Kis 8:26-40 Firman memberitakan Yesus bagi semua [3 Mei 2015]

Penggalian Teks

Filipus diperkenalkan dalam Kis 6:5 sebagai orang yang penuh iman dan Roh kudus. Walaupun dia dipilih untuk mengatur pembagian diakonia, dia kemudian berperan sebagai penginjil (8:5), ketika banyak dari jemaat di Yerusalem harus pergi ke tempat yang lain karena kondisi yang panas. Kis 8:4–40 menyampaikan beberapa cerita yang menunjukkan bagaimana Injil mulai menerobos keluar dari kalangan orang Yahudi saja. Sesuai dengan perintah Yesus dalam Kis 1:8, Filipus dan Petrus melayani di Samaria, dan dalam perikop kita, Filipus melayani orang bukan Yahudi yang juga adalah orang yang di kebiri (bdk. Yes 56:1–8). Kisah-kisah itu membawa kita sampai pada panggilan Paulus sebagai rasul bangsa-bangsa dalam pasal 9.

Karena ada maksud khusus Allah untuk mulai menjangkau bangsa-bangsa itu, Filipus dibimbing secara khusus oleh Tuhan (26, 29). Dengan adanya panen yang sudah siap dituai di Samaria (8:25), perintah Tuhan untuk pergi ke jalan yang sunyi tidak terlalu masuk akal. Tetapi Filipus taat, sampai diperjumpakan dengan seorang Etiopia (mungkin daerah Sudan sekarang). Orang itu sudah menjadi penyembah Allah Israel, tetapi bagaimana caranya tidak dijelaskan. Sebagai orang kaya dia mampu memiliki naskah PL (atau paling sedikit, kitab Yesaya), dan juga sanggup membacanya (28). Pada zaman itu, orang membaca dengan bersuara. Makanya, Filipus mendengar apa yang dia baca, dan bisa bertanya tentang pengartiannya (30). Orang Etiopia mengaku bingung, sehingga Filipus diberi kesempatan untuk menjelaskannya (31). Nasnya berbicara tentang seorang hamba Tuhan dari Yesaya 53 (32–33). Nabi Yesaya adalah seorang hamba Tuhan, tetapi sepertinya bahasa puisi itu berlebihan untuk merujuk pada Yesaya sendiri (34). Tetapi kalau bukan Yesaya, siapakah lagi? Filipus tahu jawabannya, dan menggunakan perikop ini untuk memberitakan Yesus kepadanya. Kata kerja bahasa Yunani euanggelizo (LAI: “memberitakan Injil”) berarti menyampaikan berita yang penting untuk semua, seperti kelahiran anak Kaisar atau kemenangan dalam perang. Berita yang disampaikan Filipus itu menyangkut Yesus, Sang Hamba dalam kita Yesaya itu. Yesaya 53 cocok untuk berbicara tentang kematian Yesus untuk dosa (Yes 53:5), dan kebangkitan-Nya yang membenarkan banyak orang (Yes 53:10–12).

Orang Etiopia percaya pada berita itu, sehingga dia mau dibaptis (38). Walaupun Filipus segera hilang, orang itu bersukacita karena telah percaya kepada Yesus. Filipus justru dibawa ke tempat orang Filistin, musuh bebuyutan Israel dalam PL, supaya mereka ditaklukkan di bawah Mesias Israel dengan cara Yesus, yaitu dengan bertobat dan diampuni.

Maksud bagi Pembaca

Kita diberitahu bahwa Injil yang diberitakan dalam PL itu untuk semua bangsa. Hal itu mendorong kita untuk menggunakan Alkitab untuk memberitakan Yesus kepada semua orang.

Makna

Filipus berada dalam Yesus (Yoh 15:1–8) sehingga dia peka untuk dibimbing oleh Roh Kudus. Dia siap pergi jauh supaya berita tentang Yesus itu sampai kepada siapa saja yang dipersiapkan Tuhan. Itulah salah satu wujud kasih yang berasal dari Allah (1 Yoh 4:7–21).

Orang Etiopia adalah orang yang mampu membaca pada zaman di mana hanya sedikit bisa membaca. Jadi, sulitnya mengerti siapakah yang dirujuk oleh Yesaya bukan karena dia kurang pintar. PL merupakan teka-teki yang kuncinya ialah Yesus. Hamba Tuhan dalam Yesaya mewakili Israel, dan hamba itu menunaikan tugas Israel supaya berkat Allah sampai kepada bangsa-bangsa (bdk. Yes 49:7; 52:15, yang kita bahas dalam beberapa minggu terakhir ini). Baru ketika kita memahami bahwa Yesus adalah Pokok Anggur, yaitu Israel yang sejati (Yoh 15:1), maka maksud Yesaya dan nabi-nabi yang lain menjadi jelas. Sama seperti orang Etiopia itu, kita perlu dibimbing untuk memahami bagaimana Alkitab berbicara tentang Yesus. Kalau tidak, kita akan menganggap bahwa Alkitab itu terutama merupakan pedoman hidup, atau peringatan tentang dosa, atau penguatan dalam kesusahan hidup. Tetapi adalah salah kalau kita berbicara tentang cara hidup lepas dari Yesus, atau dosa lepas dari kematian Yesus, atau kesusahan hidup lepas dari kuasa kebangkitan Yesus. Yesus menjadi kunci untuk seluruh Alkitab, dan pembimbingan yang baik menggunakan Alkitab untuk membawa orang kepada Yesus.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s