Luk 24:36-49 Berita bagi semua bangsa [19 Apr 2015]

Catatan teknis: Mzm 4:1–8 adalah segenap mazmur dalam bahasa Inggris, sehingga yang dimaksud adalah Mzm 4:1–9 (atau 2–9) dalam penomoran ayat bahasa Indonesia. Terus, saya penulis bahan MJ untuk minggu depan, jadi blog akan libur satu minggu.

Penggalian Teks

Kisah Lukas tentang kebangkitan dimulai dengan beberapa kesaksian yang tidak dipercaya: kesaksian para perempuan dianggap omong kosong (24:11), dan kesaksian kedua orang Emaus tidak langsung diterima melainkan dipercakapkan (36). Tiba-tiba Yesus menampakkan diri dan mengucapkan damai sejahtera. Kelompok ini adalah murid-murid yang melarikan diri dan sekarang tidak percaya, tetapi yang ditawarkan ialah pemulihan, bukan hukuman. Namun, mereka belum siap. Mereka menganggap bahwa Dia adalah hantu, roh (Yunani: pneuma) dari orang yang telah mati (37). Hal itu wajar, karena memang Yesus telah mati, dan Dia muncul dengan cara yang tidak jelas. Mereka takut: hantu biasanya tidak menampakkan diri dengan sembarangan. Yesus menuntun mereka untuk mulai menangkap apa yang sebenarnya terjadi dengan memperlihatkan tubuh-Nya yang padat, bahkan makan makanan (38–43). Jika bombo (hantu Toraja) kelihatan memiliki tulang dan daging, orang akan kaget kalau sajian yang diberikan kepadanya dimakan habis. Tubuh Yesus lebih dari yang biasa, karena muncul begitu saja, tetapi tubuh-Nya tubuh yang padat. Itulah namanya kebangkitan, dan konsepnya berbeda dengan konsep jiwa yang pergi ke alam lain setelah mati.

Kemudian, Yesus berbicara tentang penggenapan Kitab Suci. Dia telah memberitahukan hal itu kepada mereka (44), tetapi baru setelah mereka mulai menangkap bahwa Dia sungguh bangkit maka Dia membuka pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci itu (45). Menurut Yesus, Kitab Suci (tentunya PL pada saat itu) telah menubuatkan penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus, dan bahwa hal itu harus menggerakkan misi kepada semua bangsa (46–47). Kemudian, Dia mengakui mereka sebagai “saksi” dari semuanya itu (48). Mereka adalah saksi mata bahwa peristiwa-peristiwa itu sudah terjadi, dan dengan demikian pemberitaan pesan tentang pengampunan dan pertobatan akan dimulai melalui mereka, setelah mereka menerima kuasa Roh Kudus (49).

Mengapa pemberitaan pengampunan dan pertobatan itu digerakkan oleh kebangkitan Yesus? Ada anak yang dibangkitkan oleh Elia, ada anak Jairus, ada Lazarus, tetapi kebangkitan mereka tidak menggerakkan apa-apa. Memang, kebangkitan Yesus itu lebih dari yang lain, karena Yesus tidak akan mati lagi, dan tubuh-Nya sudah lebih mulia. Tetapi, mengapa pemberitaan setelah kebangkitan itu menyangkut pengampunan dan pertobatan? Di situlah pentingnya Kitab Suci. Sama seperti dua orang bermalam bersama itu jauh beda maknanya kalau sudah menikah sesuai dengan rencana lama, kebangkitan Yesus bermakna karena Dia adalah Mesias yang sudah lama dijanjikan Allah, Mesias yang ternyata harus menderita bagi dosa dan bangkit untuk mengalahkan maut. Tanpa janji Allah dalam Kitab Suci, kebangkitan Yesus itu kejadian aneh saja. Hal itu akan diuraikan lebih jauh di bawah.

Maksud bagi Pembaca

Lukas mendorong kita untuk menjadi pelaku rencana Allah yang dinubuatkan dalam PL dan berpuncak dalam karya Kristus supaya berita tentang kebangkitan Kristus yang berimplikasi pertobatan dan pengampunan dibawa ke semua bangsa.

Makna

Di mana perincian tafsiran Yesus akan PL? Tidak langsung diceritakan, tetapi para rasul dibekali Yesus selama 40 hari sehingga kita semestinya pertama-tama melihat ke khotbah-khotbah mereka, lalu ke tulisan-tulisan mereka (yakni, PB). Hal itu tidak mungkin di sini, tetapi di bawah saya mencoba memberi beberapa petunjuk, sesuai dengan pemahaman saya (yang banyak dibentuk oleh pakar PB N. T. Wright, untuk yang pintar membaca bahasa Inggris). (Lihat juga di sini.) Alinea terakhir memberi kesimpulan berkaitan dengan kesaksian kita.

Hubungan antara PL dan PB ada berbagai aspek, tetapi ada dua yang penting di sini. Yang utama ialah bahwa seluruh Alkitab merupakan satu Kisah Agung. Jadi, janji kepada Abraham yang menyangkut berkat bagi semua bangsa itu (Kej 12:3) dapat digenapi dalam diri Yesus, keturunan Abraham itu. Nabi seperti Musa—yang membawa firman berkat itu—dapat digenapi dalam diri Yesus, orang Israel itu (Kis 3:22–23). Janji Allah kepada Daud bahwa takhtanya—takhta Kerajaan Allah yang menjadi wadah berkat itu—akan kekal (2 Samuel 7) dapat digenapi dalam diri Yesus, anak Daud itu. Hal itu berlaku, karena para rasul (yang diajar oleh Yesus) melihat Yesus sebagai ujung dari sejarah Israel, sama seperti Sumpah Pemuda tidak dilihat hanya dalam rangka konteksnya langsung tetapi juga dalam perkembangan sejarah Indonesia sampai merdeka. Yesus datang dengan klaim-Nya sebagai Mesias, Dia taat sebagai orang Israel ketika dicobai di padang gurun, Dia memperlihatkan pemulihan yang dijanjikan Allah dalam nabi-nabi (Mt 11:2–6 yang mengutip Yes 35:5–6). Tetapi kebangkitan-Nya menjadi bukti bahwa Allah memang berkarya di dalam pelayanan-Nya, sehingga Dia menjadi kunci untuk memahami PL, sama seperti PL merupakan dasar untuk memahami Yesus.

Yang kedua ialah pola-pola dalam PL yang maknanya dipertegas dalam kisah Yesus. Mati dan hidup kembali adalah tema yang mewarnai seluruh PL, mulai dengan pengusiran Adam dan Hawa dari tempat kehidupan. Ada peristiwa-peristiwa tertentu, seperti Ishak yang hampir mati, tetapi hidup kembali (Kejadian 22). Bangsa Israel mengalami semacam kematian ketika dibuang ke Babel; pengembalian Israel dari pembuangan ibarat tulang-tulang menjadi manusia hidup kembali (Yehezkiel 37). Yesaya mempersonifikasikan Israel sebagai hamba Tuhan, yang mati bagi dosa tetapi hidup kembali (Yesaya 53; perhatikan dalam Yes 52:15 bahwa bangsa-bangsa berkepentingan dalam hal ini). Israel sebagai hamba mewakili manusia dengan dihukum karena dosa dan dipulihkan, dan hamba Tuhan mewakili Israel. Yesaya berani mengatakan bahwa hamba ini menjadi korban penebus salah (Yes 53:10), sehingga sistem kurban (kitab Imamat!) digenapi di dalamnya.

Penerobosan Yesus dalam menafsir PL ialah mengaitkan pola mati-hidup sebagai hamba dengan tugas memerintah sebagai Mesias. Yang baru bukan bahwa Mesias akan menderita dalam memperjuangkan kejayaannya. Hal itu dilihat dalam, misalnya, nyanyian Hana (1 Sam 2:1–10, yang menggambarkan riwayat Daud, lihat 1 Sam 2:10b), dan banyak mazmur yang menggambarkan bagaimana orang percaya hampir binasa tetapi diluputkan oleh Allah, seperti Mazmur 4. Tetapi, setelah kebangkitan Yesus, Petrus dapat mengangkat salah satu mazmur yang paling jelas tentang pola itu (Kis 2:25–28, mengutip Mzm 16:8–11), untuk mengatakan bahwa dalam Yesus, kematian dimasuki oleh Mesias dan Allah tetap meluputkan Orang Kudus-Nya. Yesus memahami bahwa Mesias harus menempuh jalan hamba Tuhan untuk mengalahkan musuh-musuh Allah, terumata Iblis, dosa, dan dunia (termasuk kuasa-kuasa politik yang menindas).

Yang dihasilkan oleh hamba Tuhan dalam Yesaya ialah kejayaan Sion. Yes 2:2–4 menggambarkan bangsa-bangsa diberkati dengan datang kepada Sion dan belajar dari Allah (bdk. Yes 49:6, pemulihan Israel dan terang bagi bangsa-bangsa). Karena fungsi Bait Allah/Sion/Yerusalem diambil alih oleh Yesus dan jemaat-Nya, ternyata Sion berada di tengah bangsa-bangsa (Mt 28:18–20), tetapi tetap sebagai terang yang menarik (Mt 5:14–16). Terang itu menyangkut bagaimana bangsa-bangsa itu hidup di hadapan Allah. Makanya, implikasi dari kebangkitan ialah pertobatan dan pengampunan. Sifat bangsa-bangsa (termasuk Israel) diperlihatkan dalam salib Yesus, sebagai sarat dengan kepentingan politik dan teriakan emosi. Hal itu terbukti berasal dari Iblis ketika Allah membangkitkan Yesus (bdk. Kis 3:15). Yesus yang bangkit menunjukkan bahwa sungguh-sungguh arah hidup manusia itu salah, sehingga pertobatan diperlukan. Kemudian, ucapan “damai sejahtera” Yesus menunjukkan bahwa semuanay itu rencana Allah (bdk. Kis 3:18): dosa dikumpulkan di dalam diri Yesus yang tersalib sebagai korban penebus salah dan dengan demikian dihapus. Makanya, adalah penting pengampunan dosa ditawarkan. Tetapi kebangkitan juga membawa suatu daya hidup baru, yang mulai berdampak besar ketika Roh Kudus dicurahkan. Jadi, pertobatan itu lebih dari penyesalan saja; kebangkitan membawa perubahan. (1 Yoh 3:1–10 menguraikan hal itu; Allah menanam benih hidup baru yang akan selalu membawa kita untuk keluar dari dosa, meskipun kedagingan tetap terasa juga, bdk. 1 Yoh 1:8–10.)

Dalam semua aspek itu, yang dibawa Yesus melampaui apa yang dijanjikan Allah. Makanya, Yesus hanya dapat membuka pikiran para murid setelah mereka mulai menangkap bahwa Dia sudah bangkit. PL merupakan teka-teki yang terlalu sulit untuk dipecahkan manusia, tetapi dipecahkan oleh Yesus dan di dalam karya-Nya. Hal itu berlaku juga untuk harapan Israel yang mendasar, yaitu supaya Allah akan kembali hadir di antara mereka (misalnya, Mal 3:1–5 dalam rangka hukuman; Yes 40:9–11 dalam rangka keselamatan). Ternyata Allah tidak hanya mengutus seorang Mesias-Hamba, Firman Allah datang sebagai Mesias-Hamba itu.

Kita bukan saksi mata sama seperti mereka, tetapi perintah Yesus tentang perlunya memberitakan pertobatan dan pengampunan tidak dikaitkan dengan kesaksian mereka melainkan dengan adanya bangsa-bangsa yang belum mendengar. Jadi, dua hal dapat menghalangi gereja meneruskan kesaksian para murid itu. Yang pertama, jika pikiran belum dibuka untuk melihat bahwa pemberitaan Kristus mewujudkan rencana Allah bagi bangsa-bangsa, kita akan malas merepotkan diri dengan misi ke luar. Tanggapan jemaat bahwa “bagaimana mau bermisi ke luar sementara yang di dalam saja belum beres” menunjukkan bahwa jemaat menganggap ketaatan itu menyangkut perintah-perintah Tuhan saja, bukan misi Allah dalam dunia. Yang kedua, kalaupun pikiran sudah dibuka, tanpa kekuasaan dari tempat tinggi, kita tidak dapat bertahan dalam misi itu. Roh Kudus yang akan menyertai para pemberita Kristus dalam Injil Lukas. Hal itu tidak bertentangan dengan penyertaan Kristus dalam Mt 28:20, karena Roh itu Roh Kristus. Dengan penyertaan Roh Kudus, sebagaimana dilihat dalam Kisah Para Rasul, pemberita Kristus akan meneruskan pelayanan Yesus sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Lukas dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s