Kej 1:1-2:4 Membentuk dan mengisi ciptaan Allah [15 Jun 2014] (Hari Trinitas)

Hari ini dalam kalender ekumenis adalah Hari Trinitas, doktrin yang begitu diwaspadai sehingga belum masuk kalender Gereja Toraja, padahal sudah mengikuti leksionari ekumenis. Oleh karena itu, saya menafsir Kejadian 1 sesuai dengan tema itu. Tentu, hal itu merupakan tafsiran teologis, dilihat dari perspektif PB, dan bukan klaim tentang seberapa jauh Tritunggal ditangkap oleh penyusun kitab Kejadian. Tujuannya untuk menjelaskan cara beriman yang bersifat Tritunggal, bukan untuk menguraikan masalah-masalah filosofis soal itu.

Penggalian Teks

Dalam terang PB, kitab Kejadian mulai dengan Tritunggal dalam ketiga ayat pertama: Allah (Bapa) adalah penggerak (1), Roh Allah ada di bumi yang belum berbentuk untuk menjadi daya penciptaan (2), dan Firman yang akan memberi bentuk dan struktur pada penciptaan itu (3). Struktur yang diberikan oleh Firman itu yang menonjol: tiga hari menciptakan kerangka dengan memisahkan air dari air, sampai ada daratan dengan tanaman; tiga hari mengisi kerangka itu dengan penerang dan makhluk hidup. Penciptaan itu bukan bagian dari Allah, tetapi karena dibentuk sesuai dengan Firman-Nya, oleh kuasa Roh-Nya, maka penciptaan itu juga tidak lepas dari Allah. Tritunggal menunjukkan bagaimana Allah dapat transenden (melampaui segala sesuatu) dan imanen (dekat dan terlibat) sekaligus.

Yang terakhir diciptakan ialah manusia (26–28). Mereka diciptakan untuk menjadi gambar Allah di bumi, yaitu, untuk mewakili kuasa dan pemeliharaan Allah atas ciptaan-Nya. Mereka diciptakan laki-laki dan perempuan. Tentu, hal itu terkait dengan berkat untuk beranakcucu, cara manusia mengisi bumi. Tetapi binatang juga diberkati demikian (22), dan soal jenis kelamin tidak disebutkan. Jadi, kita melihat di sini bahwa tugas manusia akan dikerjakan dalam kebersamaan. Hal itu adalah cermin dari Tritunggal, di mana Allah menaklukkan bumi yang belum berbentuk melalui Firman dan kuasa Roh yang bekerja sama. Manusia akan melanjutkan karya Firman Allah dengan menaklukkan dan mengatur hal-hal yang masih belum berbentuk, sebagaimana dilihat dalam pasal 2 (taman Eden hanya sebagian kecil bumi). Makanya, ketika manusia gagal karena dosa, Allah mengutus Firman-Nya menjadi manusia, yang, dikuasai oleh Roh Kudus, menaklukkan penyakit, dosa, iblis dan maut, untuk mendatangkan ciptaan baru (bdk. Mzm 8:7; Ibr 2:8).

Maksud bagi Pembaca

Allah mau supaya kita melanjutkan karya Firman-Nya untuk membentuk dan mengisi ciptaan-Nya. Jika hal itu dipahami sebagai tugas Israel dan raja Israel, sekarang kita mengemban amanat itu di dalam Kristus, Sang Firman dan Sang Gambar Allah.

Makna

Menangkap transendensi Allah penting supaya kita sadar bahwa kepentingan Allah jauh di atas kepentingan kita. Berhala disukai karena meladeni kemauan kita, tetapi Allah yang benar memikirkan seluruh ciptaan-Nya. Tetapi, kalau Allah hanya transenden, kita akan mencari kuasa ilahi yang lebih dekat dan mengerti kondisi kita, seperti nenek moyang. Tetapi, Allah menciptakan dunia dengan Firman-Nya, dan Firman itu telah menjadi manusia dan bergumul dengan kondisi kita. Dia berada sebelum Abraham, dan menjadi nenek moyang yang sejati dalam iman. Kemudian, kuasa Roh Kudus diberikan kepada kita di dalam Kristus, sehingga kita tidak harus mencari kesaktian melalui kerasukan, jimat, dsb. Tanpa pemahaman fungsional tentang Tritunggal, jemaat akan jatuh ke dalam pemberhalaan, entah menurunkan Allah dalam bayangan mereka sehingga hanya sedikit di atas bumi sehingga mereka menyembah berhala, entah mencari kuasa di luar Allah dalam hal-hal yang dianggap terlalu sepele untuk Allah yang Mahatinggi.

Jika aa.26–27 menunjukkan bahwa manusia mengenal persekutuan sama seperti Allah (bdk. kata “Kita”), Yohanes 14–17 memaparkan bagaimana di dalam Kristus Sang Firman, kita dibawa masuk ke dalam persekutuan Tritunggal itu. Keteraturan (syalom) yang dibentuk Allah Tritunggal dari kekacaubalauan menjadi tugas kita juga dalam persekutuan dengan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Membaptis dalam nama Tritunggal adalah sentral dalam tugas itu, karena dengan demikian manusia menjadi bagian dari gereja sebagai wadah pembaruan (Mt 28:16–20). Kehidupan gereja juga diwarnai oleh Tritunggal: gereja berada karena kasih karunia Kristus yang melaksanakan kasih Allah bagi dunia, sehingga kita menikmati persekutuan dalam Roh Kudus yang mewujudkan kasih itu dalam persekutuan kita (2 Kor 13:13).

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kej 1:1-2:4 Membentuk dan mengisi ciptaan Allah [15 Jun 2014] (Hari Trinitas)

  1. Lidia Lebang berkata:

    Kurre Sumanga’ pak atas bahasannya. Secara khusus saya ingin menanyakan pandangan bapak mengenai penciptaan.. Apakah bapak setuju dengan konsep creatio ex nihilo? Kurre Sumanga’..

  2. abuchanan berkata:

    Ya, setuju, tetapi bukan karena Kej 1:1 harus berarti demikian. Creatio ex nihilo adalah konsep yang muncul dalam perjumpaan dengan filsafat Yunani, pertama-tama di kalangan orang Yahudi Helenis. Jadi, penerjemah LXX menafsir Kej 1:1-2 sebagai penciptaan baru pembentukan, dan tafsiran itu diikuti oleh kebanyakan versi selanjutnya, termasuk LAI. Soalnya, ketika ditanya, apakah Allah itu ada sejak kekal, kita harus menjawab, “Ya”. Ketika ditanya, apakah bumi atau jagad raya juga ada sejak kekal (seperti pandangan filsafat Yunani), kita semestinya menjawab, “Tidak”, karena kalau tidak demikian, adanya penciptaan menjadi pemberian kepada Allah dan bukan anugerah dari Allah. Misalnya, Paulus kelihatan menggunakan creatio ex nihilo sebagai contoh anugerah dalam Rom 4:17. Kalaupun Kej 1:1-2 bermaksud untuk menyatakan kondisi bumi ketika Allah memulai proses pembentukan dunia (seperti NRSV), hal itu tidak membuktikan bahwa dunia itu ada sejak kekal, hanya bahwa penyusun Kejadian tidak tahu tentang atau tidak meminati pertanyaan itu. Salama’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s