Yoh 14:15-21 Persekutuan dengan Allah Tritunggal [25 Mei 2014]

Bagi saya, tulisan Yohanes dalam perikop ini agak sulit ditangkap, karena berputar-putar. Saya ditolong dengan melihat pengulangan tema pada a.15 & a.21, dengan pembalikan kata (mengasihi -> perintah; perintah -> mengasihi) yang menunjukkan struktur dalam perikopnya. Saya juga mencoba memahami struktur dalam pembicaraan Yesus di sekitarnya. Struktur dan konteks membantu dalam menggali makna dan mencegah salah paham.

(Perikop minggu depan pernah direnungkan di sini.)

Penggalian Teks

Dalam perjamuan malam di mana Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, Dia sudah mulai mempersiapkan mereka untuk kematian-Nya dan kepergian-Nya ke surga (p.13). Kegelisahan mereka mungkin saja mencakup berbagai hal, tetapi yang ditanggapi Yesus adalah perihal bagaimana kepergian-Nya itu bukan musibah melainkan cara rencana atau misi Allah bagi dunia terwujud. Untuk menikmati damai sejahtera di dalam Dia (14:27), mereka harus percaya kepada Yesus (14:1) dan mengasihi Yesus (14:15). Bila rencana Allah bagi Israel terwujud dengan Israel berjalan ke tanah perjanjian dan mendirikan Bait Allah (= rumah Allah) tempat Allah hadir, murid-murid Yesus harus percaya bahwa Yesus adalah jalan (14:6) ke hadirat Bapa (14:2). Jalan itu tidak lain adalah Yesus sendiri, karena Bapa ada di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa (14:8–10). Kemudian, jalan itu menyangkut misi dan persekutuan. Dalam 14:11–14, mereka akan datang kepada Bapa dengan melanjutkan misi Yesus dengan kuasa doa dalam nama Yesus. Dalam perikop kita, mereka akan datang kepada Bapa dalam kasih dan ketaatan dengan kuasa Roh Kudus.

A.15 mengantarkan ide yang (setahu saya) tidak ada sebelumnya dalam Injil Yohanes, yaitu murid mengasihi Yesus. Selama itu, mereka dikasihi Allah (3:16) dan Yesus (13:1), dan disuruh untuk saling mengasihi (13:34), tetapi sekarang ada peningkatan: bukan hanya percaya tetapi juga mengasihi. Bapa dan Yesus saling mengasihi dalam persekutuan ilahi, dan para murid juga ditawarkan untuk menikmati persekutuan dengan Allah di dalam Yesus. Seperti disimpulkan dalam a.21, dengan mengasihi Yesus, mereka akan dikasihi oleh Bapa dan oleh Yesus. Tentu, karena Yesus tetap adalah Tuhan dan Guru mereka (13:13), mengasihi Yesus tidak lepas dari menaati Yesus. Hal itu diulang dalam a.21a (secara terbalik, untuk menutup bagian ini), sehingga kita dapat melihat janji Roh Kudus (aa.16–20) dalam rangka mengasihi dan menaati Yesus. Roh Kudus yang memampukan kita bergabung dalam persekutuan Bapa dan Anak, yaitu, membawa kita ke dalam persekutuan Allah Tritunggal.

Janji dalam a.16 tidak menyusuli a.15, tetapi merujuk pada hari Pentakosta dalam sejarah. Artinya, a.15 merupakan kebenaran umum yang berlaku untuk kita, tetapi bentuk masa depan (“akan”) dalam a.16 yang kini telah menjadi masa lampau bagi kita, karena Roh Kudus telah diberikan kepada gereja. Pemberian Roh Kudus bukan upah ketaatan melainkan penolong ketaatan. Sebagai Penolong, Dia melanjutkan penyertaan Yesus dengan murid-murid-Nya (16–18). Bagi murid-murid Yesus, Dia tidak akan asing, karena Roh itu ada pada Yesus (sejak baptisan-Nya, 1:32) selama Yesus menyertai mereka (17b). Roh itu tetap membawa penyertaan Yesus setelah Yesus pergi (18).

Roh itu juga disebut Roh Kebenaran (17)—Roh yang diberi oleh Allah yang benar (16), diam di dalam Yesus yang benar (17b), dan akan menyatakan apa yang benar (14:26). Kebenaran di sini merujuk pada jati diri murid-murid, apa yang membedakan mereka dari dunia yang tidak mengenal Yesus, karena tidak mampu menangkap bahwa Roh Kudus ada dalam diri Yesus (17a). Ketika Yesus pergi, dunia akan menganggap bahwa Dia lenyap, karena mereka tetap tidak akan mampu mengenali kehadiran Yesus dalam murid-murid Yesus melalui Roh Kudus itu (19). Tetapi murid-murid Yesus akan memahami siapakah mereka dalam persekutuan dengan Yesus yang berada di dalam Allah Bapa.

Maksud bagi Pembaca

Yesus mau supaya kita menikmati persekutuan yang sejati dengan Allah, yaitu dalam ketaatan berdasarkan penyertaan Roh Kudus.

Makna

Injil Yohanes adalah Injil yang paling kuat dengan teologi yang kemudian dirumuskan sebagai doktrin Tritunggal. Perikop ini termasuk perikop yang menjelaskan mengapa penting ketiga oknum Tritunggal tidak dileburkan menjadi satu oknum saja (seperti dalam modalisme). Memang, pemahaman modalis tidak dapat menjelaskan a.16, bahwa Yesus meminta kepada Bapa untuk memberikan Roh Kudus. Tetapi lebih lagi, persekutuan kita dengan Allah adalah partisipasi dalam persekutuan di dalam Allah: Bapa dan Anak saling mengasihi dan saling menempati (berada seorang di dalam yang lain), dan kita diberi bagian dalam kasih itu.

Kita juga melihat bagaimana pemahaman Tritunggal memadukan ketinggian dan kedekatan Allah. Anggaplah Allah Bapa itu transenden (melampaui) sekali, tetapi Dia dinyatakan secara sempurna oleh Yesus yang pernah menjadi manusia menyertai kita di bumi ini, dan juga oleh Roh Kudus yang menyertai kita selama-lamanya. Allah itu dekat, tanpa kehilangan hakikat-Nya sebagai yang Mahatinggi.

Identitas adalah konsep diri yang menentukan tingkah laku kita, misalnya, seorang mahasiswa pergi ke kampus karena identitasnya, orang Toraja menyembelih kerbau dan babi karena identitasnya. Identitas murid Yesus terletak di dalam Tritunggal. Kita adalah pengikut Allah, tetapi bukan menurut konsep kita tentang Allah, melainkan menurut gambaran tentang Allah yang dinyatakan di dalam Kristus. Dan Roh Kebenaran yang membawa kebenaran tentang Allah Bapa di dalam Kristus ke dalam pikiran dan hidup kita. Terlibat dalam persekutuan ilahi antara Bapa dan Anak oleh Roh Kudus membawa kita ke dalam identitas yang baru. Dalam identitas itu, menuruti perintah Yesus dan hidup seperti Yesus menjadi hal yang paling masuk akal dan didambakan.

Pos ini dipublikasikan di Yohanes dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s