Yes 40:1-11 Allah Datang dengan Kekuatan [7 Des 2014]

Dengan tulisan terakhir untuk tahun ini, saya mengucapkan selamat merayakan dan menantikan kedatangan Juruselamat kita. Sampai jumpa tahun depan.

Penggalian Teks

Yesaya 1–35 berfokus pada hukuman yang akan menimpa Yehuda karena dosanya. Pp.36–39 menceritakan sejarah Hizkia yang luput dari kerajaan Asyur (yang menghancurkan Kerajaan Utara) tetapi memberi peluang bagi orang Babel yang kemudian menjadi alat Tuhan untuk menghancurkan Yehuda, dan membawa umat Israel ke dalam pembuangan. Perikop ini merupakan peralihan ke sudut pandang pembuangan yang sedang berlangsung. Ada beberapa tokoh yang tersirat di dalamnya. Penutur adalah nabi (6a) yang menyampaikan firman dari Allah (1b). “Hiburkanlah” adalah perintah yang jamak, jadi dia berbicara kepada sebuah kelompok. Barangkali, ini adalah kelompok orang yang siap mendengarkan firman itu. Kelompok ini yang disuruh untuk menyampaikan kabar baik kepada umat Allah.

Isi penghiburan ialah waktu dalam pembuangan sudah habis (2). Waktu itu disebut sebagai perhambaan, akibat kesalahan, dan hukuman karena dosa. Hukuman itu sudah diterima “dua kali lipat”. Hal itu menegaskan bahwa hukuman itu sudah tuntas betul. (Ada beberapa kemungkinan untuk memahami maksud persisnya, tetapi satu tafsiran yang menarik merujuk ke Yes 47:8–9 bahwa sebuah kota yang dihukum kehilangan suami dan anak-anak [baca “kehilangan anak” untuk LAI “punah”], jadi, dihukum dua kali.)

Dalam aa.3–5, ada suara berseru supaya kelompok yang siap mendengarkan itu mempersiapkan jalan pulang dari Babel, dengan membuat jalan raya melalui medan yang sulit. Dengan kata “harus” dalam a.4, LAI memberi kesan bahwa manusia yang akan meratakan medan itu, tetapi, sesuai dengan versi-versi dalam bahasa Inggris, “akan” lebih cocok (“setiap lembah akan ditutup”): pembuatan jalan itu adalah karya Tuhan, dan manusia hanya ikut di dalamnya. Penggenapan pertama ayat-ayat ini menunjukkan itu: Israel kembali dari pembuangan di Babel dengan jalannya diperlancar secara politik oleh pemerintah Koresh (Ezra 1). Tuhan membuka jalan, tinggal mereka berani menjalaninya, karena percaya pada firman Allah ini. Dengan demikian, kemuliaan Tuhan diperlihatkan kepada semua orang (5). Dalam PB, Yohanes Pembaptis berperan sebagai suara itu, dan umat Israellah yang disuruh untuk mempersiapkan jalan raya itu dengan pertobatan yang sungguh-sungguh (Mk 1:1–8). Namun, karya Allah yang memperlihatkan kemuliaan-Nya bukan dalam pertobatan itu, melainkan dalam Yesus yang akan membaptis dengan Roh Kudus (Mk 1:8).

Dalam a.6, suara itu berseru kepada si nabi. Pesannya menegaskan bahwa firman Allah itu tetap, dan manusialah yang fana (aa.6–8). Ingat bahwa bagi Israel dalam pembuangan, kerajaan Babel kelihatan sangat kukuh, sehingga firman Allah ini sulit dipercaya. Petrus mengutip ayat-ayat ini dan mengatakan bahwa firman tentang pemulihan Israel itu adalah firman yang diberitakan kepada jemaat, yakni Injil (1 Pet 1:24–25). Dia melihat bahwa pemulihan Israel digenapi di dalam Yesus.

Dalam aa.9–11, Sion dipanggil untuk membawa kabar baik kepada kota-kota Yehuda bahwa Allah mendekat (9). Tuhan kembali di jalan raya tadi dengan umat Israel yang dibuang sebagai upah dari jerih payah-Nya dalam rangka menyelamatkan mereka (10). Umat itu seperti kawanan domba yang Dia pelihara dengan baik (11). PB melihat Yesus sebagai gembala yang baik, dan “kabar baik” dalam a.9 adalah istilah Injil (euanggelion) dalam versi LXX.

Penggenapan ayat ini dalam PB menjadi jelas ketika kita memahami bahwa pembuangan Israel, sama seperti pengusiran Adam dari taman Eden, adalah hukuman atas dosa, sepadan dengan kematian. Kembalinya umat Israel ke tanah Israel berarti pengampunan dan kehidupan. Dalam kematian-Nya, Yesus masuk ranah kematian sebagai hukuman dosa, walaupun Dia tidak bersalah, dan dalam kebangkitan-Nya Allah membawa Dia dan semua yang berada di dalam-Nya (karena percaya kepada-Nya) ke dalam ranah kehidupan sebagai orang yang diampuni. Oleh karena itu, janji Allah kepada Israel dalam perikop ini adalah janji-Nya kepada kita juga.

Maksud bagi Pembaca

Perikop ini membawa penghiburan bagi semua orang yang tertekan oleh dosa, dengan menyampaikan kabar baik bahwa karya Allah telah melenyapkan semua yang dapat menghalangi kita untuk dibawa dari ranah kematian ke ranah kehidupan. Kita didorong untuk percaya pada firman itu sehingga kita terus-menerus mempersiapkan jalan bagi Tuhan dengan pertobatan.

Makna

Masa Adven menekankan persiapan bagi Tuhan dengan pertobatan, dan perikop ini mengingatkan kita bahwa dasar pertobatan adalah pengharapan. Andaikan kita tetap dalam perhambaan karena dosa dan tidak ada jalan keluar, apa gunanya melawan dosa? Tetapi, karena Allah telah, terus, dan akan berkarya di dalam dunia melalui Yesus Kristus, kita melangkah dalam pengharapan. Kelesuan Israel diobati Allah dengan berita yang membawa pengharapan. Sama halnya untuk kelesuan jemaat.

Pertobatan merupakan perubahan cara kita memandang dunia. Yang tadinya dianggap menarik dan menguntungkan, sekarang dianggap rugi dan sampah. Perubahan itu hanya bisa terjadi ketika kita percaya pada firman Allah. Dari satu segi, kita sudah melihat penggenapan janji perikop ini dalam karya Kristus, tetapi pada segi yang lain, kita tetap menantikan kedatangan-Nya kembali untuk menuntaskan keselamatan itu. Jadi, penegasan tentang firman Allah itu tetap penting.

Visi Yesaya tentang pembaruan yang dikerjakan Allah sangat luas, bahkan sampai ciptaan baru (Yes 65:17–25). Yang disoroti di sini adalah intinya: umat Allah akan menikmati Allah sebagai gembala yang telah berjuang bagi mereka dengan kekuatan ilahi-Nya (10–11). Allah itulah yang kita kenal di dalam Yesus, Sang Gembala yang Agung.

Pos ini dipublikasikan di Yesaya dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Yes 40:1-11 Allah Datang dengan Kekuatan [7 Des 2014]

  1. Marthen Lius berkata:

    Selamat natal dan tahun baru, Tuhan memberkati

  2. abuchanan berkata:

    Terima kasih, dan sama-sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s