Yeh 37:1-14 Pengharapan karena Roh Kudus [24 Mei 2015]

Tahun yang lalu perikop Yeh 37:1–14 ini termasuk leksionari, hanya dengan perikop Injil dan surat yang lain. Renungan itu ada di sini. Penggalian teks saya ambil dari sana (dengan diedit sedikit), tetapi pemaknaan berubah, karena kedua perikop pendamping mengajak kita untuk lebih fokus pada sikap hidup, bukan perbaikan hidup. Kedua renungan ini mengandaikan bahwa perikop kita harus dipahami dalam terang penggenapan di dalam Kristus.

Penggalian Teks

Perikop kita adalah lanjutan dari Yehezkiel 36 yang berbicara tentang pemulihan keadaan Israel setelah pembuangan. P.36 itu berbicara tentang pemulihan kondisi Israel, termasuk pentahiran (36:25) dan hati daging ganti hati batu (36:26; terjemahan harfiah untuk “hati yang keras” dan “hati yang taat”), melalui Roh Allah yang akan diam di dalam batin Israel (36:27). Dengan demikian, keadaan Israel akan pulih, dan Tuhan akan dimuliakan di dalam mereka.

P.37 menguraikan dua aspek dari pemulihan kondisi Israel itu. Perikop kita (37:1–14) menggunakan penglihatan tentang tulang-tulang yang dihidupkan untuk menjadi pasukan tentara yang besar, sementara 37:15–28 menubuatkan pemersatuan Israel di bawah seorang raja seperti Daud. Dengan demikian, Israel akan siap untuk peperangan akhir zaman (pp.38–39) yang akan mendatangkan dunia baru yang berpusat pada Bait Allah tempat Allah hadir kembali (pp.40–48; kemuliaan Tuhan yang meninggalkan Bait Allah dalam p.10 kembali dalam 43:4). Yang dibahas di sini ialah pemulihan umat Allah untuk menjadi alat bagi rencana Allah, yang di dalamnya kebangkitan pribadi hanyalah satu aspek.

Di dalam penglihatan (1a), Yehezkiel diperhadapkan dengan tulang-tulang yang berserakan. Karena mayat-mayat tidak dikuburkan, ada dugaan bahwa ini adalah tentara yang kalah besar dalam perang (bdk. 10b). Tulang-tulang itu “amat kering”—dalam a.11 “tulang yang kering” ternyata adalah kiasan yang lazim untuk menggambarkan keputusasaan. Aa.1–6 kemudian menceritakan perintah Tuhan untuk bernubuat menghadapi hal itu. Ada empat tahap yang disebutkan dalam pemulihan itu: urat, daging, kulit dan nafas hidup. Kata untuk nafas hidup sama dengan kata untuk roh, ruakh. Aa.7–8 menceritakan terjadinya ketiga hal pertama, tetapi belum yang keempat, sehingga belum ada hidup. Jadi, nubuatan untuk nafas hidup (roh) diulang dan dikembangkan: keempat penjuru angin (ruakh juga berarti angin) disuruh untuk masuk ke dalam orang-orang ini. Tentara yang pernah kalah besar itu berdiri kembali.

Allah menjelaskan penglihatan itu dalam aa.11–14. Israel mengungkapkan keputusasaan dengan sebuah kiasan tentang tulang yang kering (11), dan Allah menjawab dengan sebuah kiasan mengenai kebangkitan dari kubur (aa.12–13; maksudnya tidak harfiah, karena dialamatkan kepada Israel yang hidup). Seperti dalam penglihatan Yehezkiel, ada dua tahap. Yang pertama ialah kembalinya Israel ke tanah Israel (12). Ketika Israel kembali ke Israel, hal itu seperti tulang-tulang bergabung, berdaging dan berkulit: Israel akan menjadi utuh dan mampu bergerak bagi Tuhan. Tetapi hal itu belum cukup: mereka tetap butuh nafas, yaitu Roh Allah (a.14; ingat bahwa kata untuk nafas dan roh itu sama). Alhasil, Israel mengetahui bahwa Allah itu Tuhan.

Jadi, perubahan batin Israel dalam 36:25–27 disampaikan dengan lebih tegas lagi dalam perikop ini. Kenajisan Israel dalam 36:25 ternyata adalah kenajisan mayat, Israel adalah mati. Hati batu dalam 36:26 sejajar dengan tulang kering, dan hati daging sejajar dengan urat, daging dan kulit. Hal itu menunjukkan betapa hancurnya batin Israel: tulang-tulang yang kering, yang tidak dapat bekerja sama (urat), tidak ada kekuatan (daging), dan tidak ada batas atau perlindungan (kulit). Semua itu dikerjakan Allah bagi Israel. Tetapi, sama seperti tubuh Adam yang sudah dibentuk dari debu itu baru menjadi makhluk hidup ketika ada nafas hidup masuk, perubahan batin ini baru menjadi hidup yang sejati ketika Roh Allah diberikan.

Maksud bagi Pembaca

Kita diajak untuk melangkah demi Allah dalam pengharapan, berdasarkan kuasa Roh Kudus yang memberdayakan hidup baru yang kita peroleh di dalam kebangkitan Kristus.

Makna

Dalam perikop kita, kubur menjadi kiasan tentang kondisi Israel dalam pembuangan, dan kebangkitan menjadi kiasan tentang pemulihan bangsa Israel. Tetapi ketika Yesus datang sebagai Israel yang sejati, sebagai Mesias yang mewakili Israel dan Hamba yang menunaikan tugas Israel (bdk. Yes 49:6–7), yang Dia lakukan ialah mati, dikuburkan, dan bangkit secara harfiah. Dengan demikian, arah pengiasan menjadi terbalik: pembuangan menjadi gambaran tentang maut, dan kembalinya dari pembuangan menjadi gambaran tentang kebangkitan. Yesus masuk ke ranah maut dan keputusasaan, dan membuka jalan keluar, atau dengan lebih tepat, jalan pulang ke hidup yang sejati.

Dengan demikian, kebangkitan Kristus memberi kita daging dan kulit. Israel dalam pembuangan merasakan kondisi manusia berdosa dengan tepat: mereka tahu bahwa di luar pengenalan akan Allah hanya ada harapan-harapan yang semu, tetapi mereka meragukan niat dan/atau kuasa Allah untuk membawa mereka kembali ke tanah suci dan ibadah di Bait Allah. Kebangkitan Kristus membuktikan maksud Allah untuk membawa kita dari ranah maut yang jauh dari Tuhan ke ranah kehidupan di mana kita mengenal Dia.

Bacaan Rom 8:18–30 menguraikan beberapa aspek dari ‘daging dan kulit’ ini. Yang utama, kita ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar Anak Allah, sebagai adik-adik-Nya (Rom 8:29; saudara dari anak sulung adalah adik). Hal itu sudah dijelaskan dalam Rom 6:1–14. Karena kita berada di dalam Kristus, kita telah mati terhadap dosa bersama-sama dengan Dia supaya kita bisa hidup bagi Allah (Rom 6:1–11). Dalam Rom 8:30, Paulus meringkas caranya Allah membuat kita serupa dengan Kristus: berdasarkan penentuan Allah yang mendahului kehendak kita, kita dipanggil melalui pemberitaan Injil (bdk. Rom 1:15); kita dibenarkan atas dasar pengorbanan Yesus melalui iman (bdk. Rom 3:21–26) sehingga kita menjadi bagian dari Kristus dan keluarga Allah; dan di dalam Kristus kemuliaan Allah yang hilang karena dosa (Rom 3:23) dipulihkan kembali. Proses itu terjadi dengan kita menempuh jalan sama seperti Yesus: kita siap menderita bersama dengan Dia supaya kita dipermuliakan bersama dengan Dia (Rom 8:17). Kemuliaan itu akan kita terima secara tuntas ketika kita dibangkitkan (Rom 8:21, 23; “pembebasan [harfiah: penebusan] tubuh kita” bukan pembebasan dari tubuh). Pengharapan itu mencakup seluruh dunia, yang akan turut dimerdekakan dari kesia-siaan, meniadakan dampak dari kejatuhan ke dalam dosa (Rom 8:21; bdk. Rom 5:12–21).

Jadi, kebangkitan Kristus membuka jalan kepada kemuliaan yang sejati, dalam perlawanan terhadap dosa dan melalui penderitaan. Itulah ‘daging dan kulit’ yang diberikan kepada kita. Tetapi semuanya itu hanya dapat terwujud karena kuasa Roh Kudus. Roh Kuduslah yang bersaksi tentang status kita sebagai anak-anak Allah (Rom 8:16). Antara lain, kesaksian itu terjadi karena kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk melawan kedagingan, yaitu dosa yang terpola dalam tubuh kita (Rom 8:13). Kemudian, Roh Kudus memampukan kita untuk tidak betah dalam dunia yang bobrok ini, tetapi mengeluh sebagaimana semestinya terhadap dunia yang ditaklukkan kepada kesia-siaan dan kefanaan (8:20–21). Pertolongan Roh Kudus itu dilihat dalam doa: pada waktu kita kehilangan akal mau berdoa bagaimana, Roh Kudus melengkapi keluhan-keluhan yang sangat terasa tetapi sulit diucapkan (8:26–27).

Yeh 37:14 adalah janji yang digenapi pada hari Pentakosta, tujuh minggu setelah janji dalam aa.12–13 digenapi dalam kebangkitan Yesus. Roh Kudus memampukan kita untuk melawan dosa, dan juga untuk bertahan dalam penderitaan. Dengan demikian, Allah turut bekerja dalam segala kondisi kita untuk mendatangkan kebaikan, yaitu menjadikan kita serupa dengan Kristus (8:28).

Pos ini dipublikasikan di Yehezkiel dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s