Kej 21:8-21 Janji Allah membuka mata [22 Jun 2014]

Apakah perikop ini menyangkut seorang perempuan dalam kesulitan, atau rencana Allah? Tanpa menolak yang pertama itu, tafsiran ini mencoba melihat apa yang dilakukan Allah. Kata kunci di sini adalah janji.

Penggalian Teks

Nama Ismael tidak disebutkan dalam perikop ini, dia selalu disebut “anak”. Dia bukan lagi anak kecil. Dalam 17:25, dia berumur 13 tahun; Ishak lahir kurang lebih setahun kemudian, dan dalam cerita ini baru disapih. Ismael adalah usaha Abraham menurut daging untuk memiliki anak (Gal 4:23), dan usaha itu langsung menimbulkan konflik (16:5–6). Namun, Allah juga berjanji tentang dia, dan janji itu yang dapat diimani Hagar.

Nama “Ishak” berarti “dia tertawa”. Abraham tertawa tidak percaya ketika diberitahu bahwa Sara akan melahirkan (17:17); Sara tertawa tidak percaya ketika mendengar ucapan yang sama dari malaikat Tuhan (18:12); akhirnya Sara tertawa kegirangan ketik Ishak lahir (21:6). Kata “tertawa” itu juga dipakai untuk bermain. Sukacita Sara ketika Ishak disapih (8) ternyata diganggu dengan melihat Ishak bermain dengan anak Hagar (9). Kita sudah tahu bahwa anak itu cukup disayangi oleh Abraham (17:18), dan Sara sepertinya takut kalau Ishak juga dekat dengan kakaknya, dan tidak menjadi pewaris tunggal. Bahasanya meminta Abraham mengusir mereka kasar—perhatikan bahwa dia tidak memakai nama baik anak maupun ibu, dia hanya menyebut kedudukan Hagar yang rendah (10). Dan ternyata Abraham tidak mau mengusir Ismael (11).

Motivasi Sara mungkin saja kurang manusiawi, tetapi Tuhan setuju dengan keputusannya. Warisan Abraham akan dihitung melalui Ishak saja (12). Tetapi janji Tuhan tentang anak Hagar itu memberanikan Abraham untuk mengusir mereka, walaupun tindakan itu bisa berakibat maut bagi mereka (13).

Hagar pergi dalam kondisi tidak jelas (“mengembara”), dan ketika bekal air habis, dia habis akal, dan hanya mau menghindar dari penderitaan menyaksikan kematian anaknya (14–16). Adalah menarik bahwa Tuhan mendengar suara anak (dua kali disebutkan dalam a.17), meskipun suara Hagar yang nyaring. Ada janji-sentrisme dalam kitab Kejadian, di mana Allah memberi perhatian pada orang-orang (termasuk perempuan, misalnya Sara) yang berkaitan dengan janji-Nya kepada Abraham. Dalam kasus ini, janji itu menyangkut anak Hagar sebagai anak Abraham, bukan Hagar.

Namun, Hagar tetap diberi peran. Allah menyuruh dia untuk bergerak, keluar dari rasa mengasihani diri dan berurusan kembali dengan anak itu (18a). Perintah itu ditopang dengan janji seperti yang disampaikan kepada Abraham: anak itu akan menjadi bangsa yang besar (18b). Hagar harus bertindak dalam pengharapan bahwa janji itu akan digenapi, meskipun mereka kelihatan kehabisan air. Tetapi, ternyata penglihatan Hagar salah: Allah membuka matanya untuk melihat sebuah sumur, sehingga selamatlah nyawa mereka (19), dan anak itu bisa berkembang dan mendapat isteri (20–21).

Maksud bagi Pembaca

Allah akan membuka mata kita untuk melihat pemeliharaan-Nya bilamana kita menangkap dan menerima janji-janji-Nya.

Makna

Janji Allah menjadi penggerak utama dalam kitab Kejadian. Abraham mau Ismael tinggal, tetapi janji tentang Ishak lebih utama. Sara mau Ismael diusir, tetapi hal itu tidak menghambat janji Allah tentang dia. Bahkan kehabisan air minum tidak membatalkan janji itu.

Hagar pergi dalam kesusahan karena dia tidak tahu, atau tidak percaya akan, janji tentang Ismael itu. Bersamaan dengan menerima janji dari malaikat Allah, matanya dibuka. Apakah itu dua hal, atau memang percaya pada janji Allah akan membuka mata?

Janji Allah itu berkaitan dengan rencana-Nya untuk menyelamatkan dunia dalam Yesus Kristus. Janji yang akan membuka mata kita ialah janji-janji di dalam Injil. Sama seperti janji kepada Abraham menimbulkan pemisahan dalam keluarganya, bergabung dengan umat yang memegang janji Yesus dapat menimbulkan pemisahan, bahkan di dalam keluarga (Mt 10:34–35). Tujuan dari janji itu diringkaskan Yesus dalam Mt 6:33: Kerajaan Allah dulu, baru kebutuhan hidup. Roma 6 menyampaikan janji pelepasan dari kuasa dosa bagi orang yang sudah menjadi satu dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya dalam baptisan. Janji itu membuka mata kita untuk melihat persediaan Allah supaya kita hidup baru dan mencari Kerajaan Allah itu.

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kej 21:8-21 Janji Allah membuka mata [22 Jun 2014]

  1. Ping balik: Kej 22:1-14 Tidak menyayangkan anaknya yang tunggal [29 Jun 2014] | To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s