Mrk 4:35-41 Memandang Yesus di tengah Badai [21 Jun 2015]

Minggu ini kita kembali ke Injil Markus selama dua minggu. Bacaan PL dan mazmur lebih banyak dicocokkan dengan bacaan Injil, dan minggu ini membantu untuk menangkap makna dari perikop ini.

Penggalian Teks

Jika Markus 1–3 memperkenalkan Yesus dan pelayanan-Nya, dan 4:1–34 ajaran-Nya, maka mulai dengan perikop ini kita melihat Yesus berfokus pada murid-murid-Nya. Pertanyaan yang muncul pada akhir perikop ini, “Siapa gerangan orang ini?”, baru dijawab oleh Petrus dalam 8:29 (“Engkaulah Mesias”), dan diperjelas dalam pp.9–16.

Dalam pp.4–8 ini, Yesus bolak-balik di danau Galilea (4:35; 5:21; 6:45; 8:13), sesuai dengan tugas-Nya untuk memberitakan Injil di berbagai tempat (1:38). Jadi, setelah selesai memberitakan Injil kepada orang di tepi danau dari dalam perahu (4:1), Dia menyuruh murid-murid-Nya untuk pergi ke tempat yang lain (35), naik perahu (36). Perintah Yesus itu ternyata “keliru”, karena mereka berhadapan dengan topan yang mengancam nyawa mereka (36). Namun, Yesus tidur (37a)! Mereka membangunkan-Nya, mungkin seperti Yunus dibangunkan, yaitu supaya Dia bisa berdoa (Yun 1:5–6). Walaupun beberapa murid-Nya adalah nelayan, tetapi mereka kewalahan dan secara spontan minta tolong kepada Yesus, tetapi dengan bujukan yang tipikal kalau sedang stres, yaitu seakan-akan Yesus sengaja tidur karena tidak peduli (37b). Yesus tidak mengucapkan doa, Dia langsung berbicara kepada angin dan danau (39). Dalam 1:25 Yesus menghardik roh jahat dan menyuruhnya diam. Pada saat itu, orang kaget akan kuasa Yesus sehingga roh-roh jahat itu taat (1:27). Di sini, Yesus menuduh murid-murid-Nya bahwa mereka kurang berani, dan hal itu menunjukkan bahwa mereka belum percaya (a.40; kata “belum” dihilangkan oleh LAI). Alasannya muncul dalam respons mereka: mereka belum memahami siapakah Yesus ini (41).

Maksud bagi Pembaca

Kita dibimbing untuk melihat bahwa Yesus melakukan apa yang dilakukan Allah, supaya di tengah topan hidup, kita percaya kepada-Nya dengan tidak takut.

Makna

Dalam Ayub 38:8–11, Allah adalah yang membatasi laut. Laut berpotensi untuk “membual” (8) sehingga perlu dihardik (“di sini gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!”, a.11). Mazmur 107 menceritakan beberapa contoh di mana orang berseru kepada Tuhan dan dijawab; Mzm 107:23–32 menyangkut orang di laut, di mana Tuhan membuat badai diam dan laut tenang (29). Nas-nas ini dari PL menunjukkan mengapa para murid takut dan bingung, karena apa yang dilakukan Yesus adalah apa yang dilakukan oleh Allah. Markus 5–6 merujuk pada Mazmur 107 untuk tiga contoh lagi dari (Mzm 107:5 “lapar dan haus”, bdk Mk 6:30–44; Mzm 107:10 “terkurung dalam besi”, bdk. Mrk 5:1–20; Mzm 107:17–18 “sakit…pintu gerbang maut”, bdk. Mrk 5:21–43 minggu depan).

Hal itu menjawab pertanyaan Yesus: mereka takut karena mereka belum memahami siapa Yesus. Hal itu penting diamati, karena kadangkala kita mau meningkatkan kepercayaan orang dengan memompa semangat, seakan-akan iman itu buatan manusia. Cara meningkatkan kepercayaan adalah memandang kepada Yesus. Melihat siapa Yesus lebih dari sekadar memperhatikan bahwa Dia berkuasa. Kita melihat di sini bagaimana perintah Yesus justru membawa mereka ke dalam badai, dan bagaimana Dia seakan-akan berdiam diri, baru kuasa-Nya dinyatakan di ajang kebinasaan.

Pertolongan Yesus ini bukan berdasarkan kekuatan doa murid-murid, melainkan bahwa masih ada untuk mereka kerjakan bagi Allah. Iman mereka sebesar biji sesawi, tidak kelihatan (Mrk 4:31). Doa mereka yang penuh ketakutan langsung dikabulkan; doa Yesus yang penuh penyerahan diri di taman Getsemane diterima tetapi tidak dikabulkan. Ada kalanya Allah akan menunjukkan kuasa-Nya di balik maut, yaitu pada hari kebangkitan (lihat minggu depan).

Pos ini dipublikasikan di Markus dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s