Mzm 24:1-10 Bersekutu dengan Allah yang kudus [12 Jul 2015]

Penggalian Teks

Dalam 1 Samuel 4 kita membaca bagaimana tentara Israel membawa tabut Tuhan ke dalam medan perang. Kali itu tabut Tuhan dirampas orang Filistin (sebagai hukuman terhadap Israel), dan kita tidak tahu apakah hal itu dilakukan kemudian. Kalaupun tidak, Mazmur 24 ini menunjukkan bahwa tabut Tuhan dibawa dalam arak-arakkan, dan mazmur ini dipakai sebagai bagian dari liturginya. LAI menafsir (dengan dugaan yang masuk akal) bahwa ada tiga pemeran. Ayat-ayat yang tidak pakai tanda petik (1–2, 7, 9) anggaplah pemandu liturgi, kemudian ada penanya dan penjawab. Bisa saja penjawab adalah orang-orang Lewi yang membawa tabut itu. Sebagai perkiraan tentang alur liturgi itu, a.3 diajukan ketika rombongan tabut perjanjian mau menaiki bukit Sion (“gunung Tuhan”), dan a.7 dinyatakan ketika rombongan mau masuk di pelataran Bait Allah.

Aa.1–2 merujuk pada penciptaan dunia. Khususnya, bumi dan dunia diletakkan di atas lautan dan sungai-sungai. Ada dua macam air yang disebut di sini, dengan dua maksud. Sungai-sungai adalah sumber berkat bagi manusia di dunia sebagai tempat kediaman manusia (bdk. Kej 2:10; Mzm 46:5). Tetapi lautan terlalu kacau untuk manusia tinggal di atas/dalamnya. Hanya karena Tuhan mendasarkan sesuatu yang kukuh, yakni bumi, maka kita bisa hidup. Makanya, lautan kadang menjadi kiasan untuk dunia politik-sosial yang kacau (bdk. Mzm 46:2–4 & 5–7). Dalam skenario tentara Israel baru kembali dari medan perang, mereka telah mengalami Allah membuat tempat aman bagi umat-Nya di tengah-tengah bangsa.

Membuat tempat yang teratur dan aman di tengah kekacauan adalah gambaran tentang kekudusan. Pertanyaan dalam a.3 mau mencegah pengacau masuk ke dalam tempat Allah yang kudus. Pengangkut tabut menjawab dengan gambaran tentang orang yang beres. A.4 membandingkan tindakan (tangan) dan rencana (hati) yang bersih dengan penipuan. Jadi, tangan yang bersih dan hati yang murni menyangkut konsistensi antara janji atau nilai yang dipegang dengan tindakan selanjutnya. Konsistensi itu sering disebut integritas. Lawan dari integritas ialah tenaga yang dikerahkan untuk menipu sesama, dan sumpah yang kemudian diingkari. Orang seperti itu akan menerima berkat dari Tuhan (bdk. Sungai yang mengairi dunia dalam a.2), dan keadilan dari Tuhan, yaitu pertolongan Tuhan yang membuat dia kukuh di hadapan kekacauan yang didatangkan musuh (bdk. bumi di atas lautan dalam a.2). Orang-orang seperti itu berkumpul menjadi angkatan yang mencari petunjuk (“menanyakan”) dan persekutuan (“wajah-Nya”) dengan Allah. Karena mereka menerapkan kekudusan (integritas) dalam kehidupannya, mereka cocok di dalam Bait Allah.

Jadi, rombongan tabut itu berani mendekati pintu gerbang, supaya Allah Raja Kemuliaan masuk dalam istananya (aa.7, 9; kata “Bait” dan “istana” sama dalam bahasa Ibrani). Sebagai Raja yang mulia, dia menjadi pusat kebanggaan angkatan setia itu. Sebagai Raja yang perkasa, Dia memperjuangkan keadilan dengan memerangi kekacauan dalam bentuk bangsa-bangsa musuh (8). Dalam a.10, Allah adalah Tuhan atas semuanya.

Maksud bagi Pembaca

Dengan mengucapkan mazmur ini, kita dibawa untuk mengaku kemuliaan Tuhan sebagai Raja yang berjaya dan perkasa, sehingga kita tergerak untuk hidup sesuai dengan kekudusannya.

Makna

Keadilan Allah dilihat dengan paling jelas ketika Yesus dibangkitkan dari antara orang mati. Yesus tidak menikmati keadilan dari pimpinan orang Yahudi ataupun Pilatus, sehingga Dia mati, tetapi Allah membenarkan Dia pada hari ketiga itu. Israel mengalami keadilan Allah ketika diberi kemenangan atas musuh. Kita yang setia kepada Allah dalam sengketa dengan sesama mengalami keadilan Allah ketika orangnya kalah.

Berkat Allah dilihat dengan paling jelas dalam Ef 1:3–14: berkat-berkat rohani termasuk menjadi kudus (4), menjadi anak Allah (5), ditebus/diampuni (7), dan mengetahui rencana Allah untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus (9–10). Jaminan dari berkat-berkat itu adalah Roh Kudus (14), yang disebut sebagai sungai dalam Yoh 7:37–39. Sebagai orang percaya, kita sudah menikmati keadilan Allah, yang dari hukuman dan kuasa dosa telah menyelamatkan kita. Keadilan itu akan kita alami ketika kita ikut dibangkitkan pada akhir zaman. Hal itu bukan hanya bahwa kita akan hidup kembali, tetapi juga bahwa kita tidak akan mendapat malu pada penghakiman terakhir (bdk. Rom 10:9–11). Kata Yesus bahwa tidak ada rahasia yang tidak akan diumumkan (Luk 8:16–18), semua penipuan dan sumpah palsu akan terbongkar, sebagian dalam hidup ini, sebagian pada akhir zaman. Sebagai Raja, Yesus akan membereskan segala sesuatu supaya dunia baru sesuai dengan kehendak Allah.

Mungkin tidak banyak orang mengangkat sumpah sekarang, karena Yesus mengatakan bahwa seluruh perkataan kita mencerminkan integritas. Tetapi, hal sepadan dalam dilihat dalam ikrar seperti janji dalam pengutusan pelayan, dan juga dalam stempel dan tanda tangan dalam pengorganisasian. Jika dikaitkan dengan “murni hatinya” (Mzm 24:4), ada yang menganggap bahwa sebuah ikrar, janji, atau keikutsertaan dalam keputusan resmi diukur dari kondisi hati pada saat janji itu dibuat. Tetapi, Yesus mengatakan bahwa pohon dilihat dari buahnya, bukan dengan menggali akarnya. Keraguan dalam hati tentang diri sendiri ketika diurapi bukan noda pada janji itu jika kita tetap setia; perasaan khusyuk yang sedalam-dalamnya tidak berarti jika kemudian kita lari dari pelayanan yang ditentukan Tuhan. Tuhan yang mengenal hati kita, bukan kita sendiri.

Hal itu saya sebutkan, karena ada gaya orang yang untuknya rasa bersalah itu rasa tetap, walaupun tidak terlalu jelas apa salahnya. Ada juga orang yang dilanda pikiran yang kotor, perasaan dengki dsb, yang bisa saja membuatnya merasa tidak layak. Tetapi kemurnian hati tidak terletak di situ. Jika hal-hal itu tidak diladeni, tetapi kita bertindak sesuai dengan komitmen-komitmen kita, hati kita tetap murni, sama seperti langkah orang pincang itu murni ketika menuju sebuah tempat untuk berbuat baik.

Pos ini dipublikasikan di Mazmur dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s