Rom 8:12-25 Melawan dosa dalam pengharapan [20 Jul 2014]

Penggalian Teks

Rom 8:9–11 merupakan puncak dari penguraian Paulus tentang kuasa Roh yang mengalahkan kuasa kedagingan sehingga orang yang percaya kepada Kristus mampu hidup baru. Dalam sisa p.8, dia menguraikan berbagai implikasi. Intinya adalah bahwa kita telah menjadi anak-anak Allah di dalam Kristus (15). Hal itu dinyatakan dengan pertobatan terus-menerus (a.13, “mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu”), dan dengan penderitaan bersama dengan Kristus (aa.17–18). Hal-hal itu dilakukan dalam pengharapan bahwa kita akan menjadi ahli waris (17) dari dunia baru (21). Di balik semua itu, ada keyakinan bahwa rencana Allah supaya kita menjadi serupa dengan Kristus (8:29) tidak dapat dihalangi oleh apapun (8:31–39). Jadi, kita adalah anak-anak Allah yang berada di antara yang lama (kedagingan, penderitaan) dan yang baru (Roh, anak Allah, dunia baru).

Janji Allah dalam 8:9–11 ialah bahwa kuasa kebangkitan Yesus akan berlaku oleh Roh Kudus dalam tubuh kita yang rawan dosa sehingga kita mampu hidup sesuai dengan pikiran Roh (8:5–6). Konsep Paulus tentang tubuh dan daging (yang saya simpulkan dengan istilah “kedagingan”) termasuk kebiasaan-kebiasaan buruk dan cara-cara hidup yang terpola, sehingga sulit diubah hanya dengan keputusan otak. Dalam pemulihan kita dari kedagingan, Roh Kudus tidak melewati hati kita. Soal “berhutang” dalam a.12 menyangkut pandangan dan keinginan. Kedagingan membuat dosa-dosa tertentu terasa sebagai kewajiban—“bagaimana mungkin tidak marah terhadap ulah seperti itu”, “asyik, rugi banget kalau tidak ikut”, dsb. Roh membuka mata untuk melihat bahwa tidak ada gunanya ikut dalam dosa. Malahan, dosa adalah jalan menuju kematian (13a). Dengan demikian, Roh memampukan kita untuk mematikan perbuatan-perbuatan tubuh. Berhadapan dengan pilihan, Roh menyadarkan kita kalau ada pilihan yang salah, dan memberdayakan keputusan kita untuk memilih apa yang baik. Dengan demikian, hidup yang sejati akan kita jalani (13b).

Berkat utama dari perjuangan itu adalah kenikmatan status sebagai anak Allah. Roh yang berkerja di dalam kita itu adalah Roh Kristus (8:9) yang membawa Kristus ke dalam kita (8:10). Dipimpin oleh Roh—termasuk mematikan perbuatan-perbuatan tubuh oleh Roh—adalah bukti akan status itu (14). Roh Kudus mengubah total sikap kita terhadap Allah. Dia bukan lagi Sang Polisi atau Sang Guru Keras, melainkan Sang Bapa (15–16). Kita menaati dan mengikuti Allah dari kreatifitas hati, dengan kerinduan untuk menjadi serupa dengan Kristus dan berguna bagi Allah, bukan secara hukum positif.

Perjuangan melawan dosa dilakukan dalam konteks pengharapan (17). Anak-anak Allah adalah ahli waris janji-janji Allah, dan janji-janji itu disimpulkan sebagai kemuliaan bersama dengan Kristus. Kata kemuliaan menyangkut citra yang gemilang, tetapi dalam bahasa Ibrani, kata itu juga berarti berbobot. Untuk sebagian orang Toraja, kemuliaan dialami dengan paling jelas ketika ada upacara kematian yang sungguh klop. Tidak hanya bahwa citra keluarga tampil bagus, tetapi juga bahwa keluarga itu merasa berada, berbobot, jadi. Sampai orang menangkap bahwa yang ditawarkan Kristus lebih mulia dari itu, Injil akan belum berdaya dalam kehidupan mereka.

Makanya, gregetnya Injil dapat dilihat dalam kesiapan orang untuk menderita bersama-sama dengan Kristus. Dalam aa.18–25, pengharapan itu diuraikan. Seluruh ciptaan Allah mengalami keluhan dan kebinasaan, tetapi dalam penebusan anak-anak Allah, ciptaan juga akan dipulihkan (19–22). Manusia yang membawa dosa ke dalam dunia (5:12–14), sehingga penebusan anak-anak Allah dari dosa di dalam Kristus berarti pemulihan dunia juga. Tetapi untuk sementara, Roh Kudus yang memulihkan kita justru membuat kita peka terhadap kondisi dunia (23). Kita sudah mencicipi kasih Allah (5:5) dan hidup yang benar (6:20–22), sehingga kebobrokan dunia makin terasa.

Makanya, Paulus menegaskan kembali pengharapan (24–25). Tubuh kita belum dibebaskan sepenuhnya dari dosa (23b; bdk. 12–13), dan dunia belum dipulihkan. Ketekunan adalah salah satu wujud pokok iman untuk sementara.

Maksud bagi Pembaca

Paulus mau menguatkan jemaat di Roma dengan pengharapan akan dunia baru bersama dengan Kristus yang ditanam Roh Kudus supaya mereka siap untuk melawan dosa dengan kuasa Roh Kudus. Pertobatan berarti mengejar pengaharapan itu sehingga melawan dosa dalam diri.

Makna

Mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, dan penderitaan. Itulah penawaran Injil. Jika orang tidak menyukai pesan itu, maklum, mereka belum menangkap pengharapan yang ditawarkan Injil. Injil tidak menawarkan hidup agak susah baru hidup agak lebih nyaman kelak. Injil menawarkan jalan salib sekarang baru kemuliaan kelak.

Kemuliaan adalah kebutuhan manusia, dalam artian, manusia perlu merasa bahwa hidupnya berbobot. Dalam Rom 1:32, manusia saling memuji dalam kehinaan, dan dalam p.2, manusia yang berusaha benar buta terhadap dosanya sendiri. Makanya, Paulus mengatakan bahwa semua manusia kehilangan kemuliaan Allah, biar dianggap hebat oleh sesama, biar upacara kematian orang tuanya luar biasa. Di dalam Kristus, kita dibenarkan, dan kemuliaan kita di hadapan Allah mulai dipulihkan. Pertobatan yang sejati termasuk mengambil pencarian kemuliaan yang teosentris itu—mau dipuji Allah dan bukan manusia. Hal itu tidak bisa dilakukan seorang diri, tetapi kita perlu mencari orang lain untuk mencerminkan penilaian Allah kepada kita. Itulah salah satu tugas jemaat, walaupun tidak sempurna.

Selama kita puas dengan pujian manusia, kita tidak akan mau repot mematikan perbuatan tubuh yang berasal dari daging, artinya, perbuatan yang muncul dari dosa yang terpola dalam kehidupan kita. Satu aspek dari mematikan tubuh ialah bahwa pada titik kita mau bertindak, kita mengaminkan keingingan Roh dalam diri kita, dan percaya bahwa Roh itu mampu untuk mengalahkan keingingan daging. Tetapi, keputusan itu semakin memungkinkan semakin kita mendambakan status kita sebagai anak Allah, dan semakin kita menaruh pengharapan di tengah dunia yang susah ini pada kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

Pos ini dipublikasikan di Roma dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Rom 8:12-25 Melawan dosa dalam pengharapan [20 Jul 2014]

  1. yoeltangkedatu69 berkata:

    Terima kasih guru.

    Terkirim dari tablet Samsung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s