakim menilai siapa yang bersalah dan siapa yang dibenarkan. Salah satu sanksi utama dalam proses itu ialah bahwa hasilnya diberitahukan di depan umum, sehingga pihak yang bersalah mendapat malu, dan pihak yang benar tidak mendapat malu. Bahkan tanpa proses yang formal, pendapat umum dapat berfungsi sebagai pengadilan, dengan menilai rendah pihak ini, dan menjunjung tinggi pihak yang lain. Hanya, kalau pengadilan formal diharapkan menyampaikan keputusan yang final, “pengadilan pendapat umum” itu labil—hari ini mendukung pihak ini, besoknya ada isu yang lain yang mengubah pendapat. Dan yang jelas, satu-satunya pengadilan yang tidak dapat diganggu gugat lagi ialah pengadilan Allah. Pada akhir zaman, dan sering juga dalam kehidupan sekarang, pendapat umum yang keliru akan dikalahkan oleh keputusan Allah yang membongkar rahasia-rahasia manusia. Makanya, orang yang dikendalikan oleh pengadilan pendapat umum—“apa kata orang”—cepat atau lambat justru kena sanksi sosial yang begitu dikhawatirkannya itu.

Yesus Kristus, seperti para nabi sebelumnya, mendengarkan dan dikendalikan oleh suara Allah saja. Fil 2:5–11 menunjukkan seberapa radikal keteladanan Yesus. Dia taat sampai mati secara paling hina di kayu salib. Tetapi, justru “itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia” (Fil 2:8). Yesus dinodai dan diludahi, bahkan dikhianati oleh Yudas (Mt 26:14–25), tetapi Allah menolong Dia sehingga Dia tidak mendapat noda.

Paulus menyinggung Yes 50:8–9 ini dalam Rom 8:31–34. Janji Allah bagi si hamba dalam perikop kita sudah menjadi janji Allah kepada semua orang yang oleh imannya berada di dalam Kristus, Sang Hamba. “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” (Rom 10:11; mengutip Yes 28:16).

Pos ini dipublikasikan di Yesaya dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Yes 50:4-9 Yakin tentang pembenaran Allah [13 Apr 2014] (Minggu sengsara VII – Hari Minggu Palma)

  1. Ping balik: Markus 15:20b-32 Memandang Salib [29 Mar 2015] (Minggu Sengsara VII) | To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s